Rabu, 22 Juni 2016

Sahur dan "Meteorgarden"

Waktu sudah menunjukan pukul tiga, meski aku telah beberapa kali terbangun sebelumnya tapi kali ini aku harus benar-benar terjaga. Aku duduk dan mengusap kedua mataku. Alarm yang telah ku set sebelum tidur menjadi penanda agar aku segera beraktivitas, menyiapkan menu sahur.


Sebagai manusia "manja" yang tidak pernah merasakan "indahnya" hidup nge-kost, menyiapkan menu sahur sendiri nyatanya tidak mudah. Selain harus berjuang melawan kantuk, aku juga harus memutar otak mencari menu yang bisa memancing selera makan. Tapi masalah itu sepertinya segera terpecahkan, karena hanya ada dua bungkus mie instan yang bisa ku masak. "Ah, rupanya hari ini adalah hari keberuntungan ku", batinku. Aku menghela nafas.

Sayup-sayup suara marbot masjid yang sedari tadi mengingatkan sahur masih terdengar, ketika semangkuk mie rebus sudah ada di hadapanku. Bukannya sombong, mie instan bukanlah makanan asing bagiku meski bukan anak kost. Di "pengasinganku" (baca: tempat tugasku), menu "meteorgarden" istilah untuk kami menyebut mie, telor, garam dan sarden, adalah lauk atau menu pokok yang sulit terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Jika nasi dengan lauk sarden atau telur dadar tidak bisa menggugah selera makan, biasanya pelarianku adalah mie instan. Dua bungkus mie goreng yang cara masaknya direbus tersebut selalu tanpa sisa. Itu cukup mengganjal perutku hingga beberapa jam. 

Sayangnya untuk kali ini aku harus menanggalkan "rekor" makan mie ku itu. Seleraku benar-benar lenyap entah kemana. Baru beberapa sendok perutku sudah terasa eneg. Aku menuang segelas air putih dan menenggaknya, berharap bisa menetralkan selera makanku, namun semua sia-sia. 

Aku kembali menuang segelas air putih, dan membuka sebungkus roti. "Semoga aku kuat menjalani hari ini", doaku dalam hati. 

Selain wujud ketakwaan kita kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, aku percaya puasa memiliki banyak manfaat. Selain untuk kesehatan, berpuasa juga membuat kita bisa merasakan penderitaan rakyat miskin, korban perang dan anak-anak terlantar. Karena tidak sedikit dari mereka yang ber "puasa" tanpa tahu kapan bisa berbuka. 

Aku juga salut untuk mereka yang bisa hidup berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun melewati setiap Ramadhan dengan kesendirian, terpisah dari keluarga dan orang-orang terdekat mereka karena berbagai keadaan. 
Baca SelengkapnyaSahur dan "Meteorgarden"
mjumani, Updated at: Juni 22, 2016

Rabu, 08 Juni 2016

Kisahku dan Kisah Hidup Andy F Noya Bagian 2

Tulisan ini adalah kelanjutan dari "curhat" yang beberapa waktu lalu ku posting. Jika belum, anda boleh membacanya dulu di Kisahku dan Kisah hidup Andy F Noya

Alkisah, setelah aku mendapkan pesan inbox dari Penerbit Buku Kompas tanggal 6 April 2016, aku kembali ke tempat tugas sebut saja di pedalaman Kalimantan (biar lebih dramatis). Tak akan mudah menemukan sinyal di sana, meski hanya sekedar untuk bisa sms dan jangan berhayal bisa browsing dan berselancar di dunia maya. Sehigga sulit bagiku untuk memantau kiriman paket tersebut. Tetapi berdasarkan pengalaman beli barang via online dan donasi buku untuk Taman Baca Baraoi, belum pernah mengalami masalah dengan alamat rumah yang aku kasih. 

Tanggal 29 Mei 2016, setiba di rumah Aku menanyakan perihal paket tersebut kepada Ibu, Kakak, dan Adik ku, namun tak seorangpun dari mereka yang merasa menerima paket atas namaku. Keesokan harinya (30 Mei 2016) sekitar pukul 12.35 WITA aku menanyakan kembali paket yang telah dijanjikan oleh Penerbit Buku Kompas, mengapa tidak kunjung tiba. Kali ini pesan tersebut langsung dibalas hanya berselang kurang lebih 2 jam. Berikut salinan pesanan balasan tersebut;

"Yth. Bapak Jumani, terima kasih atas pesannya. 

Dengan ini kami sampaikan bahwa buku tsb sudah kami kirimkan tanggal 07 April 2016 dengan jasa pengiriman JNE dan sudah sampai ke alamat kirim pada tanggal 11 April 2016 diterima oleh M. Jumani. 

Berikut nomer resi pengirimannya :  CGK9M01583671416 

Demikian hal ini kami sampaikan kepada Bapak, atas pehartiannya kami ucapkan terima kasih.

Salam"

What?, Kemana bukuku?, Dalam perasaan campur aduk dan galau aku melakukan tracking nomor resi yang diberikan. Bla...bla...blaa.., kegalauan semakin memuncak, di situs tracking tersebut benar tertulis  bahwa paket sudah sampai dan diterima oleh si penerima. Jadi dimana buku ku ?

Siapakah yang berbohong, atau dimanakah letak kesalahannya ?

Seakan tidak terima, aku kembali "mengintrogasi" Ibu, Kakak, dan tiga adiku yang saat itu hanya merekalah yang ada di rumah sewaktu aku di pedalaman. Hasilnya tak jauh berbeda, semua merasa yakin tidak ada menerima paket dalam rentang waktu dikirim hingga aku tiba di rumah, kecuali ibu ku. Beliau seolah mengalami dejavu, dengan tidak yakin apakah itu nyata atau tidak sepertinya ada menerima paket seperti yang aku ceritakan. 

Aku tahu, meski ibu masih terbilang muda tetapi beliau memang terkenal pelupa. Namun untuk sementara sepertinya ini adalah sepercik harapan yang aku miliki. Aku menggeledah setiap sudut rumah, lemari pakaian, lemari barang, laci-laci dan bahkan tak terkecuali kolong-kolong ranjang berharap ibu benar-benar menerima paket tersebut dan hanya lupa meletakannya.

Entah karena penyakit galau akut, atau penantian yang seolah tidak berujung aku seakan kehilangan akal sehat. Seminggu sudah aku "mengobrak-abrik" rumah. Setiap kotak dan kantong plastik yang aku temui di rumah dan belum aku jamah ku periksa da berharap itu adalah paket ku. Paket yang aku tunggu kurang sebulan lagi setahun sudah.

Di puncak pesimistis dan kegalauan aku nyaris menyerah dan mengikhlaskan paket tersebut, barang kali ini yang namanya bukan "jodoh" pikir ku. Sampai secara tidak sengaja, entah terlintas dari mana tiba-tiba terbesit dalam kepalaku, apakah mungkin status "barang sampai di alamat" hasil tracking tersebut keliru?. Aku pun melakukan browsing, ternyata ada beberapa kasus terjadi. Mungkin inilah usaha terakhir yang dapat kulakukan, tentunya upaya yang layak dicoba sebelum benar-benar mengiklhaskan.

Tanggal 8 Juni 2016, cuaca sangat menyengat meski saat itu masih menunjukan waktu pukul sebelas pagi. Aku mgendarai motor dengan kecepatan sedang menuju agen jasa ekspedisi JNE terdekat. Seorang perempuan lebih muda dari ku mencoba menanyakan keperluanku. Sembari menyodorkan selembar kertas berisi catatan nomor resi, akupun menjelaskan perihal paket "misterius" yang kini entah berada dimana.  

Perempuan itu meraih "mouse"nya, dan mencoba mengetikan sandi dan segera menginput nomor resi yang telah aku berikan.  Entah karena gugup, belum terbiasa atau barangkali aku yang saat itu tidak sabar, perempuan tersebut tampak sangat lambat. 

Seorang lelaki paruh baya yang sedari awal kedatanganku duduk di depan monitronya di sudut ruangan rupanya diam-diam menyimak pembicaraan kami. Dia bangkit dari tempat duduknya, dan lantas menanyakan alamat tujuan paket serta isinya. Dibanding si perempuan tampak bahwa lelaki ini lebih bersahabat dan mengerti permasalahanku. 

Sembari mengecek tumpukan paket beramplop, lelaki tersebut sekali lagi menanyakan isi paket tersebut kepadaku. "Bukunya Andy F Noya, bukan?" tanya lelaki itu setelah sepertinya terlihat menyerah tidak menemukan sesuatu yang Ia cari dari tumpukan paket. "Kalau tidak salah memang ada paket buku yang diretur, tapi nanti saya coba telepon pusat dulu, silahkan tinggalkan nomor Hp nya nanti kami hubungi lagi". Papar lelaki itu sembari mengambil ballpoin dan selembar kertas.

Setelah meninggalkan nomor Hp, dan mengucapkan terimakasih aku kembali kerumah. Sungguh lega rasanya, jauh lebih lega saat ibuku cerita bahwa Ia mungkin ada menerima paket tapi entah itu nyata, dejavu atau cuman terbawa mimpi. Dua jam berselang, Hp ku berbunyi, sebuah pesan singkat berbunyi "Paket nya dari  kompas bisa di ambil jam 4 sore ini di counter JNE". Alhamdulillah. 

Itulah perjalanan panjang dan lika-liku Andy F Noya Kisah Hidupku bisa sampai di tanganku. Oh ya, selain buku tersebut juga ada buku Sarwo Edhie Dan Tragedi 1965 yang dikirimkan oleh Penerbit Buku Kompas katanya sih sebagai wujud penyesalan, walaupun hanya ada satu dari dua buku terbitan lainnya yang dijanjikan.
Buku Andy Noya kisa hidupku

Sebelum saya akhiri saya memohon maaf telah menyebut beberapa pihak dalam tulisan ini, semua tidak lain tujuannya adalah untuk memotivasi dan dengan harapan dapat diambil manfaat walalupun sekecil-kecilnya dari tulisan ini. Bahwa hakmu patut diperjuangkan, bukan ditunggu dengan kepasrahan.

Akhir kata ijinkanlah saya mengutip "Quote" Andy Noya :

"Tidak perlu menunggu
untuk bisa menjadi cahaya
bagi orang-orang
di sekelilingmu. Lakukan
kebaikan, sekecil apa pun 
sekarang juga"

_Andy Noya_

Salam hangat,
Muhammad Jumani



Baca SelengkapnyaKisahku dan Kisah Hidup Andy F Noya Bagian 2
mjumani, Updated at: Juni 08, 2016

Selasa, 07 Juni 2016

Ganti ATM dan Perubahan Nama Pemilik Rekening BCA

Pernah Ganti Kartu ATM atau ubah nama pemilik rekening di bank BCA ?, jika belum dan kebetulan anda akan melakukan hal serupa mungkin pengalaman saya ini bisa menjadi pertimbangan agar anda tidak bolak-balik. 
Sarat mengubah nama pemilik rekening

Awalnya saya tidak menyadari bahwa kartu ATM BCA saya mengalami lecet atau goresan pada bagian magnetic stripe yaitu bagian seperti garis hitam di belakang kartu. Hal tersebut baru saya sadari saat mencoba melakukan pengecekan saldo di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan ternyata data tidak terbaca walaupun telah beberapa kali di coba. 

Karena yakin bahwa hal tersebut adalah karena kartu yang memang sudah aus atau rusak keesokan harinya saya mendatangi cabang bank BCA terdekat. 

Sebelumnya saya ingatkan jika anda ingin melakukan hal serupa jangan lupa membawa kartu identitas asli KTP/SIM, kartu ATM yang akan diganti dan buku tabungan anda.

Jangan khawatir, sebelum masuk pintu bank anda akan sudah disambut oleh satpam dan akan ditanya perihal keperluan jadi tinggal utarakan saja dan kalau perlu bisa  sekalian minta ambilkan nomor antri.  
Sebenarnya proses peganggantian kartu ATM ini tidak lama, bahkan perkiraan saya kurang dari 10 menit, hanya saja waktu itu nama rekening saya sebelumnya menggunakan singkatan karena nama awal saya adalah Muhammad maka disingkat dengan "M"..bukan nama lengkap sebagaimana yang tertera di kartu identitas yang baru (KTP elektronik), (saat pertama kali buka rekening nama di KTP masih disingkat, sedangkan di KTP elektronik ditulis lengkap). Akhirnya saya di kasih opsi apakah ingin merubah nama pemilik rekening sesuai kartu identitas. 

Sayangnya saat itu saya tidak membawa kartu keluarga (asli), sehingga saya harus balik keesokan harinya. Untungnya prosesnya juga relatif singkat (hanya kurang lebih 5 menit), dan jangan lupa jika anda ingin melakukan  hal yang sama yakni merubah nama pemilik rekening, pastikan anda bawa KTP/SIM, Kartu Keluarga, dan Buku Tabungan sebagai saratnya. Oh iya, tambahan satu lagi materai 6000, karena nanti ada surat pernyataan mengubah nama yang memerlukan materai, biasanya formulir ini di isikan oleh petugasnya jadi tinggal tanda tangan aja.
Baca SelengkapnyaGanti ATM dan Perubahan Nama Pemilik Rekening BCA
mjumani, Updated at: Juni 07, 2016

Minggu, 29 Mei 2016

SUSAH SENANG SAAT MENJADI MAHASISWA

Mahasiswa adalah kaum intelektual yang terdidik serta memiliki tanggung jawab yang besar terhadap sebuah perubahan. Langkah mahasiswa untuk menuju suatu perubahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk di capai. Berbagai rintangan yang harus di lalui selama berada di dunia kampus harus memilki strategi yang baik. Untuk memulai kuliah, bukanlah yang mudah untuk di capai tanpa sebuah pengorbanan yang lebih, mulai dari meluangkan waktu, pikiran sampai menghabiskan, tenaga, biaya, dan lain-lain. Tentu  dibalik semua itu adalah sebuah perjuangan untuk meraih sebuah impian yang ingin kita capai selama menjalani kuliah, karena semua itu merupakan sesuatu yang berharga yang harus di bayar.

Masa-masa awal kuliah merupakan perjalanan yang terasa sangat menyenangkan, pada saat menjadi seorang mahasiswa baru,  banyak pengalaman baru dan kehidupan baru yang dirasakan ketika berada di dunia kampus. Namun kelamaan–kelamaan tiba-tiba saja kamu akan merasakan titik kejenuhan selama kamu merasakan proses kuliah.

Jadi kuliah bukanlah hal yang di kerjakan secara rutinitas, tetapi kuliah merupakan proses membentuk diri kita menjadi apa yang kita inginkan di masa mendatang. Jadi harus memiliki niat dan tujuan yang benar saat kita kuliah, karena dengan hal itu pasti akan berdampak pada saat selama kita menjalani proses kuliah,

Sebenarnya mahasiswa harus memiliki tujuan yang pasti saat dia kuliah, artinya dia tahu bahwa di saat menjalani kuliah apa yang harus dia lakukan. Memang kehidupan di saat kita kuliah pasti mengalami sebuah rintangan, mulai dari kita beradaptasi pada dunia kampus, menjadi mahasiswa yang berprestasi, mendapatkan nilai IP yang tinggi, dan berorganisasi di kampus serta melakukan kontribusi atau pengabdian terhadap masyarakat. Dan yang lebih parah setiap hari harus mengerjakan tugas kuliah yang sering numpuk.

Jadi seorang mahasiswa harus mempunyai derajat yang lebih dari anak SMP dan SMA, karena mahasiswa sangat berperan penting membangun suatu perubahan untuk kemajuan bangsa. Mahasiswa di tuntut untuk selalu aktif di dalam ruang kelas, tetapi di luar ruang kelas mereka harus berperan aktif terhadap masyarakat, seperti mencari solusi-solusi dari masyarakat. Karena hidup menjadi mahasiswa tidak berarti hanya untuk mencari sebuah nilai dan selembar ijazah atau sebuah gelar sarjana. Masa depan mahasiswa tidak akan di pandang hanya dengan gelar sarjana, dan tujuannya hanya untuk mencari sebuah ijazah. Tentu di balik semua itu adalah orang-orang yang termasuk golongan yang merugi .Karenasebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu yang telah dia dapatkan. Dan masa depan yang baik tidak akan bisa di raih dengan selembar kertasitu. 


Mahasiswa di tuntut untuk memiliki rasa peduli dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Karena mahasiswa yang dapat memberikan perubahan bagi bangsa. Mahasiswa juga harus memiliki jiwa sosial yang baik terhadap masyarakat dengan terjun langsung untuk mencari solusi-solusi darimasalah-masalah yang di alami oleh masyarakat. Artinya sebagai agen perubahan bagi bangsa
.
Mahasiswa juga dituntut untuk berprestasi pada saat di kampus mengikuti lomba-lomba, misalnya lomba kreativitas mahasiswa
seperti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), atau lomba-lomba yang sesuai keprofesian. Selain itu
mahasiswa harus memiliki minat-bakat dan mengembangkannya seperti mengikuti kegiatan UKM ( Unit kegiatan Kemahasiwaaan), dan partispasi aktif pada kegiatan organisasi mahasiswa seperti kegiatan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Sehingga mahasiswa mampu mengasah softskillnya bukan hanya mampu berprestasi pada hardskill saja.
Mahasiswa jadi harus pandai untuk mengatur manajemen waktunya, agar kegiatan-kegiatan yang di jalani selama di kampus, maupun saat kuliah, beorganisasi, dan ikut kegiatan UKM, atau pelatihan atau seminar, dan lain-lain. Tentunya semua yang di lakukan mendukung kemampuan softskill maupun hardskill.

Intinya mahasiswa harus menjalani semua proses selama di kuliah atau di kampus, seperti air yang mengalir. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua yang kita lakukan agar mendapatkan petunjuk dan kelancaran saat kuliah. Karena di balik perjuangan dan rintangan pasti semua ada hikmahnya. Semoga mahasiswa Indonesia bisa menjadi perubahan bagi bangsa yang tercinta ini. Hidupmahasiswa…..!

Artikel kiriman Muhammad Awaluddin, Makassar

Baca SelengkapnyaSUSAH SENANG SAAT MENJADI MAHASISWA
mjumani, Updated at: Mei 29, 2016

Rabu, 06 April 2016

Tipe Kepribadian dan Cara Memegang Mouse

Mjumani.net - Bagi kebanyakan pengguna komputer atau laptop yang memakai mouse, mungkin tidak pernah berpikir bahwa kebiasaan cara memegang mouse dapat mencerminkan kepribadiannya. Dengan kata lain kebiasaan memegang mouse bisa berbeda satu sama lain tergantung sifat yang ada di dalam dirinya. Yang manakah yang sesuai dengan kebiasaanmu?
cara memegang mouse dan sifat orang


Menurut Sharequiz, Jumat (1/4/2016) umumnya, ada tiga cara memegangi mouse yang umum digunakan sebagaimana gambar diatas.


Jika cara kamu memegang mouse seperti gambar A, maka kamu orangnya pengertian dan suka membantu. Kamu tidak suka melukai orang lain dan bisa memikiran perasaan orang. Dan kamu adalah orang yang cerdas, kratif, serta berbakat.

Sedangkan jika kamu biasa memegang mouse seperti gambar B, kamu termasuk  orang yang percaya diri. Tidak takut berbeda dengan orang lain, detil, perhatian, peduli terhadap hal-hal kecil. Selain itu juga berpikir logis, cerdas, berjiwa pemimpin dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

Teraakhir jika kamu suka memegang mouse seperti gambar C, kamu merupakan orang yang perhatian, pengertian, mudah memaafkan, berhati-hati saat berbicara. Susah mengungkapkan perasaan, dan tidak panik dalam menyelesaikan masalah.

Namun demikian, tentu ada banyak hal yang juga dapat mencerminkan kepribadian kita. Hal di atas boleh percaya dan boleh tidak, tapi selama itu dapat menjadikan kita berperilaku positif, why not !
Baca SelengkapnyaTipe Kepribadian dan Cara Memegang Mouse
mjumani, Updated at: April 06, 2016

Sabtu, 02 April 2016

Kisahku dan Kisah Hidup Andy F Noya

"Curhat" ini ku tulis tanpa mengurangi rasa kagum, bangga dan terimakasihku kepada seorang Andy F Noya, yang telah memberikan banyak inspirasi khususnya kepada diri pribadi sebagai orang biasa dari keluarga biasa. 
Salah satu kutipan email pemesanan Buku Biografi Andy F Noya

Andy F Noya, bersama Kick Andy program yang diasuhanya turut memberikan support moril dalam proses lahirnya  Taman Baca Baraoi  di Kalimantan. Sebagai salah satu penggemar, terbitnya Buku Sebuah Biografi Andy Noya | Kisah hidupku pastinya adalah hal yang ditunggu-tunggu.

Ironisnya, hingga saat ini aku belum menyentuh Buku Sebuah Biografi Andy Noya | Kisah Hidupku apalagi membacanya. Bukan karena tidak mampu membeli di toko-toko buku, tetapi menunggu penjelasan dari pihak penerbit buku kompas mengapa Buku Sebuah Biografi Andy Noya | Kisah Hidupku yang sudah dipesan sejak 4 Juli 2015 lalu tidak kunjung tiba.

Sebagai seorang tenaga pendidik di daerah pedalaman, aku hanya punya waktu beberapa minggu di kota untuk bisa menikmati "megahnya" fasilitas internet dan sinyal setiap dua atau tiga bulan sekali. Seperti biasa saat kesempatan itu ada aku mengecek halaman-halaman favorit untuk mencari informasi tak terkecuali Kick Andy Show dan beberapa penerbit buku. Senang bukan kepalang, saat itu penerbit buku kompas sedang melakukan promosi Pre Order buku Buku Sebuah Biografi Andy Noya | Kisah Hidupku di sosial media facebook dan twitter.

Saat itu (tepatnya 4 Juli 2015) aku langsung meng-email pesanbuku@kompas.com untuk melakukan pemesanan. Empat hari kemudian (8 Juli 2015), pesan tersebut di reply oleh Stevanus dari kompas.com (stevanus.winyanto@kompas.com), setelah beberapa kali berkirim email dan mentransfer biaya pemesanan ke rekening bank atas nama Kompas Media Nusantara (saat itu sudah di konfirmasi dan diminta menunggu pengiriman) akupun kembali ketempat tugas selama beberapa bulan. 
Bukti Tramsfer Pemesanan Buku
Sebuah Biografi Andi F Noya | Kisah Hidupku

Kebetulan Oktober 2015 aku kembali "turun gunung" tentunya selain karena ada keperluan melengkapi berkas juga tidak sabar memastikan apakah buku yang dipesan sudah tiba. Rupanya aku harus kecewa karena buku tersebut belum juga tiba. Seperti biasa sembari browsing aku mengirimkan email kembali kepada stevanus.winyanto@kompas.com perihal konfirmasi mengapa bukunya belum kunjung datang. Besoknya emailku sudah dibalas dan diinformasikan bahwa bukunya akan dikirim ulang. 

Di dalam hidupku buku Sebuah Biografi Andy Noya | Kisah Hidupku, adalah satu diantara sedikit buku (jika di ingat-ingat mungkin tidak lebih dari 5 buku) yang sangat ditunggu-tunggu untuk bisa dibaca. Terlebih kalau tidak salah ingat, dengan pemesanan pre order akan mendapatkan buku + tanda tangan langsung Andy F Noya. Kini buku tersebut sudah banyak beredar di toko-toko buku seperti Gramedia. Walaupun aku tidak tahu apakah buku tersebut seekslusif seperti yang di promosikan dimedia twitter dan facebook beberapa bulan sebelum buku tersebut di launching.

Usaha terakhirku untuk meminta kejelasan tentang status pemesanan buku itu bukan tidak ada. Email terakhir sudah ku kirim ke stevanus.winyanto@kompas.com pada tanggal 14 September 2015 dan 29 Maret 2016.  Aku juga sudah mengirimkan pesan ke PT Media Kompas Nusantara melalui formulir komentar di website kompas juga sudah mengirim pesan di halaman facebook penerbit buku kompas.

Semoga semua ini ada hikmahnya, Aamiin.

Salam hangat,


Muhammad Jumani

Tenaga Pendidik di SMA Negeri 1 Petak Malai 
Email : Muhammadjumani@gmail.com
Kontak : 082255313036


Tanggal 6 April 2014, ternyata tulisan ini direspon oleh  Penerbit Buku Kompas. Pesan tersebut berisi ucapan permintan maaf serta konfirmasi bahwa buku yang aku pesan di kirim hari itu juga. Berikut kutipan pesannya ;

Yang terhormat Bapak Muhammad Jumani, 

Terima kasih pesannya, dan sebelumnya kami sangat menyesal dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak.

Buku sore ini kami kirim ke alamat Bapak. Sebagai ujud penyesalan kami, berikut juga kami kirimkan dua buku menarik lain terbitan kami untuk Bapak. 

Mohon ditunggu ya pak. 

Terima kasih. 

Salam

Girang bukan kepalang, rasa lelah dan letih dalam penantian panjang seolah sirna seketika. Ibarat kemarau setahun di hapus hujan sehari. Tapi benarkah demikian?. Benarkah dalam hitungan hari lagi aku bisa "melahap" lembar demi lembar halamannya?. Ataukah ini hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu)? jawabannya ada di Kisahku dan Kisah Hidup Andy F Noya Bagian 2.
Baca SelengkapnyaKisahku dan Kisah Hidup Andy F Noya
mjumani, Updated at: April 02, 2016

Senin, 28 Maret 2016

Kebijakan Baru Sertifikasi Guru 2016

Mjumani.net - Beredarnya kabar bahwa akan ada perubahan aturan sertifikasi guru membuat para guru yang ingin mendapatkan tunjangan sertifikasi atau profesi penasaran. Mereka berharap kebijakan sertifikasi guru di tahun 2016 ini tidak terlalu sulit.
Pola Baru PPG 2016

Sebagaimana yang pernah di ungkapkan Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pendidikan Dasar, Kemdikbud, Sumarna Surya Pranata pada 2015 lalu, kedepan, penilaian kinerja guru (PKG) akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk tunjangan profesi/sertifikasi. Hal tersebut menurutnya mengacu pada permenpan RB No 16 Tahun 2009, Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit mengatur pencairan tunjangan profesi (sertifikasi) akan berbasis kepada kinerja guru.

Beberapa perubahan kebijakan untuk sertifikasi guru tahun 2016 antara lain :
1. Sertifikasi guru tahun 2016 akan dilaksanakan dengan dua pola yaitu ;
a. Pola PF dan PLPG  untuk guru yang di angkat sampai dengan 30 Desember 2005
b. Pola SG-PPG untuk guru yang diangkat dari 31 Desember 2005 sampai dengan 31 Desember 2015

2. Beban Belajar PLPG sebanyak 90 JP (1 JP = 50 menit) dengan alokasi waktu
a. Guru SD, SMP, SMA/SMK = 32 T : 58 P
b. Guru Paud (TK/RA) =  44 T : 46 P
c. Guru BK/Konselor= 30 T : 60 P

3. Pola SG-PPG 2016 akan menggunakan sistem in on in on, yaitu 
a. In di kampus selama 20 hari untuk melaksanakan WS-1
b. On kembali ke sekolah untuk melaksanakan PPL-1 selama 1,5 bulan
c. In di Kampus untuk melaksanakan WS-2 dan
d. On kembali ke sekolah selama untuk melaksanakan PPL-2 selama 2 bulan.

4. Penyelenggaran sertifikasi berbasis program studi
5. Pembelajaran Pola PLPG dan SG-PPG menekankan pada implementasi kurikulum 2006 dan kurikulum 2013

6. Kriteria penetapan peserta PLPG di urutkan menurut skala prioritas
a. Nilai UKG
b. Usia
c. Masa kerja
d. Golongan kepangkatan

Berikut ini merupakan info sementara dari Buku 1 (Pedoman Penetapan Peserta) yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2016 di Diradja Hotel, Jakarta (26 s.d. 28 Maret 2016).

1. Sertifikasi Guru (Sergur) tahun 2016 dilaksanakan dengan pola Portofolio (PF) dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) untuk guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005, sedangkan pola Sertifikasi Guru Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) diperuntukkan bagi guru yang diangkat sejak 31 Desember 2005 s.d. 31 Desember 2015.

2. Peserta sergur dengan pola PF dan PLPG harus memenuhi persyaratan sbb:
a. Guru di bawah binaan Kemdikbud yang belum memiliki sertifikat pendidik;
b. Memiliki NUPTK;
c. Memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV dari perguruan tinggi dengan program studi yang terakreditasi, minimal memiliki izin penyelenggaraan;
d. Memiliki status sebagai GURU TETAP yang dibuktikan dengan Surat Keterangan sebagai Guru PNS/ Guru Tetap (GT).  Bagi GT yang bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimal 2 tahun berturut-turut, sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK Pengangkatan dari pejabat yang berwenang  (Bupati/ Walikota/ Gubernur) minimal 2 tahun berturut-turut;
e. Masih aktif mengajar yang dibuktikan dengan SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah (selama 2 tahun  terakhir);
f. Guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik dengan kondisi
sbb:
1) Guru PNS yang sudah dimutasi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bersama (Lima Menteri);
2) Guru PNS yang memerlukan penyesuaian sebagai akibat perubahan kurikulum.
g. Pada tanggal 1 Januari 2017 belum memasuki usia 60 tahun;
h. Telah mengikuti UKG Tahun 2015;
i. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah;
j. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya PP No. 74 Th. 2008 tentang Guru.

3. Peserta sergur dengan pola SG-PPG harus memenuhi persyaratan sbb:
a. Guru di bawah binaan Kemdikbud yang belum memiliki sertifikat pendidik;
b. Memiliki NUPTK;
c. Memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV dari perguruan tinggi dengan program studi yang terakreditasi, minimal memiliki izin penyelenggaraan;
d. Memiliki status sebagai GURU TETAP yang dibuktikan dengan Surat Keterangan sebagai Guru PNS/ Guru Tetap (GT)/ Guru Tetap Yayasan (GTY);
e. Masih aktif mengajar yang dibuktikan dengan SK Pembagian Tugas Mengajar dari kepala sekolah (selama 2 tahun terakhir);
f. Memenuhi skor minimal UKG Tahun 2015 yang ditetapkan oleh Konsursium Sertifikasi Guru (KSG);
g. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat  Keterangan Sehat dari dokter pemerintah.

4. Semua guru yang telah memenuhi persyaratan di atas mempunyai hak yang sama untuk ditetapkan sebagai peserta sergur tahun 2016;

5. Guru yang didiskualifikasi pada sergur tahun 2007—2015 karena pemalsuan dokumen akan kehilangan haknya sebagai peserta PLPG 2016 sesuai Pasal 63 ayat (5) PP No. 74 Th. 2008;

6. Guru berkualifikasi akademik S1/D-IV yang tidak lulus sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun sebelumnya dapat langsung menjadi calon peserta PLPG 2016 sepanjang yang bersangkutan memenuhi persyaratan peserta PLPG;

7. Penetapan peserta dilakukan secara berkeadilan dan transparan melalui online system dengan menggunakan Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG). Daftar calon peserta diumumkan oleh Ditjen Guru dan Tanaga Kependidikan (GTK) melalui laman gtk.kemdikbud.go.id;

8. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menghapus nama calon peserta yang sudah tercantum dalam Daftar Nama Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2016 atas persetujuan LPMP dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu:
a. meninggal dunia;
b. sakit permanen yang menyebabkan tidak dapat melaksanakan tugas sebagai guru;
c. melakukan pelanggaran disiplin;
d. mutasi ke jabatan selain guru;
e. mutasi ke kabupaten/kota lain;
f. mengajar sebagai guru tetap di kementerian lain;
g. pensiun;
h. sudah memiliki sertifikat pendidik, kecuali dengan kondisi sebagaimana dijelaskan dalam butir f (1 dan 2);
i. Dokumen fisik tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan.

9. Calon peserta sergur 2016 tidak dialihtugaskan pada jabatan lain, baik fungsional maupun struktural;

10. Calon peserta sergur 2016 yang telah memenuhi persyaratan administrasi ditentukan dengan urutan prioritas sbb:
a. Skor UKG tahun 2015;
b. Guru yang mengikuti re-sertifikasi karena perubahan kuri- 
kulum (untuk pola PF dan PLPG);
c. Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik (untuk pola PF dan PLPG);
d. Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, dan terluar yang memenuhi persyaratan;
e. Usia guru dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam Akta kelahiran atau buktilain yang sah;
f. Masa kerja guru dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru, baik PNS maupun bukan PNS;
g. Pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sergur 2016 (khusus untuk guru PNS dan guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing);

11. Data peserta sergur sesuai dengan urutan prioritas di atas (butir 10) akan ditampilkan pada AP2SG sebagai dasar penetapan peserta sergur 2016;

12. Penetapan bidang studi sergur 2016 berdasarkan mata pelajaran yang diikuti dalam UKG 2015, sedangkan bagi guru yang mata pelajaran UKG-nya belum sesuai dengan bidang studi sertifikasi yang akan diambil wajib mengikuti UKG pada tahun berikutnya untuk menyesuaikan dengan bidang studi sertifikasi yang akan diikuti karena bidang studi sertifikasi ini akan terus melekat pada setiap guru selama menjalankan profesi guru;

13. Bagi peserta sergur 2016 dengan pola PF dan PLPG yang ijazahnya (S1/D-IV) tidak linear dengan bidang studi sertifikasi dapat menetapkan bidang studi sertifikasinya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya dan wajib memiliki masa kerja minimal 5 (lima) tahun terakhir secara berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut;

14. Penetapan peserta sergur 2016 dengan pola SG-PPG harus linear antara kualifikasi pendidikan (S1/D-IV) yang dimiliki dengan mata pelajaran yang diampu/guru kelas, sedangkan untuk guru SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK yang berkualifikasi S1/D-IV non-kependidikan harus linear dengan mata pelajaran yang diampu;

15. Setiap calon peserta sergur 2016 diminta untuk membuat Fakta Integritas yang menyatakan bahwa:
a. bukti fisik di dalam berkas/dokumen yang dilampirkan adalah benar dan sah adanya, termasuk kesediaan menerima sanksi jika terbukti tidak benar;
b. khusus bagi calon peserta sergur dengan pola SG-PPG, bersedia mengikuti dan membiayai sendiri seluruh proses sergur 2016.

16. Peserta sergur 2016 dengan pola PF dan PLPG, proses sertifikasinya akan dibiayai dengan dana dari pemerintah;

17. Peserta sergur 2016 dengan pola SG-PPG yang memperoleh nilai UKG tertinggi atau berdasarkan standar tertentu yang ditetapkan oleh KSG, proses sertifikasinya juga akan dibiayai dengan dana dari pemerintah (sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas prestasi guru yang bersangkutan, khususnya dalam UKG);

18. Berkas/dokumen sergur 2016 yang harus dikumpulkan ke Disdik Kab/Kota masing-masing adalah sbb:
a. Fotokopi ijazah yang telah disahkan LPTK yang mengeluarkannya;
b. Fotokopi SK Pembagian Tugas Mengajar (2 tahun terakhir) yang telah disahkan Kepala Sekolah;
c. Fotokopi SK Pangkat (bagi guru PNS) dan SK Pengangkatan sebagai GT/GTY (bagi guru bukan PNS), dari SK pertama hingga SK terakhir;
d. Pasfoto berwarna ukuran 3x4 cm terbaru sebanyak 4 (empat) lembar (enam bulan terakhir dan bukan polaroid);
e. Fakta Integritas yang telah ditandatangani guru bersangkutan (contoh formatnya ada pada Disdik Kab/Kota msg2);
f. Khusus bagi peserta sertifikasi guru yang KEDUA melampirkan:
 (1) Fotokopi SK Mutasi yang telah disahkan atasan langsung; 
(2) Surat Keterangan dari Kepala Sekolah dan disetujui oleh Kadisdik setempat bagi guru besertifikat TIK, KKPI, Keterampilan, IPA SMK, IPS SMK, dan Kewirausahaan yang diberi tugas mengampu mata pelajaran lain sesuai ijazah S1/D-IV yang dimiliki; 
(3) Surat Keterangan dari Kepala Sekolah dan disetujui oleh Kadisdik setempat bagi guru bukan PNS yang diberi tugas mengampu mata pelajaran lain oleh yayasan; 
(4) Fotokopi Sertifikat Pendidik yang sudah dimiliki (jika ada) yang telah disahkan oleh atasan 
langsung;
g. Format A1 yang telah diisi dan ditandatangani oleh Kadisdik Kab/Kota setempat;
h. Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah.

19. Khusus untuk daerah Kalimantan Selatan, pengumpulan berkas kepada Panitia Sergur di Dinas Pendidikan Kab/Kota masing-masing dilakukan antara tanggal 5 s.d. 14 April 2016.

20. Berkas/dokumen sergur 2016 masing-masing guru dikumpulkan dalam satu mapfolio berwarna: kuning (TK), merah (SD), biru (SMP), dan SMA/SMK (hijau).


Baca SelengkapnyaKebijakan Baru Sertifikasi Guru 2016
mjumani, Updated at: Maret 28, 2016
 

mjumanion