Senin, 27 April 2009

Download buku pelajaran gratis

Untuk mendukung program sukses belajar pemerintah telah menyediakan akses buku sekolah elektronik atau BSE jadi untuk kamu yang ingin belajar dan tidak punya buku pegangan bisa mendownload atau mengunduh buku di alamat website yang telah disediakan.

Buku-buku ini di peruntukan untuk umum dan akses atau downloadnya tidak di kenakan biaya alias gratis. Sangat bermanfaat untuk kamu yang jauh dari toko buku ataupun  perpustakaan. Asalkan ada koneksi internet buku-buku ini bisa menjadi milik kamu dan bisa belajar sepuasnya. 

Dengan adanya buku elektronik ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa dalam belajar sehingga tidak kekurangan bahan atau materi belajar lagi.


Baca SelengkapnyaDownload buku pelajaran gratis
mjumani, Updated at: April 27, 2009

Kamis, 23 April 2009

Hari Bumi Sedunia

Hari Bumi Sedunia

Bebearapa waktu yang lalu kita baru saja memperingati hari bumi sedunia, yang jatuh pada tanggal 22 April 2009. Dengan di peringatinya hari bumi maka di harapkan setiap penduduk bumi bisa lebih menyadari kondisi bumi yang kini sudah tidak sebaik dulu lagi.
Bumi dapat dikatakan sudah renta dan sering sakit-sakitan.

Suatu gejala yang sering di gembor-gemborkan yaitu “Global Warming” sudah sangat familiar di telinga kita. Efek rumah kaca yang kian meningkat semakin terasa. Lalu sudahkah kita penduduk bumi melakukan tindakan nyata untuk merawat bumi yang kian renta ?.

Sudah menjadi suatu kebiasaan kita, yang tanpa terasa sering kali lebih banyak menambah penderitaan bumi dari pada merawatnya. Asap kendaraan, asap pabrik, sampah, penebangan hutan, dan lain-lain merupakan hal yang selalu terjadi setiap hari. Sedangkan untuk menanam pohon mungkin hanya 1 atau 2 pohon dalam atu tahun dan itupun hanya dilakukan oleh segelintir orang, padahal kita tahu bahwa bumi ini tidak hanya di huni oleh segelintir orang dan yang memberikan masalah kepada bumi ini tidak hanya segelintir orang.

Kita tidak pernah dapat menghentikan global warming, tapi kita dapat menekan dan meminimalisasi penggunaan bahan baker fosil yang memicu efek rumah kaca dan dapat mengurangi laju global warming dengan menanam pohon. Mengurangi penggunaan zat-zat yang mengandung bahan kimia dan beralih ke penggunaan pupuk, serta pestisida yang ramah lingkungan.

Mari kita bersikap ramah kepada bumi kita agar bumi kita masih tetap bisa ramah kepada kita !
Baca SelengkapnyaHari Bumi Sedunia
mjumani, Updated at: April 23, 2009

Siklus estrus

Daur Estrus ( Siklus Estrus) 


perbedaan fase siklus estrus
Perbedaan Tahapan Siklus Estrus
Foto : blog.uin-malang.ac.id

Meski perubahan yang terjadi tidak sesignifikan di uterus dan cervix, dinding vagina juga memperlihatkan perubahan-perubahan yang terjadi secara berkala (periodik). Pada fase folikuler di dalam ovarium, estrogen merangsang epitel vagina aktif bermitosis dan mensintesis glikogen sehingga lapisan mukosa vagina menjadi lebih tebal menjelang ovulasi dan lumen vagina banyak mengandung glikogen. Penebalan epitel lapisan mukosa disertai dengan proses penandukan atau kornifikasi dan kemudian mengelupas.

Dengan ditemukannya sel epitel menanduk pada preprat apus vagina, adalah indikator terjadinya ovulasi. Menjelang ovulasi leukosit makin banyak menerobos lapisan mukosa vagian kemudian ke lumen. Selama masa luteal pada ovarian dengan pengaruh hormon progesterondapat menekan pertumbuhan sel epitel vagina.

Siklus estrus merupakan sederetan aktivitas seksual dari awal hingga akhir dan terus berulang. Panjang waktu siklus estrus pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) yaitu 4 sampai 5 hari. Siklus ini dibedakan dalam 2 tingkatan yaitu fase folikuler dan fase luteal. Fase folikuler adalah pembentukan folikel sampai masak sedangkan fase luteal adalah setelah ovulasi sampai ulangan berikutnya dimulai. Siklus estrus pada hewan berasal dari folokel graff ke korpus luteum. Siklus estrus dapat dibedakan menjadi 4 fase, yaitu :

Fase proestrus 
 Ditandai dengan adanya sel-sel epitel normal. Terjadi pembentukan folikel sampai tumbuh maksimum. Pertumbuahan folikel ini menghasilkan estrogen sehingga dinding uterus menjadi lebih tebal dan halus serta lebih bergranula. Selain itu digetahkan cairan yang agak pekat yang dinamakan cairan milk uteria. Struktur histologis epitel vagina pada fase proestrus adalah sebagi berikut :

  1. Berlapis banyak (10-13) 
  2. Stratum korneum kornifikasi aktif. 
  3. Leukosit sedikit. 
  4. Mitosis aktif. 

Fase estrus
Fase ini ditandai dengan :
  1. Adanya sel-sel epitel menanduk. 
  2. Produksi estrogen akan bertambah dan terjadi ovulasi sehingga dinding mukosa uterus akan menggembung dan mengandung sel-sel darah. 
  3. Pada fase ini folikel matang dan terjadi ovulasi dan betina siap menerima sperma dari jantan. Sel-sel epitel menanduk merupakan indikator terjadinya ovulasi. 
  4. Menjelang ovulasi leukosit makin banyak menerobos lapisan mukosa vagina kemudian ke lumen. Selama masa luteal pada ovarium dengan pengaruh hormon progesteron dapat menekan pertumbuhan sel epitel vagina.

Struktur histologis epitel vagina pada fase estrus sebagai berikut :

  1. Lapisan superficial berinti. 
  2. Struktur korneum sedikit dan melepas leukosit di bawah epitel. 
  3. Mitosis berkurang.
  4. Leukosit tidak ada. 

Fase Diestrus
Pada fase diestrus ditandai dengan adanya sel epitel normal dan banyak leukosit. .

Fase anestrus 
Fase anestrus merupakan fase istirahat jika tidak terjadi fertilisasi atau kehamilan. Ditandai dengan sel epitel normal atau sel epitel biasa dan sel epitel menanduk. Dimana lapisan epiteliumnya 4-7 dan terdapat leukosit pada lapisan luar.

Siklus Estrus
Siklus Estrus pada Reproduksi Mencit
Baca SelengkapnyaSiklus estrus
mjumani, Updated at: April 23, 2009

Rabu, 22 April 2009

Lalat buah (Drosophilla)

Tips dan Trik menjebak Lalat Buah (Drosophila)

Lalat buah (Drosophila) merupakan serangga terbang yang familiar, sering kali kita temukan di dapur sedang bergerombol mengerumuni buah atau sayuran. Lalat buah hidup dari buah yang telah masak dan hampir busuk. Tidak hanya buah, bahkan sayuran dan sisa makanan sering kali menjadi tempat yang sangat di sukainya untuk makan dan meletakan telur-telurnya.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam hal praktikum, lalat buah sering digunakan sebagai bahan praktiukm terutama masalah genetika. Topik persilangan dalam genetika banyak menggunakan lalat buah karena :
1.Mudah didapat
2.Pemeliharaan tidak terlalu sulit
3.Tidak memerlukan tempat yang luas
4.Cepat berkembang biak
Namun sering kali dalam memperoleh lalat buah agak sulit sebab lalat buah tidak dapat ditemukan disembarang tempat. Tetapi dengan menggunakan perangkap/umpan lalat buah dapat diperoleh tanpa harus bersusah payah.
Berikut tips yang bisa saya berikan untuk mempermudah anda memperoleh lalat buah :
1.Siapkan tempat, bisa berupa gelas, toples, atau botol dengan mulut agak lebar
2.Masukan umpan, pilih umpan yang sudah ranum dan pilih buah yang aromanya cukup tajam. Tidak harus buah pisang, bisa diganti dengan potongan buah nanas, pepaya, mangga, jambu biji, jeruk nipis yang dibelah dll, atau dapat pula menggunakan ampas teh.
3.Letakan perangkap (di sarankan pagi hari) di tempat yang teduh/ di pojok ruangan yang tidak ramai dan usahakan jangan di ruang tertutup
4.Pilih tempat yang tidak banyak serangga terbang yang lebih besar misalnya lalat, capung atau belalang
5.Jika di dalam ruangan jangan di letakan di tempat yang terdapat pengaruh racun serangga misalnya obat nyamuk dan pengharum ruangan
6. Setelah di tinggalkan beberapa jam bisa dilihat apakah umpan sudah banyak di kerumuni lalat buah
7.Jangan lupa sediakan plastik dan karet gelang, jika cukup banyak tinggal menutup toples atau gelas perangkap tersebut kemudian di ikat dengan karet gelang dan beri lubang kecil-kecil pada plastik tutup toples tersebut dengan menggunakan jarum agar tetap ada sirkulasi udara.
8.Jika masih ingin menggunakan perangkap bisa menyiapkan kantong plastik kecil (kantong plastik gula atau es batu), hadapkan mulut kantong plastik ke arah mulut toples atau cangkir kemudian buat agar lalat buah yang ada di dalam toples atau cangkir perangkap keluar dan masuk ke kantong plastik.
Nah mudah bukan ! selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Baca SelengkapnyaLalat buah (Drosophilla)
mjumani, Updated at: April 22, 2009

Sabtu, 18 April 2009

Lesson study

Beberapa Mata Kuliah di Prodi Biologi Kena Giliran Lesson Study

Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.
3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.
4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.
5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).
Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut:
1. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
2. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.

Metode ini kini telah diterapkan Di FKIP, misalnya pada beberapa mata kuliah di Prodi Biologi diantaranya mata kuliah Biologi Sel dan Biostatistik. Salah satu pertimbangan untuk mengikutkan mata kuliah ke dalam Lesson Study adalah banyaknya Mahasiswa yang tidak lulus atau mendapatkan nilai C. Dengan di adakanya Lesson Study di harapkan bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Baca SelengkapnyaLesson study
mjumani, Updated at: April 18, 2009

Perkembangan Embrio Ayam

Perkembangan Embrio Ayam 
HIDUP DALAM 21 HARI
(Perkembangan embrio ayam )
Salah satu hewan yang menarik untuk di pelajari adalah ayam. Ayam hewan vertebrata yang tergolong kedalam bangsa Aves. Salah satu ciri bangsa Aves adalah memiliki bulu dan berkembang biak dengan bertelur. Telur di hasilkan oleh ayam betina di dalam ovarium. Folikel-folikel akan berkembang bergiliran menjadi sebuah telur yang sebelum keluar di saluran oviduct dibungkus terlebih dahulu dengan zat kapur.
Perkembangan embrio ayam sangat menarik di pelajari, dimana dalam kurang lebih 21 hari pengeraman anak ayam siap menetas. Dengan berat embrio 0,0002 gram pada hari pertama dapat mencapai 30,21 gram pada hari ke 20.

Untuk dapat berkembang menjadi individu baru, telur ayam perlu dierami. Perkembangan embrio pada saat masa pengeraman adalah yang paling mudah diamati. Adapun beberapa tahap perkembangan embrio ayam yang dapat diamati dengan jelas adalah sebagai berikut:
a. Masa pengeraman 16 jam
Adanya pertumbuhan yang cepat akan terlihat suatu daerah lekukan yang pinggirnya bertanggul pada daerah blastodiscus. Daerah ini disebut daerah primitive embrio nantinya akan berkembang anterior dari garis ini.
b. Masa pengeraman 19-21 jam
Pada stadium ini anterior dari nodus hensen telah berkembang dari sistem syaraf yang masih berupa lekuk neural dan terbentuk lekukan kepala, anterior dari lipatan kepala terlihat bening.
c. Masa pengeraman 24-26 jam
Telah terbentuk 1 pasang somit lateral notochord, somid berikutnya akan terbentuk posterion dari yang pertama setiap jam, sedangkan lipatan kepala yang diikuti oleh pembentukan usus depan. Pada jam 35 akan terbentuk jantung yaitu dari mesoderm spandoris pada kaki, porta usus depan.
d. Masa pengeraman 33  jam
Jantung sudah mulai membelok kekanan dan sudah terbentuk 1 pasang aorta dan vena vitelina, sistem-sistem saraf juga sudah mulai berdiferensiasi.
e.  Masa pengeraman 45-50 jam
Perubahan yang sangat jelas ditentukan adalah terjadinya torsi (Harlita.2005:14).
Ayam sebagai salah satu anggota bangsa aves juga mengalami tingkat perkembangan dari telur menjadi bentuk yang terdefinisi, meliputi:
1.      Perbanyakan
2.      Blastulasi
Blastula di blastodiscus terdapat 2 bagian yaitu:
a.       Area pellucid (bagian tengah) diatas blastocoels
b.      Area Opaca (bagian yang dibawahnya terdapat yolk)
c.       Epiblash (bagian luar) à selaput ekstraembrional untuk melindungi dan memberikan makan embrio adalah penebalan yang mula-mula terlihat dibagian tengah posterior dan area pellucid, terjadi karena imigrasi sel-sel dari bagian lateral dari epiblast posterior menuju ketengah (Yatim.1990:115).
3. Gastrulasi
 Pada saat gastrulasi embrio dilapisi oleh 3 lapisan benih masing-masing: ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Pada saat inkubasi terbentuk:
ü  Pipa ectoderm àakan menghasilkan jaringan epitel sebelah luar tubuh, kulit epidermis dan derivatnya yang terdiri dari bahan tanduk, kuku, dll.
ü  Pipa mesoderm àmenghasilkan banyak jaringan dan otot-otot lurik, otot polos dan otot jantung. Jaringan penunjang dan jaringan pengikat juga merupakan derivate dari mesoderm. Pipa bagian atas mesoderm membentuk otot daging tubuh columa vertebralis dan menggantikan notochord, sel rusuk, tulang tengkorak dan tulang muka. Pipa bagian tengah menghasilkan ginjal, gonad, dan saluran. Pipa bagian bawah menghasilkan bagian dermis kulit, otot subsitis, dll.
ü  Pipa Endoderm àmenjadi lapisan terdalam dan saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar misalnya hati penkreas tumbuh dan pipa endoderm paru-paru berasal dari penonjolan ventral endoderm didaerah pharink.
ü  Pipa syaraf àmenjadi otak di anterior (caput) dan medulla spinalis ditengah dan di posterior. Saluran dengan pipa dan mempunyai cara centralis pada batang saraf pada otak.
ü  Notochord àberkembang menjadi batang belakang (Jungudia.1950:256)

4. Tubulasi (pembentukan pipa-pipa)

5.      Diferensiasi
Penebalan menyempit membentuk garis primitive dari posterior dan anterior sepanjang 60-75% area pellucid sumbu anterior dari embrio nantinya membentuk lekukan primitive fungsinya seperti bibir blastophorus pada katak, dimana terjadi modulasi dari sel kedalam blastocoels ujung anterior garis primitive ditemukan tonjolan yang disebut nodus Hansen yang sama dengan bibir blastophorus. Sel yang bermigrasi melalui nodus hensen bergerak kearah anterior adalah sel mesoderm yang akan membentuk notochord. Sel yang bermigrasi melalui lateral garis primitive akan membentuk mesoderm dan endoderm embrio.
 


Baca SelengkapnyaPerkembangan Embrio Ayam
mjumani, Updated at: April 18, 2009

Kamis, 16 April 2009

Hutan Gelam


Hutan Galam (Malaleuca cajaputi Powell ) di Kalsel Terdesak Konversi Pertanian
Ekosistem hutan galam yang unik di Kalimantan Selatan hingga kini makin menipis dan terus terancam konversi lahan untuk pertanian dan permukiman. Padahal, kayu galam merupakan komoditas penting di Kalsel untuk bahan utama fondasi rumah di lahan rawa-rawa.
Pantauan di berbagai kawasan rawa di Kalsel, kawasan rawa-rawa di pinggiran Kota Banjarmasin yang dulu berupa hutan kini sudah menjadi areal terbuka. Di berbagai lokasi yang dulu termasuk pedalaman kini sudah bertebaran perumahan yang dibangun oleh pengembang.
Di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, misalnya, yang dulu identik dengan hutan gambut yang ditumbuhi kayu galam kini sudah hampir tidak ditemukan lagi. Areal terbuka di hutan gambut dan rawa-rawa telah membuat daerah tersebut selalu terbakar jika kemarau dan selalu tergenang banjir jika musim hujan.
Hingga kini eksploitasi kayu galam di hutan-hutan rawa-rawa dan gambut terus berlangsung marak karena galam merupakan satu-satunya kayu yang andal untuk dibuat fondasi di daerah berair.
"Musim hujan dan banjir seperti ini justru dimanfaatkan warga untuk menebang kayu galam dari hutan. Mereka memanfaatkan ketinggian air banjir untuk menarik kayu dari hutan ke sungai," ujar Suhariyono, warga Kuripan Barito Kuala.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Barito Kuala Iwan Hernawan menjelaskan, galam merupakan komoditas penting Kabupaten Barito Kuala dan hingga kini Barito Kuala masih menjadi produsen utama. Namun, dia akui kini kayu galam mulai langka. "Sekarang susah untuk mencari galam ukuran besar dan lurus," ujarnya.
Eksploitasi di luar hutan
Di Barito Kuala eksploitasi galam diatur hanya untuk kawasan di luar hutan. "Ada 17 perusahaan yang ditunjuk menjadi pengumpul kayu galam ini dan semua produksi kayu galam legal di Barito Kuala dipungut retribusi untuk pendapatan asli daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2000," ujarnya memaparkan.
Di Barito Kuala galam tumbuh di berbagai areal, termasuk di pekarangan rumah warga. Karena itu, pemerintah tidak mungkin mengendalikan eksploitasi galam karena tanaman tersebut sudah seperti tanaman perkebunan yang bisa hidup di sembarang tempat.
Pihaknya menganjurkan warga masyarakat agar menanam kembali hutan galam untuk mengimbangi penebangan.
Produksi kayu galam di Barito Kuala per tahun mencapai 20.000 meter kubik sehingga menjadikan kabupaten itu sebagai penghasil galam terbesar di Kalsel. Walaupun galam merupakan salah satu bahan baku utama pembangunan rumah di Kalsel, hingga kini kelestariannya terabaikan.
"Musuh utama masa depan kayu galam adalah konversi lahan untuk pertanian dan permukiman," ujar Iwan menambahkan. Pemerintah tidak bisa melarang konversi itu karena memang lahan galam yang dikonversi merupakan hak milik warga.
Akibat hutan rawa habis
Sementara itu, banjir susulan kembali melanda Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, kawasan penyangga Kota Banjarmasin yang selama ini dikenal sebagai "bekas" hutan rawa-rawa dan gambut. Kawasan rawa yang kini dipadati dengan permukiman penduduk dan menjadi ruas utama Provinsi Kalsel itu tergenang banjir beberapa hari terakhir ini karena kiriman air dari arah hulu.
Di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, Rabu, perumahan di sisi utara jalan utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kota Banjarbaru tersebut kini mulai terendam banjir. Beberapa sekolahan di daerah itu pun tergenang halamannya.
Tahun ini kawasan tersebut memang belum dilanda banjir besar-besaran seperti setahun lalu. Warga menuturkan, sebenarnya hujan di sekitar kawasan gambut tersebut tidak terlalu deras. Namun, karena air gambut dan rawa-rawa yang sudah rusak mudah jenuh oleh air, maka hujan yang tak seberapa pun mudah menggenangi permukiman di sekitarnya. (amr) Dikutip dari harian Kompas edisi Kamis, 12 Mei 2005.
Baca SelengkapnyaHutan Gelam
mjumani, Updated at: April 16, 2009

Selasa, 14 April 2009

Siklus Estrus

Daur Estrus ( Siklus Estrus)
Meski perubahan yang terjadi tidak sesignifikan di uterus dan cervix, dinding vagina juga memperlihatkan perubahan-perubahan yang terjadi secara berkala (periodik). Pada fase folikuler di dalam ovarium, estrogen merangsang epitel vagina aktif bermitosis dan mensintesis glikogen sehingga lapisan mukosa vagina menjadi lebih tebal menjelang ovulasi dan lumen vagina banyak mengandung glikogen. Penebalan epitel lapisan mukosa disertai dengan proses penandukan atau kornifikasi dan kemudian mengelupas.

Dengan ditemukannya sel epitel menanduk pada preprat apus vagina, adalah indikator terjadinya ovulasi. Menjelang ovulasi leukosit makin banyak menerobos lapisan mukosa vagian kemudian ke lumen. Selama masa luteal pada ovarian dengan pengaruh hormon progesterondapat menekan pertumbuhan sel epitel vagina.

Siklus estrus merupakan sederetan aktivitas seksual dari awal hingga akhir dan terus berulang. Panjang waktu siklus estrus pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) yaitu 4 sampai 5 hari. Siklus ini dibedakan dalam dua tingkatan yaitu fase folikuler dan fase luteal. Fase folikuler adalah pembentukan folikel sampai masak sedangkan fase luteal adalah setelah ovulasi sampai ulangan berikutnya dimulai. Siklus estrus pada hewan berasal dari folokel graff ke korpus luteum.


Siklus estrus dapat dibedakan menjadi 4 fase, yaitu : Ditandai dengan adanya sel-sel epitel normal. Terjadi pembentukan folikel sampai tumbuh maksimum. Pertumbuahan folikel ini menghasilkan estrogen sehingga dinding uterus menjadi lebih tebal dan halus serta lebih bergranula. Selain itu digetahkan cairan yang agak pekat yang dinamakan cairan milk uteria. Struktur histologis epitel vagina pada 


Fase proestrus adalah sebagi berikut :

  1. Berlapis banyak (10-13) 
  2. Stratum korneum kornifikasi aktif. 
  3. Leukosit sedikit. 
  4. Mitosis aktif. 


Fase estrus.

  1. Fase ini ditandai dengan
  2. adanya sel-sel epitel menanduk. 
  3. Produksi estrogen akan bertambah dan terjadi ovulasi sehingga dinding mukosa uterus akan menggembung dan mengandung sel-sel darah.
  4. Pada fase ini folikel matang dan terjadi ovulasi dan betina siap menerima sperma dari jantan. Sel-sel epitel menanduk merupakan indikator terjadinya ovulasi. 
  5. Menjelang ovulasi leukosit makin banyak menerobos lapisan mukosa vagina kemudian ke lumen. Selama masa luteal pada ovarium dengan pengaruh hormon progesteron dapat menekan pertumbuhan sel epitel vagina.  

Struktur histologis epitel vagina pada fase estrus sebagai berikut :
Lapisan superficial berinti.
Struktur korneum sedikit dan melepas leukosit di bawah epitel.
Mitosis berkurang. Leukosit tidak ada.
Fase Diestrus
Pada fase diestrus ditandai dengan adanya sel epitel normal dan banyak leukosit.
Fase anestrus
Fase anestrus merupakan fase istirahat jika tidak terjadi fertilisasi atau kehamilan.
Ditandai dengan sel epitel normal atau sel epitel biasa dan sel epitel menanduk.
Dimana lapisan epiteliumnya 4-7 dan terdapat leukosit pada lapisan luar.


Artikel terkait : Siklus Estrus
Baca SelengkapnyaSiklus Estrus
mjumani, Updated at: April 14, 2009

Jumat, 03 April 2009

Akasia


Akasia

Akasia adalah tanaman yang banyak di jumpai baik di dataran tinggi maupun rendah. Selain berguna sebagai tanaman pelindung umumnya juga digunakan sebagai bahan bangunan terutama di masa sekarang dimana kayu hutan sudah sangat dibatasi penggunaannya. Salah satu jenis yang sering di jumpai adalah Acacia auriculiformis.

Ada beberapa jenis Akasia antara lain yang berdaun kecil dan berdaun lebar. Bunga Akasia berwarna kuning atau putih-kekuningan. Bersifat alergen atau dapat menyebabkan alergi pada manusia. Tanaman ini banyak di gunakan sebagai tanaman pelindung atau peneduh walaupun  sebenarnya sudah tidak di anjurkan lagi karena dapat menimbulkan bahaya alergi pada manusia terutama serbuk sarinya.

Penyebaran Akasia dibantu oleh angin yang menerbangkan bijinya, bijinya yang ringan sering kali mudah tertiup angin namun tidak begitu jauh dari pohon induk, peyeberan lainnya kemungkinan di bantu oleh binatang. 
Baca SelengkapnyaAkasia
mjumani, Updated at: April 03, 2009

Banta (Leersia hexandra)


Rumput Banta 


Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Leersia
Spesies: Leersia hexandra Sw.


Banta merupakan gulma dalam pertanian, untuk pembahasan lebih jelas tentang gulma bisa link ke alamat berikut http://pertanian.blogdetik.com/2009/02/28/klasifikasi-gulma
Baca SelengkapnyaBanta (Leersia hexandra)
mjumani, Updated at: April 03, 2009

Perupuk atau gelagah


Perupuk atau parupuk

Gelagah (Phragmites karka) mirip seperti alang-alang, merupakan jenis rumput yang tingginya bisa mencapai 5 meter. Tersebar pada banyak lokasi di Suaka Margasatwa Muara Angke. Vegetasi Gelagah menjadi tempat mencari makan dan berlindung yang ideal bagi Bubut jawa (Foto diambil di Suaka Margasatwa Muara Angke, 30/06 2007).
Baca SelengkapnyaPerupuk atau gelagah
mjumani, Updated at: April 03, 2009
 

mjumanion