Minggu, 02 Juli 2017

Syifa Adinda Negara, Gadis Cantik Yang Fasih 9 Bahasa

Mjumani.net - Syifa Adinda Negara, gadis candik berdarah Makasar ini mulai menyita perhatian jagat maya tidak hanya karena berparas cantik dengan balutan hijabnya tetapi juga karena multi talentanya.  Menyanyi, Acting, Menulis Cerita, Pidato, dan Puisi, adalah beberapa bakat yang dimiliki gadis  jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran angkatan 2014 tersebut. 
Foto-foto Syifa adinda negara
Syifa Adinda Negara

Syifa Adinda Negara
Syifa Adinda Negara

Prestasi Adinda Negara  baru-baru ini yaitu berhasil menjadi juara 3 Lomba Baca Berita Festival Timur Tengah UI 2017. Selain itu, melalui akun youtubenya Adinda Negara, Ia juga memperlihatkan video dengan 9 bahasa yaitu Bahasa Inggris, bahasa Korea, Spanyol, Jerman, Prancis, Arab, Jepang, Rusia, dan Indonesia.
Foto-foto Syifa Adinda Negara
Syifa Adinda Negara
Biodata dan Profil Syifa Adinda Negara di himpun dari berbagai sumber

Nama : Syifa Adinda Negara
Panggilan : Syifa, Negara, Dinda
Tanggal Lahir : 17 Maret 1997
Ayah : Achmad Surya Negara
Ibu : -
Twitter : Adindanegara
Youtube : Adinda Negara
Saudara : 1. Muhammad Al-Ghifari Negara, 2. Najwa Shaqinah Negara.
Bakat : Menyanyi, Acting, Menulis Cerita, Pidato, dan Puisi, serta menguasai 9 bahasa (saat ini)

Adinda Negara Foto
Syifa Adinda Negara
Ada sedikit penasaran tentang nama gadis cantik yang juga pernah menjadi anggota Homey Korean Language & Culture Community (HKLCC) ini, yaitu kata "Negara" yang merupakan nama keluarga. Ternyata, nama tersebut adalah pemberian sang kakek untuk sang ayah. Rupanya ketika itu kakek Adinda terinspirasi nama sebuah jalan  yaitu jalan "Surya Negara", sewaktu beliau dinas di Kalimantan (kemungkinan Kalimantan Barat, mungkin dek Dinda bisa klarifikasi hehe ). Nama ayah Dinda adalah Achmad Surya Negara. Itulah cerita asal-usul kata "Negara" yang menjadi nama belakangnya dan juga melekat pada saudara dan saudarinya.

Baca SelengkapnyaSyifa Adinda Negara, Gadis Cantik Yang Fasih 9 Bahasa
mjumani, Updated at: Juli 02, 2017

Gara Gara "Uang Rokok" Puncak Hoza di Tutup

Puncak Hoza, salah satu tujuan wisata di Desa Kampung Yaman Aek Natas Labuhanbatu Utara akhirnya harus tutup karena "uang rokok".  Puncak Hoza adalah salah satu tempat wisata yang mengadopsi spot-spot seperti di Bukit Mojo Gumelem, Jogja.  Lokasi ini di kenal pula dengan Puncak Pamingke, Bukit Gundul, Puncak Padang Lompong, Bukit Kampung Yaman atau Bukit Telkom.
alasan puncak hoza tutup
Puncak Hoza tutup

Objek wisata dengan menghadirkan spot-spot selfie belakangan memang cukup ramai di hadirkan. Tidak hanya relatif murah meriah, tujuan wisata seperti ini juga di sebut kekinian atau sesuai dengan selera anak muda yang umumnya memang hobi berselfi. Di Kalimantan Selatan, tujuan rekreasi seperti ini juga ada di kota Kandangan, tepatnya di Bukit Halinjuangan dan Puncak Palawan

Sayangnya sebagai tempat wisata rintisan, banyak faktor dan masalah yang kerap di alami pengelola dalam mengembangkannya, salah satu yang cukup krusial adalah preman dan pungli. Masalah ini pula yang akhirnya membuat pengelola Puncak Hoza akhirnya menutup sementara wahana rekreasi tersebut karena belum mendapatkan solusi atas pungli "uang rokok" yang semakin marak.

Puncak Hoza Resmi ditutup oleh pengelola per tanggal 3 Juli 2017, karena permasalahan pelik yang masih belum mendapatkan win-win solution. Pengumuman resmi yang di bagikan di halaman Laburaku juga menjawab mengapa pengunjung harus merogoh kocek lebih dalam padahal sebelumnya harga tarif masuk masih cukup terjangkau.

Berikut kutipan pengumuman di tutupnya Puncak Hoza di lansir dari halaman Laburaku.
Breaking News

Mulai Besok, 03 juli 2017 Puncak Hoza ditutup
Permohonan maaf disampaikan oleh pihak pengelola Puncak Hoza kepada Laburaku dan seluruh pengunjung karena dengan berat hati harus menutup lokasi wisata Puncak Hoza yang lagi hits-hitsnya di Labura, juga mohon maaf atas ketidaknyamanan pengunjung selama di Puncak Hoza.
Permasalahannya bermula dari banyaknya permintaan "uang rokok" yang ada.
Setelah itu muncul beberapa permasalahan lahan parkir, hingga pengelola meminta bantuan kepada kepala desa untuk menengahi dan mencari solusi. Belum selesai masalah, muncul lagi pihak yang lain meminta "uang rokok" kepada pengelola.
Hingga akhirnya sebelum lebaran pengelola meminta saran bagaimana jika dibuat tiket terusan. LaburaKu mendukung dan membantu membuatkan design tiketnya. Tiket selesai "uang rokok" semakin ramai, pengelola sangat menyesalkan kutipan thd para pengunjung. Hingga meminta bantuan kembali kepada kepala desa Kampung Yaman. Pengelola dengan berat hati meng iyakan hasil pertemuan, yaitu dua kali sistem pembayaran. Tiket yang tadinya sudah dicetak diambil alih oleh pemuda setempat di bawah komando Kades, dan memperkerjakan para pemuda setempat untuk ikut sebagai panitia Puncak Hoza. Namun, pihak pengelola diminta kembali melakukan pungutan di atas wahana, sebab tiket dibawah hanya digunakan untuk menggaji para pemuda setempat yang ikut bekerja.
Pengelola mengaminkan sembari berfikir bahwa ini akan menjadi lahan kebaikan dengan memberi ruang pekerjaan bagi warga walau harga tiket masuk semakin mahal, pengunjung terpaksa membayar dua kali, di bawah 15.000 untuk tiket masuk lokasi dan parkir, pengelola terpaksa meminta kembali kutipan 15.000 untuk foto di semua wahana.
Sampai disitu, pada lebaran H+2 dan H+3, "uang rokok" pun masih ada kepada pihak pengelola, namun pengelola masih mendapat keuntungan dari omset yang ada. Tetapi H+4 lebaran dan seterusnya omset menurun, tapi "uang rokok" tetap ada.
Ternyata kebijakan aparat desa untuk merangkul semua PS dan preman tidak berjalan dengan baik. Karena toh juga mereka meminta uang rokok ke pihak pengelola, padahal mereka sudah mendapat gaji atas peran ikut di panitia. Alhasil pengelola asik membayar "uang rokok" hingga tak lagi mendapat hasil.
H+7 lebaran, pengelola mengatakan akan menutup Puncak Hoza karena tidak tahan dengan banyaknya "uang rokok". Akhirnya pengelola memutuskan menutup sementara Puncak Hoza pada 03 juli 2017 dan akan membongkar seluruh wahana. Puncak Hoza akan dibuka kembali pada agustus nanti, pengelola sedang melakukan perbaikan wahana dan management agar kejadian serupa tidak terulang, semua demi kenyamanan pengunjung. Pengelola juga mengharapkan pemerintah dan dinas terkait mau memperhatikan dan membantu mencari solusi untuk mewujudkan lokasi wisata yang nyaman demi kemajuan Labura.
Sekarang sudah tahu kan mengapa Tiket masuk ke Puncak Hoza mahal???
Sangat disayangkan sekali kejadian ini, potensi yang kita bangun bersama harus tercederai oleh pihak yang tak sadar dan egois atas keinginannya sendiri. Warga yang berkreasi tak didukung bahkan di gerogoti.
Kami dari LaburaKu mengecam kejadian ini, semoga pihak yang meminta "uang rokok" ini sadar dan diberi hidayah Tuhan Yang Maha Esa.
sumber: pengelola Puncak Hoza.
Mari terus sadar pentingnya kenyamanan pengunjung, pentingnya mendukung potensi yang ada di Labura.
Rencananya, Puncak Hoza akan di buka kembali pada Agustus 2017 mendatang. 


Baca SelengkapnyaGara Gara "Uang Rokok" Puncak Hoza di Tutup
mjumani, Updated at: Juli 02, 2017

Video : Kawah Sileri Meletus, Belasan Wisatawan Panik

Letusan Kawah Sileri Gunung Dieng di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah mengagetkan belasan wisatawan yang berada di sekitar kawah tersebut, Minggu (2/7) sekitar pukul 12.00 Wib. 
video kawah sileri meletus
Gunung Dieng, Kawah Sileri Meltus

Letusan bertipe freatik tersebut disertai dengan material lahar dingin, lumpur, dan asap yang membumbung hingga mencapai 50 meter akibat di picu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan.


Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, material letusan mengenai wisatawan yang saat itu berada di sekitar Kawah Sileri. Ada sekitar 17 orang yang saat itu berada di sekitar lokasi ketika Kawah Sileri Gunung Dieng meletus.


Sebanyak 17 orang yang berada di sekitar Kawah Sileri tersebut adalah:

1. Mirotun (30), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

2. Ayu Nur Aeni (10) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

3. Muzaefah (32) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

4. Haromi (55) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

5. Heti Handayani (13) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

6. Nur Holisoh (24) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

7. Zulfa Yanti (9) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

8. Badru Utamam (37), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan luka lecet di kaki.

9. Moh Fidsa Aswa Muzafar (2) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan luka lecet di atas telinga sebelah kiri dan lengan kanan.

10. Muh Zahromi (50) Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

11. Mutamimah (31), swasta, alamat sda, tdk ada luka.

12. Siti Hudifah (30) alamat sda, tdk ada luka.

13. Muainah, 44 th, islam, alamat Ds. Kauman Rt Kec. Peninggaran Pekalongan luka yg dialami patah tertutup lengan sebelah kiri (akan dirujuk ke Pekalongan).

14. Toyibah, 50 th, alamat sda, tdk ada luka/kaget.

15. Nurbaiti, 12 th, alamat sda, tidak ada luka/kaget.

16. Cucu Nofalia, 26 th,alamat sda, luka tdk ada/sesak napas.

17. Ika Setiyani, 25 th, alamat sda, luka sobek dikepala belakang sebelah kiri.

sumber : www.jambi-independent.co.id

Belum ada laporan korban meninggal dunia akibat peristiwa alam ini. Namun di kabarkan sekitar 10 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan kepuskesmas setempat. Akibat letusan ini, kawasan tersebut untuk sementara di tutup untuk umum.
Baca SelengkapnyaVideo : Kawah Sileri Meletus, Belasan Wisatawan Panik
mjumani, Updated at: Juli 02, 2017

Sampul Buku Bergambar Tidak Pantas Beredar di Kendari

Mjumani.net - Sampul buku yang dinilai bergambar tidak pantas beredar di Kendari ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Cover buku berbahan kertas berwarna coklat tersebut menunjukan gambar yang dianggap tidak layak untuk sebuah kertas sampul terlebih jika digunakan untuk keperluan sampul buku anak-anak. Tidak hanya gambarnya yang di anggap dapat merusak moral anak bangsa, kata-kata yang tercetak pada sampul tersebut juga di sinyalir tidak memotivasi anak-anak selayaknya kebanyakan sampul yang mencantumkan peribahasa atau kata-kata yang mengandung nasihat.

sampul buku bergambar tidak pantas
Sampul Buku Foto doc Asminar


Sampul buku bergambat tidak "senonoh" ini pertama kali di unggah oleh pemilik akun sosial media Facebook Asminar, Sabtu (1/7/2017) malam. Dalam statusnya tersebut, Asminar mengunggah dua gambar sampul buku yang memperlihatkan gambar pada bagian depan seorang anak yang sedang belajar dengan seorang yang di duga ibu guru yang berpakaian kurang sopan dan terlihat seperti menonjolkan bagian dada. 
sampul buku kertas bergambar tidak pantas
Sampul buku pelajaran berbahan kertas yang di anggap bergambar tidak pantas
foto doc Asminar

Kelihatannya sepele...tp efeknya berbahaya.sore td jalan2 ke toko ATK yg terkenal di daerah kendari.tmni kk acha beli buku n perlengkapan sklhnya.seperti biasa yang di beli buku tulis,perlengkapan tulis,plus sampul buku n plastik pembungkus buku biar bukunya bersih.tadinya nyari sampul buku yg polos tanpa gbr.tp gak ada.si mbak pelayan toko lalu nunjukin sampul yg sdh tergulung n terbungkus plastik.nampak sy lht gbr belakang sampul itu jadwal pelajaran.kata mbak nya ini isi nya 10 lembar bu.ya udah lgsg sy ambil trus bergegas pulang krn udah mau magrib.jam 8 mlm....nyantai sambil sampul2 buku kk acha yg td dibeli.awalnya sih gak ngeh....krn serius gunting2 n isolasi.pas tersadar...Astagfirullah.....ini sampul gambarnya apa???Tulisannya juga apa???baru sadar dengan Tulisanx...ini mksdnya apaaa???#pelajarannya ya harus ekstra teliti....apalagi buat anak2 kita tercinta.buat bunda2 yg di kendari hati2 ya beli sampul bukunya....sampul yg sama stoknya msh byk tadi.sdh tergulung manis jadi bunda gak akan ngeh klo gbr n tulisan bagian depanx gak masuk akal..., Tulis Asminar dalam statusnya.
Status ini sendiri telah di respon lebih dari dua ribu orang dan telah di bagikan lebih dari 4 ribu kali dengan ribuan komentar. Banyak isi dari komentar tersebut menyayangkan sampul buku tersebut beredar di masyarakat seperti yang di tulis Cahya Fitrahadi, "Astagfirullah semakin lama kok semakin parah aja, diam2 nyelipin hal yg vulgar ke generasi bangsa yg masih belia dan polos." Namun ada juga yang menanggapi gambar tersebut biasa, seperti komentar yang di tulis oleh Farhan Pratama, Juniansyah, "Kalo dibawahnya ada tulisan. Category : School, Student, MILF, Big T**s. Baru itu negatif. Yang salah pikiran penafsirnya .. kalo otaknya sudah negatif maka negatiflah semua."


Baca SelengkapnyaSampul Buku Bergambar Tidak Pantas Beredar di Kendari
mjumani, Updated at: Juli 02, 2017
 

mjumanion