Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Belajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

Instrumen Penilaian Sikap Kurikulum 2013 (K13)

Contoh Instrumen Penilaian Sikap Kurikulum 2013 (K13)
Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri (self assessment), penilaian antarpeserta didik (peer assessment), dan jurnal. Instrumen observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik  berupa daftar cek (check list) atau skala penilaian (rating scale) disertai rubrik.  Rubrik adalah daftar kriteria yang menunjukkan kinerja, aspek yang akan dinilai, dan gradasi mutu. Jurnal berupa catatan guru tentang kekuatan, kelemahan, sikap dan perilaku peserta didik di dalam dan di luar kelas .

Contoh Kriteria Semangat Belajar

KRITERIA
INDIKATOR
Sangat Baik (SB)
Selalu bersemangat dalam belajar bahasa Inggris – Sudah konsisten
Baik (B)
Sering menunjukkan semangat dalam belajar bahasa Inggris – Mulai konsisten
Cukup (C)
Kadang-kadang menunjukkan semangat dalam belajar bahasa Inggris – Belum konsisten
Kurang (K)
Tidak pernah bersemangat dalam belajar bahasa Inggris – Tidak konsisten

Komponen penilaian sikap menyesuaikan dengan tuntutan KD yang ada, misal dalam kompetensi
Dasar 2.1 Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam melaksanakan komunikasi interpersonal dengan guru dan teman.

Contoh Rubrik Rinci Sikap Santun
No
Aspek Pengamatan
Muncul/dilakukan
SB
B
C
K
1
Menghormati orang yang lebih tua




2
Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain




3
Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat




4
Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat teman




5
Menerapkan 3 S (salam, senyum, sapa) saat bertemu orang lain




PROFIL SIKAP SANTUN
  


Hasil-Hasil observasi penilaian sikap selanjutnya di olah untuk mendapatkan profil sikap secara umum.

Contoh Hasil Observasi Penilaian Sikap

No
Nama
Kriteria Sikap
Profil sikap secara umum
Semangat Belajar
Santun
Peduli
1
Adi
B
B
C
B
2
Budi
B
B
B
B


Komponen penilaian sikap yang kedua setelah Observasi adalah Penilaian Diri, dari empat komponen penilaian sikap, penilaian diri dan penilaian antar peserta didik adalah instrumen yang di isi oleh peserta didik, sebaliknya Observasi dan Jurnal di isi oleh Tenaga Pendidik (guru).

Contoh Check List Penilaian Diri (Self assessment)
NO
PERNYATAAN
YA
TIDAK
1
Pembelajaran Biologi menyenangkan bagi saya
2
Saya tidak pernah menyontek pada waktu ulangan dan ujian
3
Saya tidak berminat menjadi ahli hewan
4
Saya menyukai tumbuhan

Contoh Instrumen Penilaian Antar Peserta Didik

No
Perilaku/sikap
Muncul/dilakukan
SB
B
C
K
1
Mau menerima pendapat teman




2
Tidak memaksakan kehendak




3
Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4
Sabar menunggu giliran berbicara
5
Santun dalam berargumentasi
Profil sikap
  

Keterangan :
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang


Contoh Jurnal

Mata Pelajaran          : Biologi
Nama Peserta Didik  : Agus Prasetyo
Kelas/Tahun Pelajaran         : X / 2013-2014
No
Waktu
Kejadian/perilaku
+/-
Tindak Lanjut
1
Senin, 3 Febr.2014 Pk. 09.10
Meninggalkan laborato- rium tanpa membersih-kan meja dan alat-alat yang sudah dipakai




-
Dipanggil untuk membersihkan meja dan alat-alat yang sudah dipakai. Dilakukan pembinaan
2
Senin, 10 Febr.2014
Pk. 08.30

Melaporkan bahwa dia memecahkan tabung reaksi tanpa sengaja sewaktu melakukan praktikum





+
Diberi apresiasi karena kejujurannya. Diingatkan agar lain kali lebih berhati-hati

3.
dst..
dst..
dst..
dst..

Baca SelengkapnyaInstrumen Penilaian Sikap Kurikulum 2013 (K13)
mjumani, Updated at: November 01, 2014

Rabu, 10 Oktober 2012

Sinematografi Dalam Dunia Pendidikan

Sinematografi Dalam Dunia Pendidikan sebenarnya cukup menarik untuk diaplikasikan sayangnya saat ini mungkin hanya sedikit sekolah yang menerapkannya sebagai salah satu sarana penunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).
 
Film Negeri 5 Menara
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage) (belajarnge.blogspot.com).

Lahirnya Film seperti Laskar Pelangi sebenarnya merupakan angin segar karena film ini bisa menjadi bahan tontonan yang baik bagi peserta didik untuk meningkatkan kualitas moral dan menanamkan kecintaan terhadap seni dan kebudayaan. Tidak hanya film Laskar Pelangi, Film Negeri 5 Menara juga bisa menjadi tontonan berbobot bagi peserta didik.

Pengembangan dan aplikasi Sinematografi dalam dunia pendidikan diharapkan bisa menjadi titik awal perubahan cara pandang prestasi peserta didik yang saat ini cenderung berpatokan pada angka-angka atau nilai kognitif semata. Padahal prestasi peserta didik tidak hanya bisa di lihat dari angka-angka atau nilai rapot semata. 

Saat ini merupakan hal yang lumrah jika anak mendapatkan nilai 9 untuk mata pelajaran Matematika adalah anak yang pandai tetapi sangat jarang yang di tanyakan adalah nilai Agama atau PKn nya. Sehingga yang sering kali muncul adalah setiap orang menginginkan anaknya seperti Eeinstein, padahal di tengah kemerosotan moral yang semakin mewabah sekarang ini justru pengembangan moral dan akhlak jangan sampai di kesampingkan.
Baca SelengkapnyaSinematografi Dalam Dunia Pendidikan
mjumani, Updated at: Oktober 10, 2012
 

mjumanion