Jumat, 09 Januari 2015

Ordo Serangga dan Contohnya

Klasifikasi Ordo Serangga dan beberapa contoh hewannya 

a. Ordo Orthoptera (bangsa belalang)
Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.
Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.
jenis-jenis belalang kayu
Belalang Kayu/Belalang Sembah Coklat

Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).

Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :
- Kecoa (Periplaneta sp.)
- Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)
- Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

b. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding
Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain.

Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli.

Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya.
Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah :
- Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)
- Kepik hijau (Nezara viridula L)
- Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

c. Ordo Homoptera (wereng, kutu dan sebagainya)
Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.
Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.
Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.
Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.

Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :
- Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)
- Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)
- Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).

d. Ordo Coleoptera (bangsa kumbang)
Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.
Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.
Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.
Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala.
Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)
- Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)
- Kumbang buas (predator) Coccinella sp.

e. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat)
Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.
Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.
Beberapa jenisnya antara lain :
- Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)
- Kupu gajah (Attacus atlas L)
- Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

f. Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk)
Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet.
Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk pengisap.
Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga bagian yaitu :
- bagian pangkal yang berbentuk kerucut disebut rostum
- bagian tengah yang berbentuk silindris disebut haustellum
- bagian ujung yang berupa spon disebut labellum atau oral disc.
Metamorfosenya sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva tidak berkaki (apoda_ biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging, namun ada pula yang bertindak sebagai hama, parasitoid dan predator. Pupa bertipe coartacta.
Beberapa contoh anggotanya adalah :
- lalat buah (Dacus spp.)
- lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F)
- lalat rumah (Musca domesticaLinn.)
- lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis).

g. Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut)

Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk.
Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli.
Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya.
Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur-> larva–> kepompong —> dewasa. Anggota famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman.
Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah :
- Trichogramma sp. (parasit telur penggerek tebu/padi).
- Apanteles artonae Rohw. (tabuhan parasit ulat Artona).
- Tetratichus brontispae Ferr. (parasit kumbang Brontispa).

h. Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng)
klasifikasi capung
Capung Oranye
Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.
Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.
Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga keecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi.
Baca SelengkapnyaOrdo Serangga dan Contohnya
mjumani, Updated at: Januari 09, 2015

Senin, 05 Januari 2015

Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk

Cara mudah mengatasi bekas gigitan nyamuk atau gigitan serangga secara alami ini bisa anda praktekan di rumah karena selain sangat mudah, bahannya pun mudah didapat karena berada disekitar kita. Anda pasti sering merasa kesal karena bekas gigitan nyamuk atau serangga sering kali membekas dan meninggalkan benjolan kecil atau bentol. Benjolan yang biasanya berwarna merah ini tentu semakin mengganggu jika terdapat di area terbuka misal di wajah atau tangan sehingga mengganggu penampilan.
Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk

Berikut Tips Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Secara Alami ;
Menggunakan irisan kulit kentang
Cara ini sangat sederhana, cukup tempelkan irisan kulit kentang ke bagian yang digigit serangga. Jika anda bingung irisan kulit kentang bagaimana yang dimaksud maka lihat gambar. Irisan kulit kentang yang digunakan adalah kupasan kulit kentang yang menggunakan pisau biasa. Kandungan Potasium dan vitamin C yang terkandung didalamnya akan membantu mengatasi peradangan akibat gigitan nyamuk atau serangga.
Mengatasi gigitan Nyamuk dengan kulit kentang 

Menggunakan Irisan atau Sayatan Bawang Merah
Menghilangkan bekas gigitan nyamuk menggunakan sayatan bawang merah juga sangat mudah dan alami. Cukup iris bawang merah (sebaiknya yang sudah dikupas) menjadi beberapa bagian. Nah potongan tadi tempelkan ke bekas gigitan nyamuk atau gigitan serangga. 
menyembuhkan gigitan serangga secara alami
Mengatasi Gigitan Nyamuk Menggunakan Bawang Merah

Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Menggunakan Irisan Bawang Putih
Cara yang sama untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk atau serangga seperti halnya menggunakan bawang merah. Karena baik bawang merah maupun bawang putih memiliki sifat antik bakteri.

Mengatasi Benjolan Menggunakan Lidah Buaya (Aloevera)
Lidah buaya jika di iris mengeluarkan cairan lembab (kental) yang mengandung zat Aloesin. Zat ini akan membantu mengurangi efek peradangan (benjolan) akibat gigitan nyamuk. 

Nah itulah beberapa cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk dengan mudah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat !

Baca SelengkapnyaMenghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk
mjumani, Updated at: Januari 05, 2015

Sabtu, 03 Januari 2015

Nasib Sanari, Pejuang Kemerdekaan Yang Terlupakan

Sanari, Pejuang Kemerdekaan Indonesia Yang
Nasibnya Terlunta-lunta
Sekilas tak seorangpun tau kalau orang tua dengan tubuh yang ringkih, dibalut pakaian lusuh dan sarung serta mengenakan peci hitam dengan membawa beberapa ikat sapu lidi ini adalah pahlawan yang dulu turut berjuang melawan penjajah

Sanari salah satu Pejuang kemerdekaan melawan penjajah yang kini harus hidup dibawah garis kemeskinan. Impian yang sering muncul kala usia senja adalah naik haji. Tapi bagi Sanari mimpi itu sangatlah tidak mungkin, hasil jualan sapu lidi kini ia harus tabung untuk bisa berbagi mendapatkan sesuap nasi. Mimpi yang ia rangkai kini Sanari berharap masih punya cukup waktu menabung, demi membeli kain kafan untuk bekal saat ia meninggal nanti.


Sanari hanyalah satu dari sekian banyak pejuang Indonesia yang nasibnya menyedihkan. Jika dulu mereka dengan gagah berani dan tak gentar menghadapi pasukan penjajah, kini Sanari dan kawan-kawan seakan tak berdaya menghadapi kerasnya dunia yang katanya sudah merdeka. 

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang  menghargai jasa pahlawannya" hanya tampak seperti selogan kosong manakala kita menyaksikan nasib Sanari dan kawan-kawan. Betapa arogan dan sombongnya kita yang seolah menutup mata kepada mereka yang telah mengorbankan harta benda dan bahkan nyawanya untuk mengantarkan Indonesia ke era kemerdekaan.

Foto : KCPI
Editor : Mj
Baca SelengkapnyaNasib Sanari, Pejuang Kemerdekaan Yang Terlupakan
mjumani, Updated at: Januari 03, 2015

Senin, 29 Desember 2014

Membuat Pupuk Cair Menggunakan EM4

Membuat pupuk cair sendiri menggunakan EM4 dari limbah atau sisa sayuran sebenarnya tidaklah sulit. Selain dapat memanfaatkan limbah atau sisa-sisa sayuran misalnya sayuran yang hampir busuk, atau afkir hasil olahan berupa pupuk cair dan kompos juga akan mengurangi ketergantungan kita terhadap pupuk kimia yang kurang bersahabat dengan lingkungan.
cara mengolah limbah menggunakan EM4
EM4 berbagai produk
Pembuatan pupuk cair ini sebenarnya memanfaatkan bakteri  Efective Microorganism (ada 4 mikroorganisme) yakni Lactobacilus, Sacharomyces, Acetobacter dan Bacilus untuk memproses limbah hijau tadi secara anaerob (fermentasi). Sejatinya bahan untuk pembuatan pupuk cair ini tidak hanya dari sisa sayuran tetapi bisa juga menggunakan tumbuhan hijau/rumput lainnya misal Eceng gondok, Paku air, atau tanaman dari famili Leguminoceae.


Proses Pembuatan Pupuk Cair Menggunakan EM4 caranya sebagai berikut :

Alat dan Bahan

  • Tong/Jerigen/tempat untuk menyimpan yang bisa ditutup rapat
  • pisau/alat pemotong
  • karung goni atau karung plastik yang sudah dilubangi kecil-kecil
  • limbah hijau kurang lebih 20-25 kg
  • air kelapa tua 1 liter
  • air cucian beras 1 liter
  • larutan gula merah 1/2 kg
  • EM4
  • air bersih 10 liter


  1. Siapkan bahan yang akan dibuat sebanyak kurang lebih 20-25 kg
  2. Cincang atau potong kecil-kecil sayuran atau tumbuhan hijau lainnya yang akan dibuat menjadi pupuk cair.
  3. Masukan kedalam karung goni atau karung biasa yang sudah dilubangi, tujuannya agar campuran larutan EM4 nanti bisa meresap/masuk kedalam karung.
  4. Buat larutan dengan mencampurkan air cucian beras, air kelapa tua, larutan gula merah dan em4 serta air bersih, aduk agar campuran homogen.
  5. Masukan larutan tadi dalam tong/jerigen/atau tempat lainnya, berikutnya masukan juga bahan limbah hijau yang sudah dipotong kecil-kecil dan dimasukan kedalam karung tadi.
  6. Tutup rapat wadah (tong/jerigen) tadi agar udara bebas tidak masuk karena dapat mengganggu bahkan menggagalkan proses fermentasi.
  7. Biarkan selama 10-15 hari
  8. Angkat limbah hijau yang ada didalam karung, sisa atau ampas limbah dalam karung ini bisa digunakan sebagai kompos setelah sebelumnya dikeringkan
  9. Sedangkan cairan yang ada didalam tong adalah pupuk organik cair yang bisa digunakan setelah disaring menggunakan kain terlebih dahulu.
Jika dilihat prosesnya memang terlihat rumit dan panjang, namun jika dipraktekan sebenarnya pembuatan pupuk organik cair ini cukup sederhana dan murah meriah. Harga EM4 dipasaran sekitar Rp 20.000,- per liter sedangkan bahan-bahan lainnya selain gula merah rata-rata bisa kita dapatkan secara gratis. Selamat mencoba !
Baca SelengkapnyaMembuat Pupuk Cair Menggunakan EM4
mjumani, Updated at: Desember 29, 2014

Minggu, 28 Desember 2014

Ikan Betok

Ikan Betok ( Anabas testudineus), ikan labirin dari keluarga anabantidae,bisa kita temui di Asia Tenggara. Betok mempunyai organ pernapasan tambahan berbentuk suatu rangkaian lempengan di bagian atas bilik insang yang penuh dengan pembuluh darah. Ikan ini sering pindah dari kolam ke kolam yang lainnya dengan menempuh jalan darat. Oleh karena itu ikan ini memiliki nama lain yakni ikan pejalan. Tutup insangnya berfungsi sebagai sepasang 'kaki' pada waktu melintasi daratan. Tutup insang iini memiliki duri dan direntangkannya untuk menjaga keseimbangan, sedangkan sirip dada dan sirip ekor digunakannya untuk mendorongnya maju. Ikan ini dapat hidup di luar air untuk beberapa saat dan sering dibawa-bawa oleh orang-orang setempat sebagai persediaan ikan segar.
Ikan Betok (Anabas testudineus)
Masyarakat Banjar (Kalimantan Selatan) dan Kalimantan Tengah memiliki beberapa menu masakan khas yang diolah menggunakan ikan Betok (papuyu dalam bahasa setempat). Papuyu bakar terkenal sebagai masakan yang enak dari daerah Banjarmasin. Beberapa daerah di Kalimantan Selatan khususnya di daerah Hulu Sungai, Ikan Papuyu sering diawetkan yang dikenal dengan sebutan wadi papuyu, ikan betok yang dibuang sisik, jerohan, dan insangnya dan diawetkan dengan menggunakan garam. Selain dengan cara di "wadi", ikan ini juga kerap diawetkan dengan sebutan "iwak samu" atau "pakasam", untuk membuat pakasam ini cukup mudah, berikut cara pembuatannya ;

Ikan Betok (Papuyu) yang sudah dicuci bersih ditaburi garam, kemudian didiamkan selama kurang lebih dua malam. Selanjutnya ikan tersebut dicuci dengan air bersih, barulah setelah itu dibalurkan beras (biasanya beras ketan) yang sudah disangrai. Ikan ini kemudian didiamkan selama beberapa hari ditempat tertutup agar terjadi fermentasi. "Iwak Pakasam" dapat disimpan berbulan-bulan sebagai salah satu persediaan lauk untuk makan. 


Baca SelengkapnyaIkan Betok
mjumani, Updated at: Desember 28, 2014

Nasib Pemikul Tandu Jendral Soedirman

Indonesia Sudah Merdeka?? Nanti doeloe… Jika setiap tahun para pejabat dari pemerintahan ke pemerintahan yang satunya lagi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan sangat mewah dan hidup bergelimang harta, ternyata para veteran pejuang yang dulu berjuang untuk kemerdekaan negeri ini hidup dengan memprihatinkan dan dalam keadaan miskin.
cerita pejuang-pejuang veteran yang masih hidup
Pak Djuwari, Pemikul Tandu Jendral Soedirman 

Salah satunya adalah pejuang Djuwari. Melihat sosok Djuwari, tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar, Jenderal Soedirman. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari.

Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan. Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan.

Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai.
“Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk – (Terjemahan: yang penting sudah pernah manggul Jenderal, Pak Dirman. Saya manggul dari Goliman sampai Bajulan, itu masuk Nganjuk) ,” ujar suami almarhum, Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya.

Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu Jenderal merupakan pengabdian.

Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun. Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras.

“Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman) – (Terjemahan: Dulu yang memanggul tandu Jenderal Soedirman yaa gantian, kira-kira ada 7 orang, yang ikut manggul dari Goliman yaitu Warso Dauri, Martoredjo dan Djoyo),” akunya.

Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa.

“Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarik) karo sarung – (Terjemahan: Dari Bajulan, saya dan yang pada memikul langsung kembali ke Goliman. Waktu itu jarik dan sarung),” imbuhnya.

Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya.

“Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh – (Terjemahan: Pak Dirman berpesan, hidup itu harus pada rukun, dengan tetangga, seluruh desa juga harus rukun semua),” katanya.

Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan.

Baca SelengkapnyaNasib Pemikul Tandu Jendral Soedirman
mjumani, Updated at: Desember 28, 2014

Sabtu, 27 Desember 2014

Foto-Foto Terbakarnya Pasar Klewer Beredar di Sosmed

Foto-foto terbakarnya Pasar Klewer , pasar tekstil terbesar di Kota Solo. Pasar yang letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta ini juga merupakan pusat perbelanjaan kain batik yang menjadi rujukan para pedagang dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Pasar yang terdiri dari lantai dua ini bisa menampung 1.467 pedagang dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit. Pasar Klewer tidak hanya sebagai pusat perekonomian, tetapi juga tujuan wisata dan simbol Kota Surakarta. Tidak terbayangkan bagaimana nasib pedagang yang berjualana disana, semoga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi ujian ini.
Waktu Kejadian Kebakaran Pasar Klewer, Solo
Pemadam berusaha memadamkan api


Foto terbakarnya Pasar Klewer



Foto terbakarnya Pasar Klewer

Berikut Foto kebakaran Pasar Klewer Sabtu, 27 Desember 2014 dihimpun dari twitter dan sumber lainnya.
Foto terbakarnya Pasar Klewer
Foto terbakarnya Pasar Klewer
Foto terbakarnya Pasar Klewer
Foto Terbakarnya Pasar Klewer, @soloupdate

Kumpulan Foto Terbakarnya Pasar Klewer


Baca SelengkapnyaFoto-Foto Terbakarnya Pasar Klewer Beredar di Sosmed
mjumani, Updated at: Desember 27, 2014
 

mjumanion