![]() |
| Buah Kalangkala |
Minggu, 23 Desember 2012
Buah Kalangkala (Litsea garciae)
Rabu, 08 Juli 2009
Tumbuhan langka
TANAMAN RAWA
Kembali saya mencoba memuat artikel tentang tanaman khususnya tanaman rawa, yang sebagian besar keberadaannya semakin sulit ditemukan. Lingkungan rawa memiliki pengaruh terhadap flora yang ada, sehingga lingkungan rawa memiliki flora yang khas dibandingkan daerah lainnya.
Banyak tanaman khas rawa yang tumbuh secara alami tanpa di budidayakan seiring perkembangan waktu mulai hilang oleh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan pertanian, perkebunan, pemukiman maupun ekplorasi. Dengan adanya informasi mengenai potensi tanaman-tanaman tersebut diharapkan akan dapat membantu mencegahnya dari kepunahan. Sebagian tanaman yang disebutkan dibawah ini adalah tanaman khas Kal-Sel yang semakin rawan keberadaanya.
DURIAN
a. Determinasi.
Durian tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Bombacales, Famili Bombacaceae, Genus durio dan Spisies Durio zibethinus L, Jumlah kromosom 56.
b. Morfologi.
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10-30 m. Percabangan cukup banyak. Daun tunggal ( folium simplex), bertulang daun menyirip, bertangkai, memanjang (oblungos), pangkal daun membulat (obtusus) dengan ujung meruncing (acuminatus). Mahkota bunga berwarna putih kuning, dengan benangsari yang banyak. Buah berbentuk bundar atau agak lonjong, tertutup rapat oleh duri tempel. Buah membuka mulai dari ujung, dengan 5 sampai 6 katup. Daging buah berwarna putih hingga putih kekuningan, berbau tajam. Biji berwarna coklat muda, bersifat rekalsitran. Dalam 100 gram daging buah mengandung 60 gram air, 28,3 gram karbohidrat, 2,5 gram protein, 2,5 gram lemak, 60,1 mg kalium, 20 mg kalsium, 57 mg vitamin C, tiamin dan riboflavi masing-masing hanya di bawah 1 mg.
c. Kerabat-Kerabat durian
Papaken (Durio kutujensis) Papaken yang mempunyai nama lain yaitu lai, tergolong durian yang berumur genjah, pada umur 5 tahun kerabat durian ini sudah mulai berbuah. Pertumbuhan tanaman tidak terlalu tinggi. Buah berbentuk bulat, berwarna hijau sampai hijau kekuningan. Kulit buah yang masak berduri agak lunak dan mudah dibelah. Rasa daging buahnya manis dan empuk, berwarna kuning emas dan beraroma kurang menyengat, kurang alkoholik. Biji berwarna kuning kecoklat-coklatan. Karena populasinya dialam sudah berkurang, tanaman ini tergolong dari 40 jenis tumbuhan langka di
Mantuala (Durio, sp).
campuran, berumah satu. Buah tergolong buah buni, berbentuk buat sampai bulat memanjang, daging buah berwana kuning muda sampai jingga, ada yang berserabut dan tidak. Biji batu berdinding tebal. Kerabat durian ini dicirikan dengan adanya lekukan pada tiap sekat (katup) buahnya. Daging buah berwarna jingga, tebal, manis, beraroma kurang menyengat, kurang alkoholik, berbiji coklat. Buah yang muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning muda kalau sudah masak.
HAMPALAM
a.Determinasi
Hampalam tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Anacardiales, Famili Anacardiaceae, Genus mangifera dan Spesies Mangifera indica L.
b. Morfologi
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi dapat mencapai 30 m. Percabangan cukup banyak. Daun tunggal ( folium simplex), bertangkai, menyirip, bentuk memanjang, dengan ujung meruncing. Benang sari banyak, dalam 5 berkas berbentuk kipas, kepala sari beruang 1, membengkok. Tangkai putik tebal. Bunga berkelamin campuran, berumah satu. Buah tergolong buah buni, berbentuk buat sampai bulat memanjang, daging buah berwana kuning muda sampai jingga, ada yang berserabut dan tidak. Biji batu berdinding tebal.
c. Kerabat-kerabat Mangefera
Hampalam mangga( Mangifera indica L). Bentuk buah bulat memanjang dengan kulit buah berwarna hijau. Daging buah agak berserabut, warna jingga, manis, tidak berserabut. Berat buah berkisar antara 200-400 gram. Hampalam palipisan (Mangifera sp) Buah berbentuk bulat memanjang, dengan ukuran buah agak kecil, berat buah berkisar antara 100-125 gram. Daging buah berwarna kuning kehijauan, manis, tidak berserabut
Kuwini (Mangifera odorata).
Kelompok mangefera jenis ini dicirikan dengan aromanya yang menusuk. Buah berbentuk bulat memanjang, berukuran agak besar, berat/buah dapat mencapai 400 gram. Daging buah berwarna kuning, manis dan agak berserat. Kulit buah berwarna hijau,buah yang masak dicirikan dengan daging buahnya yang lunak dan aromanya yang menusuk.
Kuweni Anjir, adalah salah satu jenis kuwini yang khas, dengan rasa yang manis, dapat beradaptasi di lahan rawa pasang surut, lebih tahan terhadap penggerek buah.
Hambawang (Mangifera foetida)
Kelompok dari magifera ini dicirikan dengan kulit buahnya yang tebal, dan mengandung getah. Kulit buah berwarna hijau kekuningan, berbintik hitam dan kadang ditemui getah hitam yang mengering dikulit. Daging buah berwarna kuning, dengan rasa dari masam sampai manis, daging buah berserat. Jenis hambawang lainnya adalah hambawang putar yang dicirikan dengan bentuk buahnya yang bulat, berukuran agak kecil daging buah dengan biji dapat dipisahkan dengan cara diiris sekeliling buah dan diputar.
Kasturi (Mangifera casturi Kosterm/ Mangifera casturi Delmiana).
Kelompok mangifera ini dicirikan dengan aroma yang khas. Buah berukuran kecil dengan berat/buahnya mencapai 50- 75 gram, berbentuk bulat sampai bulat agak memanjang. Kulit buah muda berwarna hijau, kalau matang berangsur-angsur menjadi ungu. Daging buah berwarna jingga dengan rasa manis yang khas. Kasturi mempunyai wilayah penyebaran yang sempit (Kalimantan), dan tergolong dari 200 jenis tumbuhan langka di
Kasturi rawa-rawa/Asam rawa-rawa (Mangifera sp)
Tanaman yang mirip dengan kasturi ini dibedakan oleh bentuk buah yang agak memanjang. Rasa dan aromanya yang khas, manis, tidak begitu menusuk dan tidak berserat. Kulit buah bagian pangkal berwarna hijau, bagian ujung berwarna ungu.
Kasturi palipisan (Mangifera sp).
Mempunyai buah yang lebih besar dibanding Kelompok kasturi lainnya, berat/buah
dapat mencapai lebih dari 100 gram. Warna daging buah jingga, agak berserat, padat, dengan rasa manis. Buah muda berwarna hijau, buah yang masak dicirikan dengan warna ungu pada ujung buah.
Kasturi cuban(Mangifera sp).
Kerabat kasturi ini dicirikan dengan bentuk buahnya yang bundar, dengan ukuran lebih kecil dibanding kelompok kasturi lainnya. Berat buah antara 40 – 75 gram. Daging buah berwarna kuning,lunak, agak berserat. Rasa buahnya manis asam yang segar.
Binjai manis (Mangefera kemanga)
Kerabat ini mempunyai rasa manis dan aroma yang khas. Daun bulat telur
memanjang, tebal dan liat berukuran agak besar, dengan tulang daun yang tidak
tampak. Bunga kecil, dalam karangan bunga berbentuk malai, warna putih. Buah berbentuk lonjong, daging buah putih, lunak, warna kulit buah hijau. Buah yang masak dicirikan dengan daging buah yang lunak dan timbulnya aroma khas. Biji besar, berwarna ungu. Binjai yang manis ini dikenal pula dengan nama daerah kalimantan binjai wanyi.
Binjai masam (Mangefera kemanga)
Binjai ini dicirikan dengan raba daging buahnya masam ini yang masam. Warna kulit buah yang matang bervariasi ada yang cokelat, cokelat kemerahan dan hijau.
NANGKA
a. Determinasi
Nangka tergolong kedalan divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Morales, Famili Moraceae, Genus Artocarpus dan Spesies Arthocarpus heterophylla Lamk atau Arthocarpus integra.
b. Morfologi
Tanaman berumah satu (monoceus), berupa tumbuhan keras/tahunan (pareneal), berbentuk pohon (arbor), dengan tinggi dapat mencapai 25 meter, kayunya berwarna kuning, mengandung getah, percabangan banyak, berdaun rimbun. Bentuk daun memanjang, tepi rata, berwarna hijau tua, mengkilat. Bunga bersifat monoecious, Buahnya merupakan buah semu, menggantung pada ranting atau cabang utama, bentuk memanjang, berduri temple pendek yang runcing. Buah muda berwarna hijau, kalau masak tangkai dan kulit buah menguning, duri buah menumpul dan menjarang, serta berbau manis yang keras. Warna daging buah dan ketebalannya bervariasi, ada yang berwarna kuning muda, kuning dan jingga. Rasanya manis. Biji berwarna coklat muda, berukuran 3,5 cm.Pada 100 g nangka muda mengandung :
air 72-77,2 g, protein 1,3-2 g, lemak 0,1-0,4 g, pati 18,9-25,4 g, serat 0,8-1,11 g, abu 0,8-1,4 g, kalsium 22-37 mg, fosfor 18-38 mg, besi 0,4-1,1 mg, sodium 2 mg, potasium 407 mg, vitamin A 175-540 IU, thiamin 0,03-0,09 mg, riboflavin 0,05 mg, niacin 0,9-4 mg dan vitamin C 8-10 mg.
c. Kerabat-kerabat nangka.
Tarap(Artocarpus odoratissimus). Kerabat ini mempunyai daerah penyebaran yang sempit. Buah berbentuk bulat, berduri lunak dan panjang, Kulit buah hijau dan keras sewaktu muda, berangsur- angsur coklat kekuningan dan lunak kalau
sudah masak. Daging buah berwarna putih, lunak dan manis. Biji berwarna putih,
berukuran kecil. Daun ber ukuran besar. Kulit batang bergetah.
Kopuan(Artocarpus lanceifolia)
Kerabat ini mirip dengan tarap, yang membedakan hanya warna daging buahnya yang jingga dan duri buahnya yang pendek dan agak keras.
Cempedak(Artocarpus intgra)
Kerabat ini dicirikan dengan daunnya yang berbulu banyak dan lebih panjang dibanding nangka. Bunga tersusun dalam tandan. Kulit buahnya tidak kasar, dengan bentuk buah yang bundar memanjang. Aroma buahnya sangat khas dan menusuk, daging buah melekat pada biji, agak tipis, lembek ber serat, berwarna kuning dan rasanya manis.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk
tanaman rawa
kapul
langsat
ramania
rambutan
srikaya
sawo pancokan
rambai
manggis
kalangkala
ketapi
limau siam
tumbuhan kalsel terancam punah
ketapi suntul
lai
gitaan
Tanaman khas kalsel
LANGSAT(DUKU)
a.Determinasi
Langsat atau yang dikenal dengan nama duku tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Meliales, Famili Meliaceae, Genus Lansium dan Spisies Lansium domesticum Correa.
b. Morfologi
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 15-20 m. Daun majemuk, anak daun 5-7, bertangkai, pangkal runcing, ujung meruncing. Bunga di batang atau cabang yang besar, menggantung. Buah berbentuk bulat, atau bulat memanjang. Kulit buah muda berwarna hijau, berangsur angsur kuning kalau matang. Daging buah berupa selubung biji yang trasparan, dengan rasa masam sampai manis. Biji berwarna hijau, dengan rasa sangat pahit. Langsat/duku yang di konservasi di Kebun Percobaan
Banjarbaru adalah Langsat Tanjang yang berasal dari
c. Jenis-jenis Langsat/duku
Langsat tanjung (Lansium domesticum Correa) Langsat yang adaptif di dataran rendah ini, sudah dilepas menjadi varietas unggul. Buah berbentuk lonjong dan besar, kulit buah berwarna putih kusam, daging buah tebal, berwarna putih bening dengan rasa manis. Biji relatif kecil, bergetah sedikit. Kandungan kimianya : gula 13,2 brix, asam 2,8 ml, vitamin C 0,0004 mg, serat kasar 2%, karbohidrat 0,4% dan protein 3%. Hasil cukup tinggi yaitu 125-150 kg/pohon/tahun.
Langsat roko ( Lansium sp)
Dicirikan dengan buah berbentuk bundar, berkulit sangat tebal, berbiji besar, daging buah tipis dengan rasa masam. Langsat roko ini mempunyai nilai ekonomis yang
rendah.
Selat (Lansium sp)
Dicirikan denagn buah berbentuk bundar, kulit buah agak tebal dibanding langsat biasa. Warna kulit kuning muda. Daging buah putih bening dengan rasa manis menyengat.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk
Tanaman khas kalsel
KAPUL
a.Determinasi.
Kapul tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae.
b. Morfologi.
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10-20 m. Daun tunggal, duduk daun berseling, bentuk bulat memanjang, tepi bergerigi, ujung runcing, permukaan licin. Buah berbentuk bulat, bertangkai panjang,kulit tebal, biji diselimuti oleh daging buah yang putih,
lunak dengan rasa manis. Biji gepeng yang melekat dengan daging buah.
c.Kerabat kapul.
Terey (kapul merah)
Kerabat ini dicirikan dengan daging buah yang berwarna merah menyala. Tanaman ini mempunyai hasil ekplorasi dipedalaman Kalimantan, dengan wilayah penyebaran yang sempit, Jajantik Kerabat ini, dicirikan dengan permukaan daun yang berbulu. Buah bulat, kecil sebesar kelereng, kulit buah tipis dan kalau masak mudah pecah. Daging buah berwarna jingga,
dengan rasa manis masam.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk
Tanaman khas kalsel
Tanaman khas kalsel
RAMBUTAN
a. Deskripsi
Rambutan tergolong kedalan divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Sapindales, Famili Sapindaceae, Genus Nephelium dan Spisies Nephelium Lappaceum.
b. Morfologi
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10-30 m. Percabangan cukup banyak. Daun majemuk ( folium compositum), bertulang daun menyirip, bertangkai, memanjang (oblungos). Bunga dalam malai berbentuk tandan, berambut halur, berwarna hijau kekuningan. Bunga jantan dan betina dalam satu malai biasanya terpisah. Buah berbentuk bulat sampai lonjong, terdapat rambut lunak yang meruncing pada bagian ujungnya. Daging buah berwarna putih transparan, berair, melekat pada kulit biji. Biji keras, dengan kulit biji yang tebal. Kulit biji ada yang mudah terkelupas dari cotiledon ( ngelotok) dan ada yang sukar terkelupas.
c. Jenis rambutan spesefik lahan rawa pasang surut dan lebak.
Di lahan rawa, rambutan ditanam dengan sistem surjan. Rambutan ditanam pada galangan diantara tanaman padi. Beberapa keunggulan yang dimiliki rambutan lahan rawa adalah buahnya yang banyak dan rasanya yang manis. Beberapa jenis rambutan di lahan rawa sudah dilepas menjadi varietas unggul.
Rambutan Garuda (Nephelium Lappaceum)
Rambutan yang adaptif di lahan rawa ini, mempunyai Keunggulan rasanya yang manis, buahnya yang besar ( 50,40 Gram/buah), daging
buah yang tebal (0,65 cm), berbiji kecil ( 2,45 gram), dan sangat ngelotok.
Rambutan Antalagi (Nephelium Lappaceum)
Buah dari rambutan Antalagi ini berukuran sedang (26,38 gram/biji), rasa manis, dengan ketebalan daging buah sedang (0,40 cm). Warna buah merah agak kuning, dengan bulu jarang. Rambutan Ini dapat beradaptasi dengan baik pada lahan rawa pasang surut dan rawa lebak.
Rambutan Sibatuk. (Nephelium Lappaceum)
Rambutan ini mempunyai rasa yang sangat manis, daging buah berair. Buah berwarna merah dengan ketebalan daging buah sedang (0,45 cm). Cukup adaptif untuk lahan rawa pasang surut dan lebak.
Rambutan Sitimbul. (Nephelium Lappaceum).
Buah berwarna merah, daging buah tebal (0,675 cm), dengan rasa yang sangat manis, dengan biji yang kecil (1,8 gram). Rambutan ini juga adaptif untuk lahan rawa pasang surut dan lebak. Kerabat-kerabat rambutan yang dikoleksi di Kebun Percobaan Banjarbaru adalah : maritam, siwau, pitanak, mata kucing dan babuku.
d. Kerabat-kerabat rambutan.
Maritam (Nephelium mutabile)
Kerabat rambutan yang satu ini mempunyai daun yang lebih kecil di banding rambutan (panjang 12,0 cm, lebar 4,4 cm) Buah tidak mempunyai rambut , dengan kulit buah yang tebal, berupa tonjolan-tonjolan dengan ujung yang meruncing. Warna buah muda hijau, berangsur-angsur menjadi merah tua kalau masak. Daging buah tebal, ada yang mudah dikelupas dari biji ada yang tidak., dengan rasa agak masam sampai manis
Siwau ( Nephelium sp)
Kerabat rambutan ini juga berbentuk pohon, daunnya majemuk dengan ukuran lebih kecil dibanding rambutan (panjang 9,0 cm, lebar3,5 cm). Buahnya kecil, berwarna merah, daging buah tipis, dengan rasa agak manis sampai manis.
Pitanak (Nephelium sp)
Kerabat rambutan ini berbentuk pohon, yang ketinggiannya dapat mencapai 20 meter. Daun lebih besar di banding rambutan, permukaan daun mengkilat Buah berbentuk bulat, tanpa rambut. Daging buah tipis, dengan rasa manis. Daging buah sukar dilepas dari bijinya.
Mata kucing (Nephelium malaiense)
Tanaman ini dapat mencapai ketinggian sampai 20 meter. Daun majemuk, bentuk anak daun memanjang, lebih kecil dibanding rambutan ( panjang 13 cm, lebar 4,0 cm). Buah berbentuk bulat, kecil, berwarna kuning, tanpa rambut, rasanya manis. Bijinya berwarna coklat kemerahan.
Babuku (Nephelium sp).
Kerabat rambutan ini, mempunyai buah yang mirip dengan buah mata kucing, tapi ukurannya lebih besar. Mempunyai daun majemuk yang juga lebih besar dibanding mata kucing.
Di tulis berdasarkan tulisan Muhammad Saleh, Mawardi M., Eddy W. dan Dwi Hatmoko berjudul Determinasi dan morfologi Buah Eksotis Potensial Di lahan rawa
Artikel ini saling terkait dengan beberapa artikel lainnya
Manggis, Rambutan, Jeruk
Tanaman khas kalsel
SRIKAYA
a. Determinasi
Srikaya tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Annonales, Famili Annonaceae, Genus Annona, Spesies Annona squamosa L.
b. Morfologi
Tergolong kedalam tanaman perdu/ pohon, tinggi 2-7 m. Daun berbentuk elliptis,
tepi rata. Bunga 1-2 berhadapan atau di samping daun. Buah majemuk, berbentuk bola. Kulitnya seperti sisik. Daging buah matang lembik, lepas bersama kulit buahnya, putih, manis. Biji hitam mengkilat.
Kandungan vitamin C 35-42 mg/100 g.
C. kerabat srikaya.
Srikaya besar/ganal (Rollinia deliciosa) Dicirikan dengan buahnya yang
besar, bobot buah dapat mencapai 1,5 kg. Bentuk buah bulat agak memanjang,
diameter 7,5 – 12,5 cm. Buah dipetik bersama tangkai sepanjang 5 cm. Kulit buah dihiasi tanduk yang disebut areolus. Warna hijau saat muda lalu berangsur kekuningan bila masak. Tanda buah masak bila daging ditekan terasa empuk. Daging buah putih, lembut tanpa serat dan sedikit berair.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk
Tanaman khas kalimantan
Tanaman khas kalimantan
RAMBAI
a.Determinasi.
Rambai tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Euphorbiales, Famili Euphorbiaceae, Genus Baccaurea dan Spisies Baccaurea mutleana.
b. Morfologi
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10 -20 m. Daun tunggal, bentuk memanjang. Buah lebat, bertangkai, berbentuk bulat, kulit buah berwarna putih kecoklatan. Daging buah berwarna putih bening, berair, dengan rasa manis. Biji gepeng, kecil yang lengkat dengan daging buah. Tanaman rambai cukup adaptif di lahan rawa, baik rawa pasang surut maupun lebak.
c. Kerabat rambai.
Kerabat rambai ini dicirikan dengan buah yang agak besar, sangat masam. Tumbuh di pinggir-pinggir pantai, sungai sebagai makanan kera- kera liar.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk
Tanaman langka
MANGGIS
a.Determinasi
Manggis tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Guttiferales, Famili Guttiferae, Genus Garcinia dan Spesies Garcinia mangostana L,.
b. Morfologi.
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 6-20 m. Berbatang lurus, dengan cabang cabang yang simetris menyusun tajuk yang berbentuk piramide teratur. Semua bagian tanaman mengeluarkan getah kuning bila dilukai. Daun tunggal ( folium simplex), bentuk oval memanjang (oblongus). Buah berbentuk bulat, bertipe buah buni, berkulit licin, berwarna hitam, daun kelopak tetap menempel, dan diujung buah masih kelihatan cuping bekas kepala putik yang jumlahnya sama dengan banyaknya segmen daging buah yang berada di dalamnya. Buah berbentuk bulat panjang 3 cm – 6 cm, dengan diameter 4 cm – 7,5 cm. Nilai nutrisi per 100 g daging buah adalah : air 79,2 g, protein 0,5 g, karbohidrat 19,8 g, serat 0,3 g, kalsium 11 mg, fosfor 17 mg, besi 0,6 mg, vitamin A 14 IU, vitamin C 66 mg.
c. Kerabat kerabat manggis
Manggis ganal/ besar (Garcinia mangostana L) Buah berbentuk bulat, berukuran
besar, panjang 10 cm-15 cm, dengan diameter 10 cm-15 cm. Warna daging
buah putih, lunak, manis,berair. Kulit buah berwarna hitam. Tanaman manggis
ganal ini hasil eksplorasi di wilayah DAS Sungai Sesayap Malinau,
Timur.
Mundar/bundar (Garcinia forbesii).
Buah mundar berwarna merah cerah, berbentuk bundar, berkulit buah yang tipis dan lunak. Daging buah berwarna putih, dengan rasa manis, semakin dekat kebiji akan terasa asam segar. Berat/buah 40-60 gram. Biji
berukuran kecil, pipih dengan berat 0,2 gram. Bundar berbuah lebih produktif di banding manggis. Sepanjang ranting muncul buah berkelompok 2 sampai 7 butir.
Kacapuri
Kerabat manggis ini berupa pohon, tinggi 6-20 meter. Daun tunggal, permukaan licin mengkilat. Bentuk buah bundar, buah muda berwarna hijau, berangsur-angsur kekuningan kalau matang. Kulit buah keras, tebal. Daging buah putih, transparan, tipis, dengan rasa manis kecut. Biji keras,coklat kehitaman, mengkilat.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk

