Kalangkala, termasuk tumbuhan langka yang hidup di pedalaman hutan Kalimantan. Tanaman ini sering ditemukan tumbuh di hutan campuran yang terdapat di dataran rendah hingga ketinggian 1800 mdpl. Perbanyakan di alam menggunakan biji yang sudah tua. Jumlah tanaman kalangkala semakin langka. Adanya penebangan pohon-pohon yang agak besar atau tua untuk keperluan bahan bangunan semakin mempercepat kepunahan pohon ini. Buah kalangkala yang sudah masak dapat dibuat acaran, rasanya mirip telur rebus. Kayu kalangkala yang besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
Sabtu, 04 Juli 2009
Tanaman Khas Kalimantan Selatan
Tanaman Khas Kalimantan Selatan
Pampakin
Pampakin, tumbuh dan berkembang secara alamiah di dataran rendah setinggi 50 – 600 mdpl. Kawasan yang cocok adalah di tanah gembur dan banyak mengandung unsur hara dengan kelembaban yang cukup tinggi. Biasanya hidup di antara tanaman buah-buahan atau flora lain yang terdapat di hutan-hutan campuran. Di pasaran, buah ini sudah mulai jarang dijumpai.
Pampakin
Meskipun ada, biasanya dalam jumlah yang tidak begitu banyak. Dilihat dair nilai ekonomis, harganya masih rendah dibandingkan haarga buah durian pada umumnya. Perkembangbiakan tanamna ini melalui biji. Kegunaan tanaman ini kebanyakan hanya dimanfaatkan buah dan batangnya saja. Kayunya yang cukup besar daoat dipakai sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Bisa juga dimanfaatkan sebagai kayu bakar dengan mengambil dahan dan ranting yang telah menjadi kayu. Selain itu, kayu pampakin dapat dibuat menajdi berbagai kerajinan kayu ukir yang berharga mahal, sehingga akan meningkatkan nilai ekonomis tanaman pampakin.
Jumat, 03 Juli 2009
Objek wisata Pasar Terapung (Floating Market)
dengan sedikit perubahan!


