| Tanaman Pucuk Merah |
Rabu, 26 Juni 2013
Cara Budidaya Pucuk Merah
Sabtu, 05 Januari 2013
Keladi Hias
![]() |
| Caladium sp |
![]() |
| Caladium sp |
![]() |
| Caladium sp |
![]() |
| Colocasia sp |
![]() |
| Caladium sp |
Minggu, 01 November 2009
Komunitas anggrek indonesia
di Komunitas Anggrek Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi
yang peduli akan kelestarian Anggrek-anggrek Indonesia.
Berkat untaian bunga yang tersusun sempurna, dan proporsionalwarna bunganya yang putih bersih, ditambah dengan
warna bibir bunga kuning menyala dan ukuran yang relatif besar
dibandingkan dengan anggrek jenis lainnya, Anggrek bulan
dinobatkan sebagai "Puspa Pesona"
Bersama " Melati" dan Rafflesia"
(Iswanto, Hadi. 2001)
Kamis, 23 Juli 2009
Memilih Pot Anggek
Memilih Pot Anggek
Memilih pot angrek tak kalah pentingnya selain mempersiapkan media saat bertanam anggrek di dalam pot. Penggunaan pot dalam bertanam anggrek ini terutama banyak dijumpai di daerah perkotaan. Selain mudah perawatan, dengan bertanam anggrek di dalam pot kita lebih bebas dalam mengatur anggrek ke sudut mana akan diletakan.
Dalam memilih pot anggrek yang terpenting adalah lubang sirkulasi udara. Jadi pot anggrek harus memiliki lubang angin tambahan di sisi pot selain lubang pembuangan air karena akar anggrek membutuhkan aliran udara segar dalam pertumbuhannya.
Umumnya pecinta anggrek memilih pot anggrek berdasarkan selera atau minat, sebab akan lebih enak dilihat jika anggrek kesukaan yang kita tanam di padukan dengan pot yang antik ataupun pot indah yang merupakan pilihan kita sendiri. Namun tidak ada salahnya untuk anda mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing pot sebelum anda membelinya.
Jika yang anda pilih adalah pot dari tanah, pastikan lubang udara di sisi pot sudah memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan udara segar akar anggrek. Kelebihannya jika anda memilih pot dari tanahadalah bahan dari tanah lebih menyerap air sehingga tidak terlalu khawatir akar akan membusuk karena terendam air. Selain itu berat pot yang lumayan akan mampu menopang anggrek meski sudah cukup tinggi. Tapi pot yang terbuat dari tanah liat memiliki kekurangan yaitu susah saat mengganti pot, karena akar anggrek akan melekat di pot.
Selain pot dari tanah, penyuka anggrek juga banyak memilih pot anggrek yang terbuat dari plastik. Kelebihan pot plastik, mudah dibersihkan, banyak pilihan baik warna,bentuk dan ukurannya. Kelemahannya yaitu tidak memiliki lubang di dinding pot, sehingga harus membuat lubang tambahan sendiri, serta sering roboh jika tanaman anggrek sudah cukup tinggi sebab bobot pot plastik cukup ringan apalagi jika media yang digunakan adalah arang atau pakis.
Terakhir pot yang sering juga banyak digunakan dalam bertanam anggrek di dalam pot adalah pot kayu. Pot kayu bisa di buat sendiri (untuk panduan membuat pot kayu untuk anggrek akan saya posting di lain kesempatan ) atau membeli yang sudah jadi. Kelebihan pot kayu adalah lebih menyerap air sehingga resiko akar anggrek mengalami kebusukan kecil. Sedangkan kekurangan kalau anda memilih pot anggrek yang terbuat dari kayu adalah anda harus lebih sering manyiramnya.
Perlu diketahui, setiap pot yang anda pilih sudah memilki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu harus lebih di ingat sifat akar anggrek yang menyukai udara bebas sehingga harus senantiasa dijaga agar akarnya jangan sampai terendam dan jaga sirkulasi udaranya tetap lancar.
Bertanam anggrek di dalam pot
Bertanam Anggrek Di Dalam Pot
Bertanam anggrek di dalam pot sekali lagu harus memperhatikan media yang akan di gunakan. Karena yang di bahas sebelumnya adalah menanam anggrek Dendrobium yang merupakan anggrek epifit maka untuk menanamnya di pot tentu media yang digunakan bukanlah tanah melainkan bahan-bahan lain yang memiliki sifat sama dengan kayu yaitu mudah menyerap air dan cepat kering. Umumnya media untuk bertanam anggrek di dalam pot adalah bahan-bahan yang murah dan mudah di dapat. Media yang paling umum untuk bertanam anggrek di dalam pot adalah sabut kelapa, arang, pecahan genting, pakis, dan batu bata.
Penanganan media tanam untung bertanam anggrek di dalam pot berbeda tergantung medianya. Untuk media berupa sabut kelapa yang pertama di lakukan adalah memotong sabut agar lebih rapi dan mudah di tata didalam pot. Selain itu hendaknya direndam terlebih dahulu di larutan fungisida untuk menghindari tumbuhnya jamur dan perlu juga untuk merendam sabut kelapa kedalam larutan pupuk agar nutrisi anggrek terpenuhi. Untuk pecahan genting bisanya di gunakan bersama-sama dengan pakis dan pecahan bata. Sebelum dijadikan media bertanam anggrek di dalam pot, perlakuan khusus juga diberikan seperti halnya media sabut kelapa. Adapun susunannya di dalam pot adalah, pertama di lapisan paling bawah di isi pecahan gentingm atau bata sekitar sepertiga bagian pot, lalu diisi dengan pakis hingga ketinggian kira-kira 2 cm dari bibir pot. Penggunaan arang sebagai media bertanam anggrek di dalam pot cukup sering di gunakan, perlakuannyapun lebih sederhana, setelah dipilah ukurannya yang sesuai dengan pot maka arang direndam di dalam larutan pupuk NPK untuk membantu pertumbuhan anggrek.
Dalam prekteknya banyak para pecinta anggrek yang bertanam anggrek di dalam pot tidak hanya menggunakan 1 atau 2 jenis media, tetapi juga sering di jumpai menggabungkan kesemua media tersebut. Selain itu keberhasilan dalam bertanam anggrek di dadalam pot juga di pengaruhi oleh pemilihan pot itu sendiri, apakah yang digunakan pot plastik, tanah, atau kayu. Karenanya perlu juga memperhatikan dalam memilih pot. Dengan pemaliharaan dan perawatan yang benar hasil bertanam anggrek di dalam pot ini akan memberikan kepuasan tersendiri.
Rabu, 22 Juli 2009
Menanam Anggrek Dendrobium
Menanam Anggrek Dendrobium
Dendrobium phalaenopsis
Tentu menyenangkan jika kita memiliki koleksi anggrek sendiri. Karena bunga anggrek sudah terkenal kecantikannya dan merupakan tanaman yang memiliki nilai oksotis yang memikat para pecinta tanaman hias. Sehingga tidak aneh anggrek banyak di buru dan di jarah oleh sekelompok orang yang hanya mementingkan yang namanya uang, Termasuk kalimatan selatan yang memiliki aneka anggrek yang bernilai tinggi . Tapi jangan takut, tidak semua pemelihara anggrek adalah orang semacam itu, banyak juga dari mereka yang justru menyelamatkan anggrek-anggrek spesies langka dari jarahan seklompok orang yang tidak bertanggung jawab. Dan mereka juga dapat menambah penghasilan dengan menjual anggrek turunan atau hibrida dari koleksi mereka.
Lalu bagaimana cara menanam anggrek? Menanam anggrek tidak sama antara jenis satu dengan yang lainnya karena berhubungan erat dengan cara hidupnya. Misalnya anggrek yang hidup di tanah tentu kita harus menamanya di pot, atau lahan yang telah di sediakan dan tidak bisa di samakan dengan anggrek epifit misalnya Dendrobium anosmum yang hidup di pohon-pohon atau kayu lapuk. Jadi untuk berhasil menanam anggrek kita harus tahu cara hidup anggrek tersebut. Karena banyak jenis anggrek, untuk kali ini saya akan coba tulis tentang cara menanam anggrek dendrobium saja.
Cara hidup anggrek dendrobium adalah epifit artinya hidup menumpang di atau menempel di pohon-pohon, cabang-cabang kayu, baik itu yang sudah hidup maupun yang sudah mati. Namun anda bisa pula menanamnya dengan media tertentu di dalam pot.
Untuk menanam anggrek dendrobium akan lebih mudah jika dihalaman anda banyak pohon atau kayu besar. Dendrobium tinggal di ikatkan saja pada batang pohon tersebut, tapi jika akar dendrobium masih sedikit perlu diberi alas berupa sabut kelapa pada pohon sebelum anggrek di ikatkan. Untuk mengikat bisa gunakan tali rafia, ijuk, nilon ataupun yang lainnya, namun saya sarankan untuk tidak menggunakan kawat atau yang terbuat dari logam jika masih ada pengikat yang lain karena dapat menggangu pertumbuhan anggrek. Praktis bukan? Yang penting ikat dengan kokoh sehingga tidak mudah goyah karena anging atau hujan sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu.
Jika halaman anda tidak memiliki pohon-pohon untuk ditempelkan anggrek, anda bisa menanam anggrek dendrobium pada blok-blok pakis yang bisa anda beli. Dengan menggunakan blok-blok pakis ini anda bisa mengatur tata letaknya sehingga anda bisa menempatkan ditempat yang anda suka. Tapi jangan lupa jika akar sudah banyak tumbuh dan melekat pada blok pakis, pengikatnya bisa di lepas agar lebih indah di pandang. Namun, meski bebas ditempatkan dimana saja, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebutuhan cahaya, sirkulasi udara, dan hal lainnya.
Untuk menaman anggrek Dendrobium di Pot akan saya tulis di lain kesempatan. Jadi jangan lupa mengunjungi blog ini lagi, dan anda bisa berikan komentar atau saran dan bisa pula dalam bentuk pertanyaan ! Siap bertanam Anggrek...?






