Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2013

Cara Budidaya Pucuk Merah

Budidaya Pucuk Merah kian dilirik, mengingat permintaan akan tanaman dengan daun-daun muda berwarna merah ini semakin meningkat. Tumbuhan dengan nama latin Syzygium oleana  ini sebenarnya dapat tumbuh hingga 7 meter jika ditanam di lahan terbuka, namun pada pot-pot atau tempat terbatas biasa tingginya hanya sekitar 1,5-3 m. Family Myrtaceae ini telah menggeser beberapa nama tanaman hias favorit sebelumnya di kalangan para pehobies dan penjual tanaman hias.
pembibitan pucuk merah
Tanaman Pucuk Merah

Pembibitan Pucuk Merah
Ada dua cara pembibitan yang banyak dipaparkan untuk tanaman pucuk merah yaitu dengan stek atau dengan biji. Secara umum, untuk produksi masal tentu dengan biji akan lebih efektif. Biji Pucuk Merah didapat dari buahnya. Namun untuk produksi terbatas alternatif stek mungkin bisa di pertimbangkan. 

Bibit Pucuk Merah di hargai sekitar Rp 25.000,- sampai Rp 35.000,- per polyback dengan ukuran tanaman sekitar 30 cm. Harga tersebut dapat berubah tergantung tingginya minat dan permintaan pehobies tanaman hias. Untuk tanaman yang tingginya kurang lebih 1 meter harganya dapat mencapat 150 ribu rupiah.

Karena potensinya tersebutlah banyak petani berusaha mempelajari cara perbanyakan tanaman pucuk merah. Hal tersebut selain bertujuan untuk mempermudah mengontrol harga, juga untuk menjaga keberlangsungan tanaman pucuk merah di habitat aslinya.

Baca SelengkapnyaCara Budidaya Pucuk Merah
mjumani, Updated at: Juni 26, 2013

Sabtu, 05 Januari 2013

Keladi Hias

Keladi Hias bisa menjadi salah satu alternatif tanaman untuk mengisi pot-pot atau sudut-sudut halaman anda yang menganggur. Keladi hias yang cukup populer umumnya berasal dari kelompok Caladium dan Colocasia. Kedua genus ini banyak di pilih para pecinta tanaman hias karena memiliki corak dan bentuk yang unik sehingga banyak didomestikasi dan di budidayakan sebagai tanaman hias.

Jenis-jenis keladi hias
Caladium sp

Jenis keladi hias
Caladium sp


Keladi dari genus Caladium umumnya lebih memiliki motif warna yang eksotis baik dari segi pola maupun paduan warna daunnya. Pola-pola yang cukup sering ditemukan antara lain bintik atau totol merah dan putih, totol putih di atas dasar hijau, paduan lapisan warna hijau-merah muda dan putih, atau merah hati dan sebagainya. Hampir sebagian besar jenis-jenis ini bisa ditemukan tumbuh liar di ladang, kebun atau tepi-tepi jalan raya di dataran rendah sampai sedang. 
jenis keladi hias
Caladium sp
Berbeda dengan jenis Keladi hias dari genus Caladium, Keladi hias atau Talas hias berasal dari genus Colocasia memiliki corak warna yang tidak begitu variatif tetapi memiliki bentuk dan ukuran yang unik. Beberapa jenis berukuran sangat besar yang dikenal dengan sebutan kuping gajah, ada juga yang memiliki daun keriting, dan warna pelepah dan daun merah hati kecoklatan.
Nama ilmiah keladi
Colocasia sp
Mengembangbiakan Keladi hias tidaklah sulit, tanaman ini juga memiliki ketahanan yang relatif bagus baik terhadap hama maupun cuaca ekstrim, di musim kemarau atau saat kondisi kering tanaman ini akan mematikan daun dan pelepah tetapi umbi bisa tetap bertahan dan akan kembali bertunas saat kondisi sudah memungkinkan.Cara perkembangbiakan adalah dengan stolon atau geragih yang merupakan salah satu bentuk modifikasi batang yang dapat berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.
jenis-jenis keladi hias populer
Caladium sp
Beberapa jenis keladi hias yang cukup populer yaitu Caladium bicolor, dan Colocasia esculenta dengan berbagai varian corak dan paduan warna

Baca SelengkapnyaKeladi Hias
mjumani, Updated at: Januari 05, 2013

Minggu, 01 November 2009

Komunitas anggrek indonesia

Mari Bergabung dan Berbagi Pengalaman Serta informasi
di Komunitas Anggrek Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi
yang peduli akan kelestarian Anggrek-anggrek Indonesia.
>>>JOIN<<<

Berkat untaian bunga yang tersusun sempurna, dan proporsional
warna bunganya yang putih bersih, ditambah dengan
warna bibir bunga kuning menyala dan ukuran yang relatif besar
dibandingkan dengan anggrek jenis lainnya, Anggrek bulan
dinobatkan sebagai "Puspa Pesona"
Bersama " Melati" dan Rafflesia"
(Iswanto, Hadi. 2001)






Baca SelengkapnyaKomunitas anggrek indonesia
mjumani, Updated at: November 01, 2009

Kamis, 23 Juli 2009

Memilih Pot Anggek

Memilih Pot Anggek

Memilih pot angrek tak kalah pentingnya selain mempersiapkan media saat bertanam anggrek di dalam pot. Penggunaan pot dalam bertanam anggrek ini terutama banyak dijumpai di daerah perkotaan. Selain mudah perawatan, dengan bertanam anggrek di dalam pot kita lebih bebas dalam mengatur anggrek ke sudut mana akan diletakan.

Anggrek dalam pot

Dalam memilih pot anggrek yang terpenting adalah lubang sirkulasi udara. Jadi pot anggrek harus memiliki lubang angin tambahan di sisi pot selain lubang pembuangan air karena akar anggrek membutuhkan aliran udara segar dalam pertumbuhannya.

Umumnya pecinta anggrek memilih pot anggrek berdasarkan selera atau minat, sebab akan lebih enak dilihat jika anggrek kesukaan yang kita tanam di padukan dengan pot yang antik ataupun pot indah yang merupakan pilihan kita sendiri. Namun tidak ada salahnya untuk anda mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing pot sebelum anda membelinya.

Jika yang anda pilih adalah pot dari tanah, pastikan lubang udara di sisi pot sudah memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan udara segar akar anggrek. Kelebihannya jika anda memilih pot dari tanahadalah bahan dari tanah lebih menyerap air sehingga tidak terlalu khawatir akar akan membusuk karena terendam air. Selain itu berat pot yang lumayan akan mampu menopang anggrek meski sudah cukup tinggi. Tapi pot yang terbuat dari tanah liat memiliki kekurangan yaitu susah saat mengganti pot, karena akar anggrek akan melekat di pot.

Selain pot dari tanah, penyuka anggrek juga banyak memilih pot anggrek yang terbuat dari plastik. Kelebihan pot plastik, mudah dibersihkan, banyak pilihan baik warna,bentuk dan ukurannya. Kelemahannya yaitu tidak memiliki lubang di dinding pot, sehingga harus membuat lubang tambahan sendiri, serta sering roboh jika tanaman anggrek sudah cukup tinggi sebab bobot pot plastik cukup ringan apalagi jika media yang digunakan adalah arang atau pakis.

Terakhir pot yang sering juga banyak digunakan dalam bertanam anggrek di dalam pot adalah pot kayu. Pot kayu bisa di buat sendiri (untuk panduan membuat pot kayu untuk anggrek akan saya posting di lain kesempatan ) atau membeli yang sudah jadi. Kelebihan pot kayu adalah lebih menyerap air sehingga resiko akar anggrek mengalami kebusukan kecil. Sedangkan kekurangan kalau anda memilih pot anggrek yang terbuat dari kayu adalah anda harus lebih sering manyiramnya.

Perlu diketahui, setiap pot yang anda pilih sudah memilki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu harus lebih di ingat sifat akar anggrek yang menyukai udara bebas sehingga harus senantiasa dijaga agar akarnya jangan sampai terendam dan jaga sirkulasi udaranya tetap lancar.

Baca SelengkapnyaMemilih Pot Anggek
mjumani, Updated at: Juli 23, 2009

Bertanam anggrek di dalam pot

Bertanam Anggrek Di Dalam Pot

Bertanam anggrek di dalam pot sekali lagu harus memperhatikan media yang akan di gunakan. Karena yang di bahas sebelumnya adalah menanam anggrek Dendrobium yang merupakan anggrek epifit maka untuk menanamnya di pot tentu media yang digunakan bukanlah tanah melainkan bahan-bahan lain yang memiliki sifat sama dengan kayu yaitu mudah menyerap air dan cepat kering. Umumnya media untuk bertanam anggrek di dalam pot adalah bahan-bahan yang murah dan mudah di dapat. Media yang paling umum untuk bertanam anggrek di dalam pot adalah sabut kelapa, arang, pecahan genting, pakis, dan batu bata.

Penanganan media tanam untung bertanam anggrek di dalam pot berbeda tergantung medianya. Untuk media berupa sabut kelapa yang pertama di lakukan adalah memotong sabut agar lebih rapi dan mudah di tata didalam pot. Selain itu hendaknya direndam terlebih dahulu di larutan fungisida untuk menghindari tumbuhnya jamur dan perlu juga untuk merendam sabut kelapa kedalam larutan pupuk agar nutrisi anggrek terpenuhi. Untuk pecahan genting bisanya di gunakan bersama-sama dengan pakis dan pecahan bata. Sebelum dijadikan media bertanam anggrek di dalam pot, perlakuan khusus juga diberikan seperti halnya media sabut kelapa. Adapun susunannya di dalam pot adalah, pertama di lapisan paling bawah di isi pecahan gentingm atau bata sekitar sepertiga bagian pot, lalu diisi dengan pakis hingga ketinggian kira-kira 2 cm dari bibir pot. Penggunaan arang sebagai media bertanam anggrek di dalam pot cukup sering di gunakan, perlakuannyapun lebih sederhana, setelah dipilah ukurannya yang sesuai dengan pot maka arang direndam di dalam larutan pupuk NPK untuk membantu pertumbuhan anggrek.

Dalam prekteknya banyak para pecinta anggrek yang bertanam anggrek di dalam pot tidak hanya menggunakan 1 atau 2 jenis media, tetapi juga sering di jumpai menggabungkan kesemua media tersebut. Selain itu keberhasilan dalam bertanam anggrek di dadalam pot juga di pengaruhi oleh pemilihan pot itu sendiri, apakah yang digunakan pot plastik, tanah, atau kayu. Karenanya perlu juga memperhatikan dalam memilih pot. Dengan pemaliharaan dan perawatan yang benar hasil bertanam anggrek di dalam pot ini akan memberikan kepuasan tersendiri.

Baca SelengkapnyaBertanam anggrek di dalam pot
mjumani, Updated at: Juli 23, 2009

Rabu, 22 Juli 2009

Menanam Anggrek Dendrobium

Menanam Anggrek Dendrobium

Dendrobium phalaenopsis

Tentu menyenangkan jika kita memiliki koleksi anggrek sendiri. Karena bunga anggrek sudah terkenal kecantikannya dan merupakan tanaman yang memiliki nilai oksotis yang memikat para pecinta tanaman hias. Sehingga tidak aneh anggrek banyak di buru dan di jarah oleh sekelompok orang yang hanya mementingkan yang namanya uang, Termasuk kalimatan selatan yang memiliki aneka anggrek yang bernilai tinggi . Tapi jangan takut, tidak semua pemelihara anggrek adalah orang semacam itu, banyak juga dari mereka yang justru menyelamatkan anggrek-anggrek spesies langka dari jarahan seklompok orang yang tidak bertanggung jawab. Dan mereka juga dapat menambah penghasilan dengan menjual anggrek turunan atau hibrida dari koleksi mereka.

Lalu bagaimana cara menanam anggrek? Menanam anggrek tidak sama antara jenis satu dengan yang lainnya karena berhubungan erat dengan cara hidupnya. Misalnya anggrek yang hidup di tanah tentu kita harus menamanya di pot, atau lahan yang telah di sediakan dan tidak bisa di samakan dengan anggrek epifit misalnya Dendrobium anosmum yang hidup di pohon-pohon atau kayu lapuk. Jadi untuk berhasil menanam anggrek kita harus tahu cara hidup anggrek tersebut. Karena banyak jenis anggrek, untuk kali ini saya akan coba tulis tentang cara menanam anggrek dendrobium saja.

Cara hidup anggrek dendrobium adalah epifit artinya hidup menumpang di atau menempel di pohon-pohon, cabang-cabang kayu, baik itu yang sudah hidup maupun yang sudah mati. Namun anda bisa pula menanamnya dengan media tertentu di dalam pot.

Untuk menanam anggrek dendrobium akan lebih mudah jika dihalaman anda banyak pohon atau kayu besar. Dendrobium tinggal di ikatkan saja pada batang pohon tersebut, tapi jika akar dendrobium masih sedikit perlu diberi alas berupa sabut kelapa pada pohon sebelum anggrek di ikatkan. Untuk mengikat bisa gunakan tali rafia, ijuk, nilon ataupun yang lainnya, namun saya sarankan untuk tidak menggunakan kawat atau yang terbuat dari logam jika masih ada pengikat yang lain karena dapat menggangu pertumbuhan anggrek. Praktis bukan? Yang penting ikat dengan kokoh sehingga tidak mudah goyah karena anging atau hujan sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu.

Jika halaman anda tidak memiliki pohon-pohon untuk ditempelkan anggrek, anda bisa menanam anggrek dendrobium pada blok-blok pakis yang bisa anda beli. Dengan menggunakan blok-blok pakis ini anda bisa mengatur tata letaknya sehingga anda bisa menempatkan ditempat yang anda suka. Tapi jangan lupa jika akar sudah banyak tumbuh dan melekat pada blok pakis, pengikatnya bisa di lepas agar lebih indah di pandang. Namun, meski bebas ditempatkan dimana saja, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebutuhan cahaya, sirkulasi udara, dan hal lainnya.

Untuk menaman anggrek Dendrobium di Pot akan saya tulis di lain kesempatan. Jadi jangan lupa mengunjungi blog ini lagi, dan anda bisa berikan komentar atau saran dan bisa pula dalam bentuk pertanyaan ! Siap bertanam Anggrek...?

Baca SelengkapnyaMenanam Anggrek Dendrobium
mjumani, Updated at: Juli 22, 2009
 

mjumanion