Tampilkan postingan dengan label mikrobiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikrobiologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Desember 2014

Contoh Bakteri Yang Merugikan Manusia

Antraks (Bacillus anthracis)
Antraks adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit tersebut umumnya menyerang hewan ternak herbivor, sapi, domba, kambing, unta, dsb. Infeksi antraks terjadi melalui luka pada kulit, pernapasan, dan pencernaan. Manusia dapat tertular antraks, antara lain melalui daging yang dikonsumsi dari hewan yang sakit, melalui spora yang terhirup atau melalui luka. Bakteri penyebab antraks mampu membentuk spora sehingga ia dapat bertahan hidup dalam tanah sampai 70 tahun dan dapat menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. Spora akan tumbuh menjadi sel vegetatif jika menemukan kondisi yang cocok. Spora-spora tersebut dapat diterbangkan oleh angin atau dihanyutkan oleh aliran air yang kemudian mencemari apa saja (air, pakan, rumput, atau peralatan). Kasus di Bogor (2003), terjadi karena spora terbawa banjir. Hewan ternak tertular bakteri antraks karena menelan spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. 
Penyakit antraks memang layak dikhawatirkan karena sangat mematikan. Sapi, domba, atau kambing yang terserang akan mati dalam hitungan jam. Hewan yang mati akibat antraks harus langsung dikubur atau dibakar dan tidak boleh dilukai agarbakteri tidak menyebar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dilaporkan tingkat kematian manusia akibat antraks mencapai 18% (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal).
Bakteri pada makanan kaleng
Bakteri Clostridium

Botulisme (Clostridium botulinum)
Botulisme adalah suatu penyakit kelumpuhan serius yang jarang terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum). Bakteri gram positif ini dapat membentuk spora sehingga tahan terhadap panas. Clostridium botulinum bersifat motil, memiliki flagella peritrik, dan merupakan bakteri anaerob obligat. Kemampuannya membentuk spora (endospora) membuatnya mampu bertahan hidup dalam fase dorman  sampai menemukan kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Ia dapat ditemukan pada makanan kaleng yang sudah kadaluarsa, dengan cirri-ciri kalengnya sudah menggembung dan rusak.
Racun botulinum merupakan racun kuat, daya racunnya bahkan termasuk yang paling kuat yang pernah diketahui.  Racun seberat kurang dari 2mg dapat membunuh orang seberat 98 kg. Dengan kata lain, 1 gram racun  dapat membunuh kurang lebih 7,5 juta orang dewasa. Racun botulinum bersifat neurotoksik (menyerang saraf). Jika seseorang keracunan maka ia akan menunjukan gejala muntah-muntah, sulit menelan, mulut kering, kesukaran gerak mata, diplopia (pandangan ganda), kelumpuhan faring, disfonia (sulit bicara), pernapasan terganggu,  dan lama-kelamaan denyut jantung berhenti sehingga menimbulkan kematian. 

Jenis-jenis bakteri yang merugikan manusia
Berikut contoh jenis  bakteri dan penyakit yang di timbulkan

  1. Corynebacterium diphtheriaae (penyebab penyakit dipteri)
  2. Virbrio cholerae (penyebab penyakit kolera)
  3. Staphylococcus aureus (pathogen pada kulit dan jaringan lunak)
  4. Streptococcus pyogenes (penyebab penyakit faringistis)
  5. Streptococcus pneumonia, (penyebab penyakit paru-paru)
  6. Streptococcus agalactiae (penyebab penyakit meningitis)
  7. Salmonella typhi (penyebab penyakti tifus)
  8. Haemophillus influenza (penyebab penyakit bronkitis)
  9. Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit gonorea)
  10. Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC)
  11. Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis)


Baca SelengkapnyaContoh Bakteri Yang Merugikan Manusia
mjumani, Updated at: Desember 16, 2014

Archaebacteria, Klasifikasi dan Contohnya

Metanogen
Merupakan kelompok Archaebacteria yang mampu menghasilkan metan (CH4) dari karbon dioksida (CO2) atau hydrogen (H2). Metanogen menggunakan hydrogen sebagai sumber energy dan karbon dioksida sebagai sumber karbon pertumbuhannya. Dalam proses pembentukan gas metan itu, dihasilkan energi (ATP). Reaksinya sebagai berikut :

4H2 --> CH4 + 2H2O + ATP
Metanogen merupakan organism anaerob obligat. Secara alami, mereka hidup di kubangan, rawa, tempat pembuangan limbah, dan saluran pencernaan hewan termasuk manusia, disebut gas intestinal. Karena menghasilkan gas metan, metanogen digunakan dalam bidang industry untuk mengolah limbah dan memurnikan air. Metanogen dapat dieksploitasi untuk menghasilkan energi dari bahan-bahan limbah. Gas metan banyak dihasilkan selama proses pengolahan limbah industri, tetapi gas tersebut lebih banyak terbuang dari di manfaatkan. Beberapa contoh metanogen, antara lain Methanobacterium, Methanosarcina, Methanococcus, Methanopyrus, dan Methanospirilium.
Methanosarcina mazei  contoh Kelompok Erchaebacteria Metanogen
(mampu menghasilkan Gas Metan)

Ekstrem halofil
Jenis ini meliputi Archaebacteria yang hidup di lingkungan alami berkadar garam tinggi (mengandung 25 % NaCl), misalnya Laut Mati, dan Danau Great Salt, atau di ladang-ladang pembuatan garam. Mereka tidak dapat hidup di lingkungan yang berkadar garam rendah karena garam diperlukan guna membangkitkan energi (ATP) untuk pertumbuhannya. Ion-ion Na +  dalam garam (NaCl) menstabilkan dinding sel, ribosom, dan enzimnya.

Halobacterium halobium, yaitu suatu jenis Archaebacteria ekstrem halofil yang hidup di Danau Great Salt, beradaptasi dengan lingkungan berkadar garam tinggi dengan cara membentuk “membrane ungu”, yaitu pigmen penangkap cahaya yang terdapat di membrane plasmanya. Pigmen itu sejenis rodopsin dan disebut bakteriorodopsin. Organisme ini merupakan heterotrof yang melakukan respirasi aerob. Konsentrasi NaCl yang tinggi membatasi ketersediaan oksigen untuk respirasi guna menghasilkan ATP. Karenanya, mereka mampu menambah kapasitas produksi ATP dengan cara mengubah energy cahaya menjadi ATP dengan menggunakan bakteriorodopsin. Contoh ekstrem halofil lainnya adalah Natronobacterium, Halococus, Haloferax, Halobacterium salinarum, dan Haloarcula.

Termoasidofil
Termoasidofil adalah kelompok Archaebacteria yang hidup dilingkungan bersuhu sangat tinggi (80-110 derajat Celcius), ber-pH rendah (kurang dari 2) atau asam, dan mengandung belerang (sulfur). Beberapa anggotanya hidup di kawah gunung berapa atau mata air panas yang bersuhu di atas 100 derajat celcius. Contohnya Sulfulobus, Thermoproteus, dan Pyrobaculum. Sementara itu, jenis Pyrodictium, Pyrococus, dan Archaeoglobus hidup di sumur hidrotermal di dasar laut yang juga bersuhu diatas 100 derajat celcius. Organisme-organisme tersebut memerlukan suhu tinggi untuk pertumbuhannya. Membran dan enzim-enzimnya stabil pada suhu tinggi. Sebagian besar Archaebacteria golongan ini juga memerlukan sulfur untuk pertumbuhannya. Beberapa jenis merupakan organisme anaerob. Beberapa jenis lainnya mengoksidasi sulfur sebagai sumber energinya. Jenis Sulfolobus merupakan Archaebacteria termoasidofil pertama yang ditemukan oleh Thomas D. Brock dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat pada tahun 1970. Sulfolobus ditemukan di mata air panas di Taman Nasional Yellow stone, Amerika Serikat.

Baca SelengkapnyaArchaebacteria, Klasifikasi dan Contohnya
mjumani, Updated at: Desember 16, 2014

Kamis, 14 Mei 2009

Contoh soal mikrobiologi

Jawaban pertanyaan halaman 79
Buku Dasar-Dasar Mikrobiologi
Karangan Prof. Dr. D. Dwidjoseputro
Pertanyaan
  1. Apa guna zat makanan bagi bakteri ? Bagaimana cara bakteri mengambil zat makanannya ?
Jawaban
Seperti halnya makhluk hidup lain bakteri juga memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya yaitu untuk menjalankan aktifitas hidup dan berkembangbiak. Bakteri mengambil makanannya dapat secara autotrof yaitu dengan membentuk senyawa-senyawa organik dari zat anorganik maupun heterotrof yaitu dengan mengambil zat organik yang sudah jadi.
2. Jika makanan itu padat misal tepung, bagaimana cara bakteri mengambilnya?
Jawaban
Dengan mengeluarkan atau menghasilkan eksoenzim untuk mengubah tepung tersebut sehingga dapat diserap oleh bakteri ( proses fermentasi).
3. Sebutkan 4 unsur yang paling banyak dibutuhkan oleh bakteri ?
Jawaban
Empat unsur yang paling banyak dibutuhkan oleh bakteri adalah Karbon ( C ), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N) .
4. Zat karbon dalam bentuk apakah merupakan zat makanan bagi bakteri ? Nitrogen di dalam bentuk apakah dapat di serap oleh bakteri ?
Jawaban
Zat karbon dalam bentuk CO2 dan –CO3 dan nitrogen dalam bentuk ion-ion NH4+, NO3- atau N2 bebas.
5. Bagaimana cara menilai kadar vitamin pelbagai bahan makanan dengan menggunakan bakteri? Sebutkan 3 genus yang biasa dipakai untuk itu.
Jawaban
Yaitu dengan menanamkan suatu spesies yang memerlukan suatu jenis vitamin misal vitamin B, di tanam di dalam medium pokok yang tidak mengandung vitamin B kemudian ditambahkan bahan makanan yang akan di uji kadar vitamin B nya, hasilnya bakteri tersebut mati atau tidak berkembang dengan baik maka dapat di simpulkan bahwa bahan makanan tersebut tidak mengandung atau miskin vitamin B. Tetapi jika pertumbuhan bakteri tersebut sangat subur maka dapat di simpulkan bahan makanan tersebut banyak mengandung vitamin B. Genus yang biasa di pakai misalnya Streptococcus, Leoconostoc, dan Lactobacillus.
6. Sebutkan golongan bakteri berdasarkan cara bagaimana mereka mendapatkan zat makanannya.
Jawaban
Berdasarkan cara mendapatkan makanan bakteri di golongkan menjadi bakteri Autotrof ( kemo-aototrof dan foto-aototrof) dan bakteri heterotrof.
7. Apa beda komosintesis dan fotosintesis?
Jawaban
Kemosintesis proses pembentukan senyawa organik dari zat-zat anorganik dimana energi yang dibutuhkan diperoleh dari hasil oksidasi hidrogen,karbon monoksida, besi, belerang, amoniak, atau nitrit. Sedangkan fotosintesis energi yang diperlukan diperoleh dengan bantuan cahaya.
8. Apa enzim itu? Bagaimana sifat-sifatnya ?
Jawaban
Enzim adalah zat penggiat/biokataslisator dalam proses atau kegiatan fisologis seperti penyusunan zat organik, pecernaan makanan, pembongkaran zat makanan dan kegiatan fisologis lainnya. Sifat- sifat enzim :
a. Enzim menggiatkan atau kadang mengawali suatu proses
b. Enzim bekerja secara khusus, untuk pengubahan suatu zat tertentu di perlukan enzim tertentu pula
c. Enzim merupakan suatu protein, jadi suatu susunan koloid
d. Banyak enzimdapat bekerja bolak-balik
e. Enzim tidak tahan temperatur tinggi, kerja enzim sangat dipengaruhi oleh suhu.
f. Enzim terpengaruhi oleh pH, konsentrasi, suhu, substrat, dan oleh hasil alkhir.
g. Banyak enzim ememerlukan ko-enzim untuk melaksanakan tugasnya, misalnya unsur K, Mg, Fe. Tetapi adapula enzim yang terhambat kerjanya oleh unsur Hg dan F.
9. Apa beda eksoenzim dan endoenzim ?
Jawaban
Eksoenzim adalah enzim ayang dikeluarkan oleh sel bakteri guna mengambil zat makanan yang ada di sekeliling sel. Endoenzim adalah enzim yang memegang pernan dalam proses fisiologis di dalam sel itu sendiri.
10. Sebutkan beberapa hidrolase,oksidase, dan desmolase
Jawaban
Hidrolase : karbohidrase,esterase, proteinase
Oksidase : Dehidrogenase dan katalase
Desmolase : karboksilase dan transaminase
11. Apa beda pernapasan aerob dan pernapasan anaerob?
Jawaban
Pernapasan aerob adalah pernapasan yang oksigennya berasal dari udara bebas. Sedangkan pernapasan anaerob adalah pernapasan yang tidak melibatkan oksigen bebas.
12. Jelaskan perbedaan pernapasan antarmolekul dan pernapasan intramolekul.
Jawaban
Pernapasan antarmolekul menggunakan oksigen yang diperoleh dari senyawa untuk mengoksidasi substrat dan tidak mereduksi oksigen melainkan senyawa. Sedangkan pada pernapasan intramolekul dalam pengubahan suatu molekul tanpa oksidasi sama sekali, bagian dari suatu molekul kehilangan atom-atom H dan bagian lain dari molekul tersebut mendapatkan atom-atom H.
13. Apa beda fermentasi dan pembusukan?
Jawaban
Fermentasi merupakan proses pengubahan substrat menjadi bahan lain dengan menghasilkan energi. Sedangkan pembusukan adalah penguraian protein dan senyawa lain yang mengandung N yang menimbulkan bau yang merupakan aktivitas dari bakteri anaerob.
14. Bagaimana bakteri anaerob memperoleh energi?
Jawaban
Dengan melaksanakan pernapasan secara antarmolekul dan intramolekul.
15. Apakah yang dimaksud efek pasteur?
Jawaban
Yaitu hidup secara anerob bagi bakteri lebih menguntungkan dari pada anaerob karena pernapasan secara aerob menghasilkan energilebih besar dibandingkan perapasan secara anaerob.
Baca SelengkapnyaContoh soal mikrobiologi
mjumani, Updated at: Mei 14, 2009
 

mjumanion