Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Darurat Asap Belum Berakhir !

Palangkaraya, Entah bagaimana lagi harus "diteriakan", bahwa disini di Kalimantan kami rindu matahari. Kami rindu langit biru dan Kami rindu udara segar tanpa asap. 

Jangkauan selang-selang air itu tak kan mampu menjangkau titik-titik api ditengah rimba. Awan hujan pun belum sudi meneteskan lebih banyak titik-titik air di bumi kami.

Sudah berbulan-bulan kami menghirup asap, entah berapa laring, bronkus, dan alveoli lagi yang harus terserang ISPA.  Entah harus berapa nyawa lagi yang akan melayang sia-sia.

Di sini, di Kalimantan yang katanya juga Indonesia, kami terus berdoa dan berusaha, menanti "keajaiban" Tuhan melalui tangan penguasa. 

Kami tak ingin menderita lebih dari ini, "lirik"-lah kami, dengarlah keluhan jiwa-jiwa yang getir, karena "Darurat Asap Belum Berakhir !"
Baca SelengkapnyaDarurat Asap Belum Berakhir !
mjumani, Updated at: Oktober 10, 2015

Kamis, 24 Juli 2008

Bumi Di Landa Resah


Bumi Dilanda Resah

Apakah aku terlalu lemah hingga tak mampu
Mengucap selembar kata cinta yang ku peruntukan
padamu
Seberapa hinakah diri ini,
Karena harus mengemis cinta
Dengan menadah tangan menetes air mata

Mungkinkah dunia terlalu kejam
Hingga tak sempat memberi ku kesempatan
mengenal cinta
Adakah yang mau menjawab,
Siapa yang akan mengajari ku kepedihan
dan yang menghapus air mata ku saat
menangis
Di tengah malam

Mungkin juga semua hanya terdiam
Menikmati kemenangan
di tengah penderitaan
Baca SelengkapnyaBumi Di Landa Resah
mjumani, Updated at: Juli 24, 2008

Selasa, 15 Juli 2008

Anak Manusia

Anak Manusia

Aku anak manusia yang plin-plan
Kemaren menangis, hari ini tertawa besok terluka

Aku anak manusia yang bimbang

Bukan pada dunia yang ku jejaki

tapi pada hati nurani

Bilamana lidah tidak sekata dengan hasrat jiwa
Bila mana akal ku
terbunuh oleh nafsu

Adakah sesuatu yang dapat ku teguk
untuk mengantarkan sukma
kenegri yang disebut surga

Biar hilang plin-plan ku

biar lenyap kebimbangan yang memeluk kalbu
Baca SelengkapnyaAnak Manusia
mjumani, Updated at: Juli 15, 2008

Senin, 30 Juni 2008

Bimbang


Bimbang

Bukan Ku membujuk

Pada bulan yang sedang menari
Bila ku berkata,..
Cinta jangan kau beranjak pergi
Meski di sini ku hanya bisa
Menjaja kata
Yang tak kan terlihat sebuah bukti cinta

Dan jangan pula engkau anggap,
Aku merajuk,
Kala senyum tak mengembang
Sebab di hati sesungguhnya
Rindu sedang meradang..



Hidup meniti rindu
Dalam dekapan waktu
Cinta menangis memanggilmu
Ku terlelap, tertidur
Bersama sayap yang patah

Ku lelah mencari serpihan harapan
Dalam selimut kelam
Ku telah letih namun tak mampu
Berhenti memikirkan mu
Ku bosan namun tak mampu
Melepas kerinduan..

Apa yang dapat membuat mu kembali
Agarku memiliki alasan tuk menunggu
Adakah yang bisa meyakinkan hati
Sehingga tak ada alasan bagi ku tuk pergi
Baca SelengkapnyaBimbang
mjumani, Updated at: Juni 30, 2008

Senin, 23 Juni 2008

Jangan Biarkan ku Menunggu


Jangan biarkan ku menunggu
Sampai musim semi ketiga


Telah ku hitung
Hingga jatuh kelopak
Sakura yang terakhir
Namun bayang mu tak jua
Hadir di hadapanku

Langkah berat ini
Harus kulangkahkan dengan
terpaksa
Membawa beratnya kesedihan
di hati

Ku tau kekecewaan ini
Mungkin takkan terbayar
Meski kan datang musim
semi selanjutnya
Namun terbetik harap
Dari hati kecil ini
Berjanjilah…
Yang kedua jangan biarkan
Aku menunggu lama
Karena ku takut tidak akan
Ada yang ketiga
Baca SelengkapnyaJangan Biarkan ku Menunggu
mjumani, Updated at: Juni 23, 2008

Sabtu, 21 Juni 2008

Kenangan Rapuh



KENANGAN RAPUH

Diriku telah menjadi daun-daun kering
Terlalu rapuh…
Terjatuh oleh hanya seberkas angin
Melepas ranting-ranting


Tersiksa,
Entah terinjak siapa
Berteriak duka dan lara
Sekejap telah pudar tak terdengar
Tangisku, isakku redup
Terpejam dalam bayang samar

Terpejam,
Di tengah hening kesedihan
Terkulai di antara dahan-dahan

Baca SelengkapnyaKenangan Rapuh
mjumani, Updated at: Juni 21, 2008

Rabu, 18 Juni 2008

My Deard Little Adored Girl

My Dear Little Adored Girl


Percayalah padaku
Bagaimanapun,
Engkau selalu ada bersamaku
Dalam pikiran ku
Setiap saat, setiap detik

Aku cinta padamu
Namun…
Tiga kata ini takkan cukup
Mengungkapkan apa yang sebenarnya
Ada di dalam hatiku

Aku meridukan mu
Karena cinta telah
Merasuk dalam kalbu ku
Mengalir di dalam tiap langkah ku
Dalam hembusan nafasku

Baca SelengkapnyaMy Deard Little Adored Girl
mjumani, Updated at: Juni 18, 2008

Bukan untuk diam

BUKAN UNTUK DIAM

Air mata terlahir dari datang dan pergi
Dan cinta tercipta diantara keduanya
Seperti sehelai daun yang tumbuh
Dan jatuh ketanah,
Terpilah …

Kau menumbuhkan
Tunas-tunas harapanku
Menaungiku dari panasnya egoku
Menyelimuti ku dari dingin
Angin rindu yang menerpa
Menusuk mebekukan raga

Bagai
Matahari yang selalu terbit dan tenggelam
Bagai
Langit yang selalu berubah warna
Melahirkan cinta dan benci
mengalir silih berganti
Baca SelengkapnyaBukan untuk diam
mjumani, Updated at: Juni 18, 2008

Untuk Dia

Untuk Dia

Di sini dusta dan cemburu
Mengurung ku dalam penjara
Menyegel cinta
Dari cahaya-cahaya cinta
Memisahkan tubuh
Dari mngenal dunia

Takkan ada bulan-bulan kemesraan
Malam kan sepi tanpa
Rayu-rayuan
Semua tawa kan terhapus
Tertidur oleh sunyi malam membius

Maafku,
Tak sempat ucap maaf ku
Tak sempat ucap “ sampai jumpa lain kali”
Tak sempat peluk tubuhmu
Tak sempat cium kening mu

Baca SelengkapnyaUntuk Dia
mjumani, Updated at: Juni 18, 2008

Bayang-Bayang Lelah

Bayang-Bayang Lelah

Alamat blog muhammad Jumani

Bayang ku kian lelah
Merajut angan –demi angan
Merangkai benang-benang harapan
Namun,….
Semua terputus dalam genggaman

Hilang kini semua mimpi
Mungkin terkubur di dimensi sepi
Dimana ku berdiri
Memegang erat luka hati

Perlahan mata kian surut
Terpejam menjadi sebuah pekat malam
Tak kuasa meraih asa
Yang terkoyak bersama masa
Menjadi puing demi puing
Dalam pilu hening



Baca SelengkapnyaBayang-Bayang Lelah
mjumani, Updated at: Juni 18, 2008

Nurani Hidup


Nurani Hidup


Andai tahu,
Andai mengerti,
Andai kusadari
Bahwa semua cinta yang kumiliki
Tak berumur sehari
Sekejap lalu
Lenyap meninggalkanku

Sedih,
Menyesalpun hanya buat letih
Semua telah berlalu
Bersama catatan kelabu

Tak pernah membayang
Apalagi hendak di bayang
Semua telah terjadi
Bukan hendak sendiri
Mungkin takdir Ilahi
Yang tak mampu ku hindirai

Biarlah……


Baca SelengkapnyaNurani Hidup
mjumani, Updated at: Juni 18, 2008
 

mjumanion