Minggu, 24 Maret 2013

Tradisi Mendekorasi Rumah Pengantin

Tradisi mendekorasi rumah pengantin adalah salah satu tradisi atau kearifan lokal yang kini mulai hilang di dalam masyarakat khususnya Banjar. Sulit menemukan tradisi yang biasanya selalu ada disetiap penyelenggaraan upacara bakawinan (acara resepsi pernikahan) di desa-desa ini. Tidak hanya dikota, di desa-desa yang sudah terkena arus budaya luar pun tradisi ini semakin jarang bisa ditemui.
tradisi mendekorasi rumah pengantin
Membuat ornament dalam dekorasi rumah pengantin


Tradisi mendekorasi rumah pengantin adalah sebuah tradisi atau kebiasaan mendekorasi atau menghias rumah yang akan dijadikan tempat melangsungkan acara resepsi pernikahan secara bergotong royong didalam masyarakat Banjar, biasanya dilakukan oleh pemuda-pemuda di kampung atau desa tersebut. Kegiatan ini adalah salah satu wujud kepedulian dan semangat gotong royong tanpa pamrih yang selalu dilakukan setiap kali ada acara bakawinan.

contoh gotong royong dalam masyarakat banjar
Gotong royong dalam mendekorasi

Penyebab hilangnya tradisi menghias rumah pengantin ini diantaranya adalah semakin lunturnya semangat gotong royong yang mulai terganti dengan sifat materialisme yang mana segala sesuatu lebih mengandalkan uang atau upah. Penyebab lainnya adalah masuknya seni dekorasi styrofoam yang menggeser seni dekorasi kertas yang biasa digunakan oleh kaum muda untuk menghias rumah pengantin. Seni kertas tentu saja lebih sederhana dan  bisa dikerjakan dengan tangan, sedangkan dekorasi styrofoam memerlukan peralatan bantu khusus yang bisa dikerjakan sendiri. Selain seni dekorasi styrofoam, berkembangnya percetakan atau sablon digital turut menggeser seni medekorasi dengan kertas. Karena berbagai bentuk kreasi tulisan ucapan selamat datang, selamat menikmati, silakan masuk, semoga tuntung pandang, dan semoga berbahagia bisa dengan mudah dicetak dengan biaya yang relatif murah. Budaya serba instan turut menenggelamkan tradisi mendekorasi rumah pengantin.
dekorasi rumah pengantin berbahan kertas
Dekorasi kertas yang kini mulai tersingkir
Meski begitu, dibeberapa daerah tradisi ini masih berlangsung. Selain masih kuatnya rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, daerah tersebut masih mengusung kuat hukum adat atau hukum tak tertulis, dimana ketika seseorang tidak pernah terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan maka masyarakat pun akan enggan untuk terlibat ketika seseorang tersebut melangsungkan acara atau hajatan. Selain itu, seni dari tradisi mendekorasi rumah pengantin hasilnya dianggap lebih bernilai karena dibuat dengan penuh kreatifitas.

ARTIKEL TERKAIT:

mjumani, Updated at: Maret 24, 2013

0 komentar:

Posting Komentar

 

mjumanion