Selasa, 10 Januari 2017

Pantai Teluk Tamiang Kotabaru

Bicara soal objek wisata, Kalsel sebenarnya tidaklah kalah dari dari daerah lain. Hanya saja pengembangan dan pengelolaan yang dilakukan pemerintah daerah belum optimal. Padahal ada banyak tempat berpotensi menjadi tujuan wisata yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya sebut saja Teluk Tamiang.
Teluk Tamiang Kalsel
Pantai Teluk Tamiang

Teluk Tamiang adalah salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Penduduk desa ini umumnya adalah suku Bugis Mandar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tradisional sedangkan untuk bahasa sehari-hari masyarakat disana menggunakan bahasa Bugis.
Foto-foto teluk tamiang Kotabaru
Masyarakat teluk tamiang
Suguhan pemandangan pantai pasir putih, laut dan langit biru serta rutinitas kehidupan masyarakat Teluk Tamiang akan menjadi sebuah pengalaman mengesankan yang sulit didefinisikan dengan kata-kata. Bagi anda pengagum keindahan bawah laut, air laut yang jernih akan mempertontonkan pesona terumbu karang yang beraneka bentuk dan warna. Sayangnya untuk anda yang ingin ber snorkling dan diving harus membawa peralatan sendiri karena tidak ada tempat penyewaan alat snorkling dan diving didesa ini seperti di Pantai Angsana.
Unit Pembenihan Ikan teluk tamiang kotabaru
Balai Pembenihan Ikan Teluk Tamiang
Tidak sekedar berwisata, jika anda ingin menambah wawasan tentang cara pembibitan atau pembenihan ikan di desa Teluk Tamiang ada sebuah unit Pembenihan Ikan. Di sini anda bisa menambah wawasan dengan melihat dan belajar proses pembenihan ikan di Balai Benih Ikan Pantai Kotabaru.

Namun meski Teluk Tamiang memiliki panorama menakjubkan, daerah ini masih belum dikembangkan sebagai objek wisata sehingga belum ada fasilitas yang memadai untuk para pengunjung atau wisatawan. Untuk menginap ada dua pilihan, pertama di penginapan yang terletak di Lontar (Ibu kota kecamatan), jaraknya kurang lebih 15 km sebelum Teluk Tamiang. Alternatif lain yaitu di rumah Kepala Desa Tamiang.

Teks/Foto : Mj/Pandu Satria (sisi-lain-teluk-tamiang.blogspot.com)
Baca SelengkapnyaPantai Teluk Tamiang Kotabaru
mjumani, Updated at: Januari 10, 2017

Pengertian, Bahaya dan Jenis-jenis limbah (soal dan jawaban)

Pertanyaan :  Jelaskan pengertian limbah!
Jawaban :  Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
pengertian, bahaya dan jenis limbah
Limbah di TPA

Pertanyaan : Bahaya apakah yang akan timbul jika limbah tidak dikelola dengan benar?
Jawaban : Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh limbah cukup beragam, tergantung dari jenis dan karakteristiknya diantara bahaya limbah adalah sebagai berikut ;
1. Menyebabkan keracunan
2. Menyebabkan korosif (perkaratan) pada logam
3. Bersifat reaktif yang dapat menimbulkan ledakan, menghasilkan gas bersifat racun dsb.
4. Memancarkan radiasi khususnya untuk limbah radioaktif yaitu jenis limbah yang mengandung atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Pertanyaan : Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis limbah berdasarkan Jenis Zatnya, Sumbernya, Wujudnya dan tingkat bahayanya !
Jawaban :
1. Pengelompokan Limbah berdasarkan kandungan jenis zatnya.
Zat kimia ada 2 yaitu Zat kimia organic adalah zat kimia yang mengandung unsur hidrokarbon (unsur hydrogen dan unsur karbon), dan zat kimia anorganik adalah zat kimia yang tidak mengandung hidrokarbon. Maka Limbah juga ada:

a). Limbah Organik: Limbah yang mengandung unsur hidrokarbon yaitu unsur hydrogen dan unsur carbon ( limbah yang berasal dari bahan makhluk hidup). Misal: Sisa kotoran hewan, sampah daun, sisa makanan, kertas bekas (berasal dari bahan kayu), plastic-plastik (berasal dari faksi minyak bumi hasil pelapukan makhluk hidup dalam waktu lama), kain bekas (dari sutra).
Dari segi teknis Limbah organic: limbah yang mudah diuraikan oleh organisme. Limbah plastik, kertas, kain bukan limbah organik karena susah diuraikan oleh organisme meskipun mengandung zat kimia.

Manfaat dari limbah organik: membuat kompos. Kompos : pupuk yang berasal dari hasil pelapukan sampah organik oleh organisme.

b). Limbah Anorganik: limbah yang selain mengandung zat-zat kimia anorganik, juga mengandung zat kimia organikyang sulit diuraikan oleh organisme. (besi, kaca, plastic, kaleng, kemasan makanan, kertas, sisa proses pemupukan)

2. Pengelompokan limbah berdasarkan wujudnya.
a). Limbah berwujud padat (sampah): Struktur bentuk yang relative tetap dan kalau dipegang terasa padat. Jenis dari limbah padat:
1). Limbah padat organic yang mudah busuk (sampah sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan, dedaunan) dapat dipakai untuk kompos.
2). Limbah padat organic yang tidak mudah busuk (kertas, kain, batang kayu) maka perlu pendaurulangan dan limbah anorganik yang tidak mudah busuk (karena tersusun atas unsure-unsur jenis logam, sulit untuk diolah secara biasa, memerlukan perlakuan dan keahlian khusus : besi-besi tua, sampah kaleng, dll)
3). Limbah padat berupa debu (Meski ukurannya kecil tapi termasuk kedalam sampah padat, karena memilii partikel yang tetap): dari kebakaran hutan dan gunung berapi yang meletus dan akan menggganggu jangkauan pandangan dan saluran pernafasan.

b). Limbah berwujud Cair: bentuk sesuai tempatnya. Umumnya dibuang ke saluran air: sungai, danau, kolam, laut. Jenis-jenisnya:
1). Limbah cair domestic: berasal dari kegiatan rumah tangga, restoran, penginapan. Contoh: Air sabun, air cucian, tinja, sisa makanan yang berwujud cair. Air bekas mandi dan cucian adl limbah yang paling berbahaya karena senyawa penyusunnya sukar teruraikan oleh mikroorganisme.
2). Limbah cair idustri: berasal dari hasil kegiatan proses produksi barang disuatu industry. Jika jumlahnya melebihi batas ambang sangat berbahaya karena mengandung zat kimia yang sulit diuraikan. Contoh: cairan bekas pencelupan kain di pabrik tekstil, cairan sisa pada industry zat kimia, seperti industry amonia, asam sulfat, sianida, cairan-cairan lain yang berhaya sisa kegiatan industry. Sebelum limbah dibuang haus mengalami tahap pengolahan limbah sehingga ketika dibuang sudah tidak berbahaya.
3). Air hujan yang tercemar,
Penggunaan bahan bakar fosil menimbulkan banyak dihasilkan zat pencemar udara spt: CO2, gas ammonia, gas asam sulfat. Akibat pencemaran udara maka air hujan yg terjadi mengandung zat-zat tersebut.

c). Limbah berwujud gas: Limbah gas : limbah yang keberadaannya di udara/ lapisan atmosfer bumi. Berasal dari pembakaran minyak bumi (bensin,solar, minyak tanah dll). CO2 dari proses kehidupan : penyebab terbesar terjadinya pemanasan global (global warming). Limbah gas: limpah paling cepat masuk ketubuh kita karena kita bernafas. Menanganinya: mengurngi yang berakbat pada limbah gas, mendaur ulang CO2 dengan menanam pepohonan. Untuk limbah yang lain:
1).  Oksida karbon: dari proses pembakaran senyawa yang mengandung atom karbon (pembkaran bahan bakar, kayu, lilin). CO2 jika kadar konsentrasinya tinggi (10-20) % menyebabkan pusing-pusing, pingsan karena darang kekurangan O2 dan kelebihan CO2. Gas CO: gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan beracun, kadar di udara 0.1 bpj (bgn per juta). Jika mencapai  100bpj menyebabkan pusing, lelah, sesak nafas dan pingsan. Jika melebihi waktu 4 jam menyebabkan kematian. Hal ini karena hemoglobin lebih mudah mengikat CO disbanding O2.
2).  Oksidda Belerang: dari pembakaran bahan bakar kendaraan motor, asap industry, pembakaran batu bara. Contoh gas belerang dioksida (SO2). Dan belerang trioksida (SO3). Batas maksimal di udara 0.0002 bpj. Sifat nya tidak berwarna, bau  tajam.
3).  Oksida Nitrogen:Nitrogen monoksida (NO:tidak berwarna &tidak bau), Nitrogen Dioksida (NO2: gas tidak berwarna dan tidak bau), Amonia (NH3: gas tidak berwarna dan bau). Batas kadar diudara 0,001 bpj.
4). Gas Hidrokarbon (CxHy): proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar minyak bumi dan dari proses penguapan minyak bumi.

d). Limbah Suara: Limbah yang berupa gelombang bunyi yang merambat diudara, yang dapat dihasilkan dari mesin kendraan,mesin pabrik, perlatan elektronik (TV, Radio), dll. Kadar limbah suara yang dapat ditoleransi adalah 80 dB

3. Limbah Bahan Berbahaya dan beracun (B3). Berdasarkan PP RI No. 18 th 1999 ttg pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun yang dimaksud Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/ atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/ atau konsentrasinya dan/ atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhluk hidup lainnya.
  
Limbah B3 dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a). Sumbernya : dibagi 3 jenis yi limbah B3 dengan sumber spesifik, Limbah B3 dengan sumber tidak spesifik, dan limbah B3 dengan sumber bahan kimia tumpuhan, kadaluarsa, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifik

b). Uji Karakteristik: PP RI No.85 Thn 1999 ttg pengelolaan limbah B3 bahwa suatu uji dilakukan di laboratoium, jika limbah mengandung dalah satu/ lebih sifat dan/atau salah satu atau lebih pencmar yang melebihi ambang batasnya dapat dikategorikan sebagai limbah B3. Sifat-sifat nya adalah:
1). Mudah meledak pada suhu dan tekanan standar ( 25o C, 760 mmHg)
2). Mudah terbakar, bersifat reaktif, bersifat korosi
3). Menyebabkan infeksi
4). Beracun berdasarkan TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure)

c). Uji Toksikologi
1). Sifat akut: Uji hayati untuk mengukur hubungan dosis respons antara limbah dengan kematian hewan uji, untuk menetapkan nilai LD50.
2). Sifat Kronik: Uji toksik, mutagenic, karsinogenik, teratogenik, dll dengan cara mencocokan zat pencemar yang ada dalam limbah berdasarkan pertimbangan factor-faktor tertentu.

d).  Bentuk fisiknya: dapat diidentifikasi berdasarkan sifat racunnya (toksin).
Sifat racun dari limbah B3 dapat digolongkan sbb: Bentuk padat, cair dan gas. Untuk mengurangi LImbah B3 dengan Reduce ( pengurangan jumlah limbah B3), Rause ( Penggunaan ulang limbah B3 yang dihasilkan), recycle ( Pendaur ulangan limbah B3). Standar baku pengolahan lahan terkontaminasi yang dimiliki Kementerian Negara Lingkungan HIdup adalah : KepMen LH N0. 128 Th 2003 ttg tata cara dan persyaratan tekhnis pengolahan limbah minyak bumi dan tanah terkontaminasi oleh minyak bumi secara biologis, namun belum ada baku mutu untuk pengelolaan tanah terkontaminasi limbah B3 dari kontaminan senyawa lainnya.

Baku Mutu pengelolaan Limbah B3 yang sudah ada yi baku mutu total kadar maksimum limbah B3 dan TCLP di LepDal No.04/09/1995tentang tata cara persyaratan penimbunan hasil pengolahan, persyaratan lokasi bekas pengolahan dan lokasi bekas penimbunan limbah B3 dapat secara otomatis atau langsung dijadikan acuan sebagai pengganti baku mutu untuk tanah terkontaminasi limbah B3. Baku mutu total Kadar Maksimum Limbah B3 dan TCLP dalam keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. 04/09/1995 tidak bias mewakili nilai batas terkontaminasi LImbah B3.

Total Kadar Maksimum limbah B3 : Baku mutu untuk menentukan apakah suatu limbah B3 termasuk kategori landfill kelas I,II, atau III, Sedangkan uji TCLP : Uji untuk mengukur kadar/ Konsentrasi parameter dalam lindi dari limbah B3 dan menunjukan angka layak tidaknya limbah untuk di landfill.
Penanganan lahan terkontaminasi limbah B3 dari industry, baku mutu dalam Kep dal N0. 04/09/1995 hanya digunakan untuk menangani kasus tertentu, spt pengangkatan (clean up) bunker limbah B3 dari bekas painting sludge dari kegiatan industry otomotif.


Baca SelengkapnyaPengertian, Bahaya dan Jenis-jenis limbah (soal dan jawaban)
mjumani, Updated at: Januari 10, 2017

Senin, 09 Januari 2017

Pulau Samber Gelap Kotabaru Kalimantan Selatan

Pulau Samber Gelap belakangan mulai mencuat kepermukaan setelah beberapa wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut dibuat takjub dan terkesima. Karena kagum ada pulau seindah itu di Kalimantan Selatan, mereka baik secara sadar atau tidak telah mempromosikan tempat yang disebut-sebut sebagai salah satu "surga" tersembunyi itu. Bahkan beberapa diantara mereka memang sengaja mempromosikannya melalui blog dan sosial media sebagai salah satu tempat yang wajib untuk di kunjungi.
Objek Wisata Samber Gelap Kotabaru
Pulau Samber Gelap - Kotabaru Kalimantan Selatan

Saya sendiri belum pernah ke pulau ini, namun cerita dari om Ahyadi Hasyim salah satu "Wildlife Photographer" asal Kotabaru yang beberapa waktu lalu ngeTrip ke Pulau Samber Gelap benar-benar membuat saya iri. 

Objek Wisata Pulau Samber Gelap terletak di sebelah Utara Pulau Sebuku, luasnya hanya sekitar 5 Ha. Namun memiliki pantai berpasir putih yang bersih dan lembut serta pemandangan bawah laut yang tak kalah dengan Bunaken ataupun Derawan. Pulau ini dikelilingi oleh tiga pulau yaitu Pulau Melangko, Sawa dan Meraeng. Fishing atau wisata memancing adalah aktifitas lain yang bisa dinikmati wisatawan di pulau ini. Selain memancing wisatawan juga dapat mengamati proses penyu bertelur di pantai pada malam hari. 

Untuk mencapai lokasi, wisatawan bisa menggunakan speedboat dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam dari ibukota kabupaten Kotabaru atau menggunakan kapal perintis dengan tujuan Denawan dengan waktu perjalanan setidaknya 9 jam. Untuk lebih asiknya disarankan trip kepulau ini sebaiknya dilakukan pada bulan April, Mei, Oktober, November dan Desember dimana angin yang bertiup yaitu "angin Barat".

Karena daya tarik dan keindahan pulau ini, Dinas Kelautan dan Perikanan rencananya bekerjasama dengan pengelola pulau untuk mengembangkannya sebagai tujuan wisata baik nasional maupun internasional.

Saya sendiri setuju-setuju saja pulau indah ini di kembangkan sebagai objek wisata, namun satu yang harus menjadi perhatian pengelola nantinya adalah kehadiran wisatawan hendaknya tidak mengganggu keseimbangan pulau, khususnya ekosistem yang ada. Karena pulau ini selain menjadi tempat bertelur penyu juga habitat terumbu karang. Sungguh ironis jika dengan dikembangkannya Samber Gelap justru menjadi petaka bagi biota yang hidup di sekitar pulau tersebut.

Foto/teks : Surya Fotografi/mj
Referensi : Bpost edisi 4/6/14 dan www.bappeda-kotabaru.info
Baca SelengkapnyaPulau Samber Gelap Kotabaru Kalimantan Selatan
mjumani, Updated at: Januari 09, 2017

Contoh Laporan Perjalanan Wisata

Membuat Laporan Perjalanan Wisata adalah salah satu "kewajiban" setelah melakukan perjalanan wisata (study tour) khususnya bagi para siswa atau mahasiswa. Bagi yang sudah pernah membuat laporan perjalanan wisata tentunya tidak akan menjadi masalah, namun bagi mereka yang baru pertama kali mungkin akan sedikit kesulitan. 
Cara membuat laporan study tour
Contoh Laporan Perjalanan Wisata

Cara menyusun laporan perjalanan wisata biasanya sudah ditentukan draftnya oleh pihak sekolah atau kampus sehingga peserta study tour hanya tinggal mengembangkannya saja, namun jika pihak penyelenggara tidak menyiapkan draft atau kerangka laporan maka bisa melihat contoh laporan perjalanan wisata berikut :

Kerangka Laporan Perjalanan Wisata 
  1. Daftar Isi
  2. Kata Pengantar
  3. Pendahuluan
  4. Isi
  5. Penutup
  6. Daftar Pustaka

Daftar Isi
Adalah  lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman

Kata Pengantar
Adalah pandangan atau paparan umum  yang ditulis sebagai bagian dari pendahuluan dalam sebuah tulisan (misal buku, makalah, laporan, dsb)

Pendahuluan
Merupakan bagian awal dalam sebuah tulisan berupa ulasan penjelasan dari sebuah karya tulis. Pendahuluan biasanya mengandung latar belakang, tujuan, waktu dan tempat.

Isi
Bagian ini merupakan pokok dari sebuah laporan itu sendiri. Menurut hemat saya secara sederhana isi sebuah laporan harus dapat memberikan informasi 5 W + 1 H kepada setiap yang membacanya. Sebagai contoh misal anda melakukan perjalanan wisata ke Loksado, Kalimantan Selatan, maka setidaknya informasi yang harus ada adalah Apa  itu Loksado?, Dimana objek wisata Loksado?, Kapan study tour ke Loksado?, Kenapa memilih Loksado?, dan Bagaimana cara ke Loksado?.

Penutup
Penutup adalah bagian dalam sebuah laporan yang berisi simpulan dan saran. 

Daftar Pustaka
Jika dalam penyusunan laporan tersebut menggunakan referensi dari berbagai sumber maka sebaiknya bagian akhir di cantumkan pada halaman Daftar Pustaka.



Baca SelengkapnyaContoh Laporan Perjalanan Wisata
mjumani, Updated at: Januari 09, 2017

Minggu, 08 Januari 2017

Cara Sederhana Membuat Jerat di Hutan

Pengalaman kali ini sayang jika tidak diceritakan. Saat menuliskan postingan ini saya sudah bertugas ditempat baru, mungkin kaliah sudah membaca curcol-an admin sewaktu akan ditugaskan di daerah yang boleh dibilang cukup terpencil. Melalui instagram admin yaitu muhammad_Jumani kalau belum boleh di follow. Tempat tugas baru inilah yang juga menjadi salah satu alasan admin jarang posting. Selain memang disana sulit memperoleh sinyal, jarak tempuh ke kota (Kabupaten) cukup jauh dan harus melalui medan yang berat.


cara memasang jerat binatang
Ranting dan dedaunan yang diatur sedemikian rupa sebagai
 penghalang di sisi-kanan kiri jerat, untuk mengarahkan target ke perangkap

memasang jerat ayam hutan
Memasang Jerat
Oke, sekarang kita kembali ke topik. Tinggal di pedalaman tidaklah selamanya buruk, sisi lainnya saya belajar banyak dari masyarakat di sana. Ada banyak pengalaman, petualangan dan hal berharga yang bisa saya dapatkan selama tinggal disana, salah satunya adalah pengalaman memasang jerat yang akan saya ceritakan berikut.
Membuat jerat untuk ayam hutan
Dodi, sedang memasang kembali jerat yang terlepas
Ditemani Suhar dan Dodi (dua murid SMA di sana),  saya berangkat menuju lokasi menyusuri sungai menggunakan perahu Ces, yaitu perahu bermesin yang menjadi alat transportasi utama warga yang tinggal dipinggiran sungai. Alat transportasi ini tidak hanya digunakan untuk bepergian tetapi juga mengangkut hasil hutan dan pertanian.
cara memasang jerat binatang
Bagian Ujung Tali Jerat di bentuk seperti huruf O, dan diletakan
tepat di atas bilah-bilah kayu yang disusun sedemikian rupa, ketika bilah-bilah
kayu itu terinjak tali akan tertarik keatas dengan cepat
Setelah menyusuri sungai selama kurang lebih 15 menit kami kami akhirnya tiba di tepian sungai dimana perjalanan selanjutnya harus diteruskan dengan berjalan kaki. Jalur yang tidak mudah untuk dilalui. Banyaknya tanaman rotan membuat saya harus ekstra hati-hati, karena jika salah melangkah bisa-bisa kaki akan tertusuk duri-durinya. Selain rotan hal yang juga harus diwaspadai adalah pandan berduri yang juga bisa melukai. 
cara memasang jerat binatang
Suhar, saat menemukan jeratnya berhasil menangkap se ekor Ayam Hutan
Jalur menanjak dan sungai-sungai kecil turut memberi tantangan tersendiri dalam perjalanan ini. Menurut Dodi, lokasi untuk memasang jerat memang tidak bisa sembarangan tetapi memang dipilih menggunakan beberapa pertimbangan diantaranya, lokasi yang jauh dari aktivitas manusia dan memang terdapat jejak binatang yang akan menjadi target jerat.



cara memasang jerat binatang
Seekor Ayam Hutan Yang  berhasi lTertangkap Jerat 
Setelah berjalan, menembus semak, pepohonan, menyebrangi sungai serta mendaki bukit akhirnya kami tiba di lokasi. Sebuah kawasan bekas ladang yang telah di tinggalkan mungkin sekitar 3-4 tahun yang lalu.  Daerah ini berbatasan dengan hutan yang memang belum pernah di garap, sehingga dianggap pas untuk memasang beberapa jerat disini.

Suhar dan Dodi pun mulai mencari dan menetapkan titik-titik yang pas untuk menempatkan jerat, selain berpatokan pada jejak binatang yang masuk katagori target jerat, jalur menuju sumber air (sungai, cekungan) juga bisa menjadi lokasi yang potensial untuk dipasangi jerat.

Memasang jerat ternyata tidak sesimpel kelihatannya, meski terlihat sederhana untuk membuat sebuah jerat memakan waktu hingga 30 menit, bagi yang tidak terbiasa tentu lebih lama lagi. Kerapian membuat sebuah jerat turut menentukan efektivitas jebak nya, sebagai contoh jika batang kayu yang digunakan sebagai penarik/pegas terlalu kecil maka saat ada hewan yang tertangkap tidak menggantung akibatnya hewan tersebut bisa dengan mudah memutuskan tali jerat dengan cara menggigitnya atau membelitkan tali ke ranting/semak-semak hingga putus.

Jerat-jerat yang telah dibuat tadi kemudian ditinggalkan dan diperiksa sekitar 2 hari sekali. Adapun sasaran target yang bisa terjerat atau terjebak cukup beragam, mulai dari Ayam hutan, Moonrat, Sigung, Kancil, dan berbagai hewan lain yang berjalan di atas tanah menggunakan kaki. Umumnya hasil tangkapan ini untuk di konsumsi sendiri.

Baca SelengkapnyaCara Sederhana Membuat Jerat di Hutan
mjumani, Updated at: Januari 08, 2017

Pesona Bukit Bengapan Kabupaten Katingan

Petak Malai – Keindahan panorama alam, ragam jenis pepohonan, pesona anggrek spesies dan variasi jenis serangga di Bukit Bengapan desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai  merupakan potensi wisata alam yang sayang jika tidak dikelola dan dikembangkan. 
Objek Wisata di Kalimantan Tengah
Admin bersama rombongan saat tiba di puncak Bukit Bengapan
Bukit Bengapan, adalah salah satu bukit yang terletak di Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Tempat ini selain memiliki puncak dengan pemandangan alam yang indah juga kerap digunakan untuk keperluan upacara adat masyarakat setempat.  Karenanya bagi masyarakat sekitar Bukit Bengapan sudah cukup dikenal.


Objek Wisata di Kalimantan Tengah
Pemandangan Alam Dari Puncak Bukit Bengapan
Untuk menuju lokasi kita bisa menggunakan transportasi darat  dari Kasongan, Ibu kota Katingan menuju Desa Batu Tukan dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam.  Rutenya yakni, Kasongan-Tumbang  Kaman- Tumbang Manggu-Batu Tukan, disarankan bagi yang ingin kelokasi menggunakan kendaraan pribadi atau carter (bisa roda 2 ataupun roda 4). 
Objek Wisata di Kalimantan Tengah
Pemandangan dari puncak Bukit Bengapan dari sisi yang lain
Sesampainya di desa Batu Tukan, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi air baik berupa perahu ces, kelotok ataupun alkon ketiganya sama-sama perahu bermesin namun beda ukuran dan jenis mesin saja. Biasanya sebelum berangkat para pelancong melapor dulu ke kepala desa atau tetua desa perihal keperluan dan jumlah rombongan yang akan naik ke Bukit Bengapan.
Objek Wisata di Kalimantan Tengah
Perjuangan Tim Saat Mendaki Bukit Bengapan
Waktu tempuh dari desa Batu Tukan ke kaki bukit Bengapan kurang lebih 10-15 menit, selanjutnya perjalanan menuju puncak bukit dilanjutkan dengan berjalan kaki. Meski harus melalui medan yang cukup sulit namun mereka yang pernah mendaki bukit ini mengaku puas dengan sajian panorama alam puncak Bukit Bengapan. Selain bisa melihat desa terdekat, dari atas puncak kita juga bisa melihat bukit lain seperti Bukit Tandu dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.


Sebelum pulang biasanya para pengunjung bukit menyempatkan diri untuk mampir di “Telaga antang patahu”  yaitu sebuah lokasi mata air dimana airnya berwarna merah. Air ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit oleh karenanya bagi mereka yang percaya selalu menyempatkan diri mencuci muka atau meminta air di telaga ini.
Baca SelengkapnyaPesona Bukit Bengapan Kabupaten Katingan
mjumani, Updated at: Januari 08, 2017

Minggu, 18 Desember 2016

Contoh Surat Keterangan Asal Usul

Surat Keterangan Asal Usul dibutuhkan untuk berbagai keperluan salah satunya adalah ketika ingin mengeluarkan hasil hutan misalnya kayu dari jenis Sengon, Jabon, Nangka, Petai, Jengkol, Lamtoro, Trembesi, Durian, dan jenis kayu lainnya yang memang diijinkan untuk dikeluarkan dari hutan.
Contoh Surat Keterangan Asal Usul
Contoh Surat Keterangan Asal Usul

Cara membuat dokumen SKAU (Surat Keterangan Asal Usul) tidaklah terlalu sulit. Namun demikian peranannya sangat penting sebagai bukti legalitas kepemilikan kayu yang akan dikeluarkan atau diangkut keluar dari hutan.

Beberapa point yang harus tercantum dalam Dokumen SKAU antara lain :
1. Nama pemilik      : 
2. Bukti identitas      : KTP/
3. Bukti legalitas tanah  : 
4. Telah melakukan penebangan hasil hutan berupa kayu milik sendiri yang terdiri dari :
a. Jenis Kayu       :
b. Jumlah barang       : 
c. Volume       :
5. Akan diangkut/dijual dengan rincian sebagai berikut :
a. Jenis Kayu        :
b. Jumlah Batang        : batang
c. Volume        : M3
d. Tujuan Pengangkutan  :

Contoh format SKAU berikut bisa anda download sebagai gambaran untuk membuat Surat keterangan Asal Usul, khususnya bagi anda yang belum pernah membuatnya. Berikut ada dua format dokumen SKAU yaitu Surat Keterangan Asal Usul dan Surat Permohonan SKAU.


Baca SelengkapnyaContoh Surat Keterangan Asal Usul
mjumani, Updated at: Desember 18, 2016
 

mjumanion