Rabu, 17 Agustus 2011

Ular, Famili dan beberapa contoh spesiesnya

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
"Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat", artinya jangan pernah berhenti belajar dan menuntut ilmu dimanapun dan kapanpun selama kita hidup. Tentunya semua sependapat dengan pepatah tersebut, hidup memang merupakan sebuah proses pembelajaran, dan tidak ada pembelajaran yang paling efektif dan paling asik selain belajar apa yang kita senangi dan datang dari keinginan sendiri setidaknya menurut pendapat aku lho.. hehe

Ketika asik browsing mencari berbagai refferensi tentang jenis-jenis ular rawa di Indonesia, tanpa sengaja tertarik membaca postingan di blog sebelah mengenai 10 daftar ular paling berbahaya di dunia. Sebenarnya mengenai ular berbahaya ini sudah sering baca dan nonton di tv termasuk di National Geographic Chanel, namun entah mengapa tergerak untuk turut ngepostingnya baru kali ini, huh !.

Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) Perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan. Merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Di gunung, hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular. Namun jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung dan daerah daerah padang salju atau kutub, hal ini di karenakan ular adalah hewan berdarah dingin.

Reptil ini memangsa berbagai jenis hewan bahkan yang lebih besar dari ukuran tubuhnya. Ular-ular perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Beberapa ular besar mampu menelan mamalia besar seperti kijang, babi hutan, bahkan manusia.

Ular-ular besar umumnya tidak berbisa dan membunuh atau melumpuhkan mangsa dengan kekuatan lilitan tubuhnya, sedangkan ular-ular yang berukuran relatif kecil umumnya memiliki bisa untuk melumpuhkan mangsa. Biasanya bisa ini berefek melumpuhkan sistem saraf pernapasan dan jantung (neurotoksin), atau merusak peredaran darah (haemotoksin), dalam beberapa menit saja. Bisa yang disuntikkan melalui gigitan ular itu biasanya sekaligus mengandung enzim pencerna, yang memudahkan pencernaan makanan itu apabila telah ditelan.
Ular merupakan hewan berdarah dingin sehingga seperti hewan berdarah dingin umumnya, ia perlu mencari sumber panas untuk menghangatkan tubuhnya sehingga seringkali di temukan berjemur dibawah sinar matahari dan sangat menggemari tempat-tempat atau terowongan-terowongan yang hangat dan lembab.

Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.

Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ular kecil-kecil. Beberapa ular di duga mampu berkembang biak secara partenogenesis seperti halnya ular kawat Rhampotyphlops braminus (ular cacing).


Banyak orang merasa takut dan membenci ular, meskipun sesungguhnya ketakutan itu kurang beralasan, atau lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang umumnya terhadap sifat-sifat dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh ular. Pada kenyataannya, kasus gigitan ular –apalagi yang sampai menyebabkan kematian– sangat jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus kecelakaan di jalan raya, atau kasus kematian (oleh penyakit) akibat gigitan nyamuk.

Menyusutnya populasi ular terutama ular sawah sebagai predator alami tikus disinyalir sebagai penyebab meledaknya populasi tikus yang menggagalkan sawah-sawah di beberapa daerah. Sehingga petani-petani disana melakukan upaya dengan melepaskan kembali (reintroduksi) jenis-jenis ular sawah dan melarang pemburuan ular di desanya.

Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunya keistimewaan ada ketajaman indera mata maupun telinga. Matanya selalu terbuka dan dilapisi selaput tipis sehingga mudah melihat gerakan disekelilingnya, sayangnya ia tidak dapat memfokuskan pandangnnya. Ular baru dapat melihat dengan jelas dalam jarak dekat.

Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya.

Lubang yang terdapat antara mata dan mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas) - organ ini biasa disebut ceruk atau organ Jacobson. Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya, contohnya ular tanah memiliki ceruk yang peka sekali.

Manusia sebenarnya tidak usah takut pada ular karena ular sendiri yang sebenarnya takut pada manusia. Ular tidak dapat mengejar manusia, gerakannya yang lamban bukan tandingan manusia. Rata rata ular bergerak sekitar 1,6 km per jam, jenis tercepat adalah ular mambaa di Afrika yang bisa lari dengan kecepatan 11 km per jam. Sedangkan manusia, sebagai perbandingan, dapat berlari antara 16-24 km per jam.

Beberapa ular memiliki bisa (memiliki racun, venom/venomous), namun banyak pula yang tidak. Pada umumnya bisa pada ular hanya bisa ringan jika di peruntukan manusia, dan ular lebih suka menghindar dibanding menyerang kecuali untuk kasus-kasus tertentu misalnya kaget atau saat melindungi telut-telurnya ular bisa menjadi agresif. Ular-ular yang berbisa kebanyakan termasuk suku Colubridae; akan tetapi bisanya umumnyatidak begitu kuat. Ular-ular yang berbisa kuat di Indonesia biasanya termasuk ke dalam salah satu suku ular berikut: Elapidae (ular sendok, ular belang, ular cabai, dll.), Hydrophiidae (ular-ular laut), dan Viperidae (ular tanah, ular bangkai laut, ular bandotan), Naja (kobra).

Berikut beberapa contoh spesies dari beberapa Famili Ular dan nama lokalnya ;

Suku Typhlopidae misalnya, ular kawat (Rhamphotyphlops braminus)
Suku Cylindrophiidae misalnya, ular kepala-dua (Cylindrophis ruffus)
Suku Pythonidae contohnya ular sanca hijau, Ular sanca hijau (Morelia viridis), Ular sanca ( P. molurus), Ular Dipong (P. curtus), Sawa atau sanca kembang (P.reticulatus).
Phyton reticulatus ( Sanca Kembang)

Suku Acrochordidae contohnya ular karung (Acrochordus javanicus)
Suku Xenopeltidae ular pelangi atau ular tanah (Xenopeltis unicolor)
Suku Colubridae, adalah keluarga ular dengan anggota terbanyak. Ular kolubrid umumnya merupakan ular tak berbisa (non-venomous), atau memiliki bisa yang lemah, sehingga tidak begitu membahayakan manusia. Akan tetapi beberapa di antaranya, seperti beberapa jenis dari marga Boiga, Coluber dan Rhabdophis, gigitannya dapat berakibat serius. Bahkan gigitan ular Boomslang (Dispholydus typus) dan African Twig Snake, keduanya jenis ular pohon dari Afrika, dapat membunuh manusia. contoh lainnya adalah
ular-air pelangi/ular tanah (Enhydris enhydris), ular kadut belang (Homalopsis buccata), ular cecak (Lycodon capucinus), ular gadung (Ahaetulla prasina), ular cincin mas (Boiga dendrophila), ular terbang (Chrysopelea paradisi), ular tambang/ular paikat (Dendrelaphis pictus), ular birang (Oligodon octolineatus), ular tikus atau ular jali (Ptyas korros), ular babi (Elaphe flavolineata), ular serasah (Sibynophis geminatus), ular sapi (Zaocys carinatus), ular picung (Rhabdophis subminiata), ular kisik (Xenochrophis vittatus).
Suku Elapidae, misalnya ular cabai (Maticora intestinalis), ular weling (Bungarus candidus), ular sendok (Naja sp.), ular king-cobra (Ophiophagus hannah).
Naja sp (Kobra)

Suku Viperidae contohnya antara lain ular bandotan puspo (Vipera russelli), ular tanah (Calloselasma rhodostoma), ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris)

Sumber : Wikipedia, Komunitas Pecinta Satwa, dan beberapa sumber lain yang relevan

================================
Tips menghitamkan rambut beruban, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaUlar, Famili dan beberapa contoh spesiesnya
mjumani, Updated at: Agustus 17, 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

Tidak Seramai Tahun-Tahun Sebelumnya

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Merdeka..!!!

Peringatan hari kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus biasanya selalu semarak, rumah-rumah baik yang di  pedesaan hingga perkotaan di hiasi pernak-pernik bernuansa merah putih. sudut-sudut kampung dan lapangan-lapangan menjadi langganan tempat diselenggarakannya berbagai lomba, mulai dari lomba untuk anak-anak hingga untuk para orang dewasa.

Hari ini peringatan HUT Kemerdekaan kembali disambut dengan suka cita oleh penduduk Indonesia, namun peringatan HUT ke 66 Indonesia merdeka ini rasanya tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Apakah ini pertanda pudarnya rasa nasionalisme kebangsaan ataukah memang karena dalam 2 tahun terakhir acara 17 Agustusan memang pas bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan memang rasanya kurang tepat menggelar berbagai kegiatan lomba karena dapat mempengaruhi aktifitas puasa. Namun bagaimana dengan kemeriahan atribut merah putih yang biasa menghiasi rumah-rumah, komplek-komplek dan kampung-kampung. Terkesan sangat minim memang, bahkan dari pengamatan saya rumah-rumah yang menaikan bendera pun dapat di hitung dengan jari. Padahal di tahun-tahun sebelumnya kemeriahan sudah terlihat setidaknya seminggu sebelum 17 Agustusan tiba.

Memang benar adanya bahwa semangat jiwa nasionalisme tidak hanya bisa di lihat dari semaraknya kemeriahan menyambut dan memperingati hari kemerdekaan, namun  kemeriahan tentunya bisa menjadi salah satu indikasi semangat dan kebahagiaan dalam menyambut hari kemerdekaan. Kemeriahan yang dimaksud tentu saja tidak identik dengan foya-foya dan hura-hura.

Semoga saja tidak tampaknya kemeriahan di peringatan HUT ke 66 ini tidak menjadi pertanda bahwa semangat dan jiwa nasionalisme penduduk Indonesia telah pudar. Karena tanpa semangat dan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang rapuh dan mudah di intervensi oleh bangsa lain.

Salam Merdekaaaa !!!
================================
Tips Menghitamkan rambut, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaTidak Seramai Tahun-Tahun Sebelumnya
mjumani, Updated at: Agustus 16, 2011

Kode Etik Guru Indonesia (KEGI)

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Kode Etik Guru Indonesia atau disingkat KEGI adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota maasyarakat dan warga negara. Kode Etik Guru ini memang tidak sepopuler kode etik kedokteran mengingat profesi kedokteran memang vital karena menyangkut keselamatan orang salah-salah nyawa taruhannya.

Apakah KEGI tidak penting?, lalu kalau tidak penting kenapa saya repot-repot ngeposting masalah KEGI padahal di beberapa web dan blog KEGI sudah di bahas secara lebih detail dan lengkap. Sebenarnya ide ngeposting ini muncul ketika asik ngomen satus Dhena salah satu teman di jejaring sosial facebook, dari situlah terbesit untuk ngepost mengenai KEGI mengingat banyak teman adalah calon guru dan lulusan Fakultas Keguruan.

Kembali kemasalah KEGI (Kode Etik Guru Indonesia), tujuan KEGI yaitu menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Fungsi Kode Etik Guru sendiri adalah sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.

Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari :
(1) Nilai-nilai agama dan Pancasila
(2) Nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
(3) Nilai-nilai jati diri, harkat dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual,
Kode Etik Guru Indonesi (KEGI)

1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik:
a. Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tuga didik, mengajar, membimbing, mengarahkan,melatih,menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
b. Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat
c. Guru mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.
d. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
e. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik.
f. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
g. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
h. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
i. Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
j. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
k. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
m. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi serta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionallnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi.
(2) Hubungan Guru dengan Orangtua/wali Siswa :
  1. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efisien dengan Orangtua/Wali siswa dalam melaksannakan proses pedidikan.
  2. Guru mrmberikan informasi kepada Orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik.
  3. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya.
  4. Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpatisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
  5. Guru berkomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
  6. Guru menjunjunng tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasin dengannya berkaitan dengan kesejahteraan kemajuan, dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan.
  7. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungna-keuntungan pribadi.
(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat :
  1. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis, efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
  2. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembnagkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
  3. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat
  4. Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya.
  5. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya
  6. Guru memberikan pandangan profesional, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
  7. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
  8. Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupam masyarakat.
(4) Hubungan Guru dengan seklolah
  1. Guru memelihara dan eningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
  2. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan.
  3. Guru menciptakan melaksanakan proses yang kondusif.
  4. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
  5. Guru menghormati rekan sejawat.
  6. Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat
  7. Guru menjunung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional.
  8. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profsional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya.
  9. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesionalberkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran
  10. Guru membasiskan diri pada nilai-nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat.
  11. Guru memliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran.
  12. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabat profesionalnya.
  13. Guru tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyaan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat.
  14. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat pribadi dan profesional sejawatnya
  15. Guru tidak boleh mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya.
  16. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
  17. Guru tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
(5) Hubungan Guru dengan Profesi :
  1. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi
  2. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan
  3. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya
  4. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggungjawab atas konsekuensiinya.
  5. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindkan-tindakan profesional lainnya.
  6. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya.
  7. Guru tidak boleh menerima janji, pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan proesionalnya
  8. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran.
(6) Hubungan guru dengan Organisasi Profesinya :
a. Guru menjadi anggota aorganisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan.
b. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan
c. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
d. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya.
e. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
f. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensis organisasi profesinya.
g. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
h. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
(7) Hubungan Guru dengan Pemerintah :
a) Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen, dan ketentuan Perundang-Undang lainnya.
b) Guru membantu Program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
c) Guru berusaha menciptakan, memeliharadan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan UUD1945.
d) Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
e) Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.

Nah bagaimana menghafal kode etik sebanyak itu ? entahlah hehe.. yang pasti jika profesi keguruan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh-sungguh tentunya pasti sesuai dengan kode etik diatas, namun bagaimana jika tidak?. Pelanggaran terhadap kode etik guru akan mendapatkan sanksi dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, tergantung dari jenis pelanggaran yang di lakukan apakah terkatagori ringan atau berat.

Semoga bermanfaat ! Jangan Lupa Berikan Komentarnya yah..!

Sumber : Syadiashare
================================
Tips Menghitamkan rambut, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaKode Etik Guru Indonesia (KEGI)
mjumani, Updated at: Agustus 16, 2011

Minggu, 14 Agustus 2011

Reuni Buka Puasa Bersama Hendaknya Bukan Sekedar Rutinitas

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Kegiatan buka puasa bersama hendaknya bukan sekedar rutinitas tahunan semata. Namun harus dapat meningkatkan hubungan kekeluargaan dan silaturahmi diantara yang melaksanakannya. Suasana yang hangat dan rasa kerinduan terhadap sahabat lama, teman karib dan rekan kerja yang lama tak berjumpa adalah salah satu unsur yang perlu ada dalam kegiatan buka bersama dengan sahabat-sahabat lama, inilah reuni yang diharapkan. Di mana acara reuni sembari buka puasa bersama bukan sekedar rutinitas tahunan yang bahkan kadang yang hadir pun ogah-ogahan dan merasa terpaksa.

Do'a

Santap

Banyak manfaat yang bisa diambil dari aktifitas yang cukup ngetren di bulan ramadhan ini, misalnya kita bisa bertukar informasi seputar pekerjaan atau hal lainnya, berbagi cerita dan pengalaman masa lalu, berbagi kontak alamat untuk memudahkan silaturahmi selanjutnya, dan banyak hal lainnya.Tidak jarang diantara mereka ada yang mendapatkan pekerjaan berdasarkan dari informasi peserta reuni yang lainnya.


Ngobrol santai sebelum pulang
Mungkin sedikit dari mereka yang menyadari ini, dan masih berpikir bahwa kegiatan seperti ini adalah sebuah rutinitas yang harus dan wajib setiap atau beberapa tahun sekali. Serta beranggapan nikmatnya hidangan dan tempat acara yang wah adalah daya tarik utama untuk mengumpulkan teman-teman lama dalam satu acara yang disebut "Reuni". Padahal kembali keparagraf awal bahwa sebenarnya maksud dan tujuan utama bukanlah itu melainkan suasana keakraban dan kekeluargaan saat-saat berkumpul itulah yang tidak terukur nilainya, jika hanya makanan ditempat yang mewah banyak dari mereka bisa kesana kapan saja namun untuk bertemu dan bercengkrama dengan teman-teman lama setahun sekali masih belum tentu.

================================
Tips Menghitamkan rambut, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaReuni Buka Puasa Bersama Hendaknya Bukan Sekedar Rutinitas
mjumani, Updated at: Agustus 14, 2011

Sabtu, 13 Agustus 2011

Album Digital Biologi angkatan 2005

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Album Digital Angkatan Biologi 2005


Silahkan di liat hehe
================================
Tips Menghitamkan rambut, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaAlbum Digital Biologi angkatan 2005
mjumani, Updated at: Agustus 13, 2011

Jumat, 12 Agustus 2011

Balaslah dengan Kebaikan

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Pengemis : "Pak minta Pak"
Pengemudi : (acuh, sambil menutup kaca mobil dan mengeraskan volume musik)
Tentu kamu familiar dengan iklan yang satu itu, yap itu adalah salah satu iklan provider pulsa telpon seluler.
Iklan ini cukup unik dan lucu menurut saya, dan yang terpenting ada pelajaran berharga yang bisa kita petik.
Iklan yang sepertinya memang sengaja diluncurkan menyambut bulan suci ramadhan ini berisi pesan bijak bahwa menolong orang lain tidak perlu pandang bulu bahkan meski itu adalah orang yang memperlakukan kita kurang baik jika memang dia memerlukan pertolongan maka kita sepantasnya menolong.

Tidak mudah memang membalas orang yang menyakiti hati kita dengan kebaikan. Namun Rasulullah S.A.W pernah mencontohkan sikap ini. Manakala ada seorang musuhnya yang selalu mendzalimi beliau suatu hari sakit, beliaulah yang pertama kali menjenguknya. Mungkin tidak terlalu sulit jika kita benar-benar ingin membalas perbuatan yang tidak mengenakan dengan kebaikan. Tindakan paling mudah adalah mendoakan orang yang menyakiti atau berlaku tidak adil kepada kita dengan doa-doa yang baik misalnya agar dia cepat sadar dan insyaf.

Sekarang semua kembali kepada diri kita masing-masing apakah ingin menjadi manusia yang sabar dan menebar kebaikan atau menjadi seperti mereka yang suka menzalimi dengan mengumpat dan berlaku sama seperti mereka.

Tips Menghitamkan rambut, mencegah ketombe dan mengatasi kebotakan :
Tips Kesehatan Rambut
Baca SelengkapnyaBalaslah dengan Kebaikan
mjumani, Updated at: Agustus 12, 2011

Kamis, 11 Agustus 2011

Kisah Inspiratif "Kue"

Kisah Inspiratif " Pencuri Kue"
Seorang wanita sedang menunggu di bandara
suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal
terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku bacaan dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan
tempat untuk duduk di sebelah seorang pria.

Sambil duduk wanita itu membaca buku
yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya,
ia melihat pria di sebelahnya tersebut dengan begitu berani
mengambil satu atau dua dari
kue yang diletakkan diantara mereka.
Wanita tersebut mencoba untuk mengabaikan
agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue
dan sesekali melihat jam tangannya.
Sementara si “Pencuri Kue”
yang pemberani menghabiskan
kue yang ada hingga tak bersisa.
Wanita itu semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir : “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”

Setiap ia mengambil satu kue. Si lelaki juga mengambil satu.
Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup. Si lelaki mengambil kue taerakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya
sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir :”Ya ampun orang ini berani sekali dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia
menghela napas lega saat nomor penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri Kue” yang tak tahu berterima kasih itu.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya,
lalu mencari bukunya yang hampir selesai dibaca.
Saat ia merogoh tasnya,
ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada sekantong kue
nya, di depan matanya dan masih utuh.

Mukanya langsung merah padam.

Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi.
Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar
malu dan bercampur sedih.
Pikirannya berkecamuk, bahwa
sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu berterima kasih.

“Akulah pencuri kue yang tak tahu berterima kasih itu!!!"

Dalam hidup ini kisah “Pencuri Kue” seperti ini sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadap orang lain.

Semoga kita bisa memetik hikmahya....

Thanks to : speak is gold
Baca SelengkapnyaKisah Inspiratif "Kue"
mjumani, Updated at: Agustus 11, 2011
 

mjumanion