Jumat, 15 Oktober 2010

Mengolah Limbah Kertas Koran Mejadi Karya Seni

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================

Hand made : Masrani
Siapa sangka, kertas koran yang sering kali di buang dan menjadi sampah di lingkungan bisa di sulap menjadi sebuah karya seni yang unik. Dengan tangan trampil kertas koran yang sudah dijadikan bubur kertas bisa dibentuk menjadi karya seni yang mengagumkan. Coba perhatikan gambar diatas, unik bukan ?.

Ya, sebuah karya seni berupa replica fosil ikan purba di atas adalah hasil seorang seniman muda Banjarmasin. Bermodal bubur kertas yang dibuat dari kertas koran bekas yang telah dicampur air, dengan sentuhan imajinasi lahirlah bermacam karya seni, salah satunya seperti diatas. Tertarik untuk berkarya ?
Baca SelengkapnyaMengolah Limbah Kertas Koran Mejadi Karya Seni
mjumani, Updated at: Oktober 15, 2010

Kamis, 14 Oktober 2010

ppc Indonesia bertambah lagi

Untukblogger.com
================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================
Kini blogger memiliki tambahan pilihan dalam menentukan iklan ppc yang akan di tayangkan karena setidaknya ada 3 ppc yang bisa dijadikan sumber penghasilan dari blog. Ketiga penyedia jasa iklan ppc tersebut adalah ppc indo, Kumpul Blogger, dan yang paling baru adalah UntukBlogger.com. Meskipun sama-sama penyedia jasa iklan ppc, ternyata ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kumpul blogger misalnya memberikan bayaran perclick lebih tinggi dibanding untukbloger, begitu pula minimum payout atau batas pengambilan uang pada kumpul blogger lebih rendah (minimum 10 rb untuk bank BCA), sedangkan untukblogger.com minimal 50rb. Namun untukbogger cukup murah bagi pemasang iklan yaitu cuman Rp 400,- dan enaknya jika sudah ada penghasilan Rp5000,-penghasilan ppc sudah bisa di tukar dengan saldo iklan. Untukblogger.com memang masih baru sehingga peluag reffela dengan sistem 4 levelnya sangat terbuka lebar buat pemilik blog, berbeda dengan kumpulblogger yang hanya mengusung refferal tingkat satu.

Kesimpulan
bisnis paling gratis
PPC dengan sistem reff 4 level berpeluang memperoleh pasive income.

1.Jika ingin mendapatkan kesempatan pasive income dan kemudahan beriklan ppc daftar di Untukblogger.com
2. Jika ingin penghasilan langsung yang cukup besar sebagai publisher Kumpulblogger patut dicoba.


Baca Selengkapnyappc Indonesia bertambah lagi
mjumani, Updated at: Oktober 14, 2010

Selasa, 12 Oktober 2010

Demo Taksi Plat Hitam

================================== BannerFans.com ImageChef Custom Images ================================

Handil Bhakti- Pagi ini (13/10/2010)  tampak riuh oleh puluhan sopir minibus dan bus angkutan antar provinsi. Demo yang dikawal oleh polisi dan satlantas ini berlangsung sejak tadi pagi. Puluhan taksi gelap atau berplat hitam dihentikan lajunya saat melintasi Jl.Trans Kalimantan Handil Bhakti.  Mobil jenis Avanza dan Xenia yang terbukti menjalankan aktivitas angkutan penumpang akan di stop. Penumpang dan barang di turunkan, sedangkan mobil ditahan untuk diamankan. Travel yang tidak mengantongi izin resmi dari Kementrian Perhubunganpun tidak lepas dari aksi ini. Sampai tulisan ini di turunkan, pendemo masih terus melanjutkan aksinya. Mereka juga mengatakan bahwa aksi ini akan digelar secara rutin tiap minggunya, tujuanya adalah untuk mengahapus maraknya taksi berplat hitam yang kini kian marak.
Antrian Mobil Angkutan yang sedang Demo
 Setiap Mobil yang dicurigai akan diperiksa

Setelah dicek kebenarannya, Penumpang dan Barang diturunkan
sedangkan mobil diamankan
Baca SelengkapnyaDemo Taksi Plat Hitam
mjumani, Updated at: Oktober 12, 2010

Sabtu, 18 September 2010

Mengembalikan minat ngeposting

Akhirnya bisa kembali lagi disini, udah berbulan-bulan tidak ada postingan baru !. Sebenarnya bukan karena tidak ada bahan, tapi emang susah kalau yang namanya penyakit "malas" sudah hinggap. Setelah perjalanan "XPDC" ke hutan kahung April 2010 lalu, banyak kegiatan atau even yang saya ikuti dan cukup menarik untuk di share ke Anda pengunjung blog ini, misalnya saja observasi anggrek bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia Kalimantan Selatan, Pameran Anggrek dan tanaman hias dalam rangka HUT Bpost, Ngumpul baren temen-temen dari Komunitas Pena Hijau, Mengunjungi habitat Kerbau Rawa, Mampir di Bendungan Amandit HSS, atau sekedar Ngumpul dan diskusi bersama Anggota Indonesian Native Orchids Society Kalsel.

Tapi ya itulah, meski banyak kegiatan yang seharusnya bisa di share untuk berbagi pengalaman syukur-syukur bisa berbagi pengetahuan yang bermanfaat karena berbagai faktor termasuk  penyakit "malas" akhirnya tidak terposting. Nasib ini juga menimpa blog INOS yang biasanya saya update minimal hampir tiap minggu mengenai informasi seputar anggrek dan komunitas INOS. Untunglah meski dua blog ini rada macet tulisan saya masih tetap mengalir di http://indonesianorchids.wordpress.com. Mengapa begitu ? itu tidak lain adalah karena anggrek. Seperti judul diatas, membangkitkan minat posting ternyata gampang-gampang susah. Tapi yang jelas dan dapat saya ambil kesimpulan cara paling sederhana untuk membangkitkan minat posting adalah melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hobi kita. Mengerjakan hobi akan membangkitkan perasaan gembira, dan sebagai bentuk ekspresi biasanya orang akan menceritakan pengalaman atau aktifitasnya tersebut, nah sebagai Blogger tentunya memposting adalah salah satu cara mengekspresikan perasaan senang itu. Dengan begitu minat posting sempat menurun tentunya bisa di bangkitkan lagi..

Baiklah.. sampai disini dulu yah... udah malam ,,,mudahan- blog ini kembali aktif dan bisa bermanaat bagi Anda sobat blogger...!!

Kunjungi web kami lainnya Tips, info dan cheat travian Tempat beriklan baris gratis tanpa daftar Informasi Anggrek Indonesia
Baca SelengkapnyaMengembalikan minat ngeposting
mjumani, Updated at: September 18, 2010

Minggu, 18 April 2010

Hutan Kahung

Hutan Kahung

Ini adalah yang ke 6 kalinya saya mengadakan perjalanan ke Desa Belangian. Ada dua tujuan yang mendasari saya berangkat kesana kali ini , yang pertama untuk membantu teman mengambil sampel jamur untuk keperluan tugas penelitian, yang kedua untuk melihat-lihat plasma nuftah anggrek di sana untuk kedua kalinya.

Setelah memikirkan dan merencanakan segala sesuatunya termasuk transport, perbekalan dan lama perjalanan akhirnya kami memutuskan berangkat hanya berdua, sebab beberapa rekan yang biasa di ajak ada keperluan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Selasa pagi kami bertolak dari Banjarmasin tepatnya sekitar pukul 10.15 waktu setempat, dengan rute Banjarmasin- banjarbaru – Aranio. Sekitar 11.50 kami tiba di dermaga Aranio. Sengaja kami berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan taksi kelotok (perahu motor) yang hanya ada 3 buah dan hanya beroprasi 1 kali setiap hari mengantar penumpang dari desa Belangian sekitar pukul 07.00 pagi dan kembali dari dermaga Aranio sekitar pukul 02.00 Siang hari, waktu keberangkatan ini tidak tetap tergantung penumpang, biasanya penumpang membuat janji terlebih dahulu jika agak terlambat ke dermaga agar tidak di tinggalkan taksi kelotok tersebut.

Setelah penumpang terakhir datang kelotok pun berangkat dari dermaga Aranio menuju dermaga Belangian, waktu itu sekitar pukul 02.11, perjalanan menempuh transport air yang berada di kawasan bendungan ini tidak kurang dari 90 menit. Setelah beberapa kali menurunkan penumpang akhirnya sampai juga ke Dermaga desa Belangian, sebuah desa yang terletak di sekitar Bendungan Riam Kanan, dan di huni kurang lebih 90 KK yang merupakan pintu masuk Hutan Lindung yang di kenal dengan Kahung.

Setelah mampir untuk melapor ke sekretaris desa kami berangkat tepat pukul 04.08 sore, tujuan kami adalah Hapunit, yaitu lokasi shelter kembar berada letaknya beberapa kilo sebelum memasuki hutan lindung Kahung. Perjalanan cukup enteng karena kami hanya membawa perbekalan secukupnya dan sungai penyebranganpun dalam kondisi surut Sebelum setengah enam kami sudah berada di shelter kembar. Setelah beristirahat sebentar kami mengumpulkan kayu bakar untuk keperluan memasak. Sejuk dan jernihnya air sungai membuat kami tak berlama-lama untuk segera terjun dan menikmati segarnya air yang mengalir dari pegunungan.

Dengan adanya shelter kami tak perlu mendirikan tenda untuk bermalam, dua shelter kokoh yang berdekatan tersebut bisa menjadi tempat berlindung lebih dari cukup dari panas maupun hujan. Di sekitar shelter ada beberapa pondok masyarakat setempat untuk mengawasi ladang dari gangguan binatang. Jika datang bertepatan dengan waktu panen kacang tanah, kita bisa menikmati kacang rebus sembari menyalakan api unggun, harga kacang tanah sekitar 50 rb per kaleng besar (masyarakat setempat menyebutnya balek ), atau menikmati jagung manis baik di bakar ataupun rebus. Selain kacang dan jagung masyarakat di sana juga bertanam cabe rawit dan padi.

Hari kedua disana adalah hari Rabu, tepatnya 14 April 2010, kami sempat berbincang-bincang dengan salah satu pemilik ladang di sekitar shelter. Dia juga sering diminta sebagai guide (pemandu) oleh pengunjung yang ingin menuju air terjun Lembah Kahung. Cuaca pagi itu mendung disertai gerimis, keasikan ngobrol sembari berdiang ternyata waktu sudah menunjukan pukul 12 siang.

Kami segera bergegas menyiapkan segala keperluan untuk berangkat menuju muara Hutan Kahung untuk mengambil beberapa sampel jamur yang di perlukan. Sesekali kami mengamati kaki kalau-kalau ada lintah (halimatak) yang menempel. Hutan yang lembab habis hujan dan cuaca mendung adalah kondisi yang cocok bagi Halimatak untuk keluar dari persembunyiannya untuk mencari mangsa.

Kesempatan berkunjung ke Hutan Kahung tidak kami sia-siakan untuk mengamati anggrek-anggrek spesies dan mengambil fotonya usai mengumpulkan sampel jamur. Sayang kamera yang kami bawa hanya kamera digital biasa sehingga anggrek yang menempel di pohon-pohon yang cukup tinggi tidak bisa kami abadikan dengan kamera. Beruntung kami menemukan beberapa anggrek yang jatuh di tanah dan tumbuhnya tidak terlalu tinggi sehingga kami tidak pulang dengan tangan hampa. Pada kesempatan ini pula saya tidak menyia-nyiakan berfoto dengan anggrek litofit yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan di tepian sungai.

Asyik berfoto da melihat keindahan anggrek alam membuat kami sempat terlena, kami segera bergerak pulang ke shelter untuk mandi dan berkemas kembali kedesa Belangian, tempat yang kami tuju adalah rumah sekretaris desa, rencananya kami akan bermalam dulu di beliau agar tidak ketinggalan kelotok yang berangkat besok paginya.

Hari sudah mulai gelap ketika kami meninggalkan shelter, jalan yang licin dan berlumpur serta gelap membuat kami harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terpeleset. Tantangan puncak perjalanan pulang ialah ketika menyebrangi sungai besar. Akibat hujan deras di bagian hulu air menjadi keruh dan kedalamannya menjadi lebih tinggi ,tidak hanya itu, arus sungaipun menjadi lebih deras. Mau tidak mau dengan penerangan seadanya kami harus menyebrang, perlahan kami mulai memasuki air, mulanya arus air tidak begitu menyulitkan namun semakin ketengah arus air semakin terasa kuat mendorong kami, sedikit saja terpeleset akibatnya akan fatal, arus sungai akan menyeret tubuh ke jeram yang terletak tidak jauh dari tempat kami menyebrang. Batu-batu sungai yang licin dan tas punggung yang terendam penyebrangan terasa lebih sulit. Alhamdulillah dengan perlahan kami berhasil melewati 1/3 badan sungai, arus sungai kian mulai melemah di bagian tepi penyebranganpun berhasil dengan selamat.

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami menyebrangi sungai pada malam hari, sekitar 2 tahun lalu kami juga pernah meyebrangi sungai pada malam hari pada waktu yang kurang lebih sama, bedanya waktu itu kami menyebrang dari Desa menuju shelter dan pada masa itu penyebrangan masih menggunakan rakit bambu sehingga tidak perlu bercebur untuk menyebrangi sungai. Rakit tersebut hanyut sekitar setahun yang lalu akibat terjangan air bah, kini setiap pelintas harus menyebrangi sungai dengan bercebur.

Perjalanan relatif lancar hingga tiba di rumah Bapak sekretaris desa. Beliau dan keluarga sangat baik dan ramah terhadap kami. Keletihan membuat saya tidur cepat. Besok paginya kami di suguhi teh hangat dan pisang goreng sebelum berangkat ke dermaga belangian untuk pulang. Skitar pukup 6.40 menit kami berangkat ke dermaga belangian. Alangkah kagetnya kami, taksi kelotok yang biasa kami tumpangi sudah tidak adalagi, dari keterangan salah seorang pendudik setempat yang yang saat itu sedang menjaring ikan, ternyata taksi kelotok yang akan kami tumpangi berangkat lebih pagi. Kami kebingungan, kedua taksi kelotok yang beroprasi dari belangian - aranio sudah berangkat. Kami terancam menginap lagi satu malam jika tidak ada lagi taksi kelotok. Padahal keuanagan dan perbekalan sudah menipis. Untungnya di tengah kebingungan, masih ada satu buah taksi yang masih belum berangkat, taksi ini tidak berlabuh di dermaga melainkan di sungai dekat mesjid di desa Belangian, kamipun terselamatkan oleh taksi yang baru beroprasi beberapa bulan ini.

Sampai di pelabuhan Aranio kami bergerak kearah parkir untuk mengambil sepeda motor tentunya setelah membayar ongkos taksi kelotok sebesar 20 rb untuk dua orang. Biaya parkir sepeda motor 5 ribu permalam per kendaraan, tempat parkir ini biasanya selalu penuh apalagi setiap sabtu dan minggu dimana banyak pemancing dari berbagai daerah memancing di kawasan Riam Kanan ini.

Lihat Foto-foto lengkapnya di
Indonesian Native Orchids Society
Baca SelengkapnyaHutan Kahung
mjumani, Updated at: April 18, 2010

Rabu, 07 April 2010

Program PTC Klik aja deh

 Referensi PTC

Lumayan lama vakum di PTC, pas berkunjung ke blog teman dapat referensi PTC lokal yang lumayan bagus. Kenapa bagus ?. Pertama, bayaran kliknya lumayan besar jadi program paid to clik (Di bayar saat mengklik iklan) ini membayar Rp 100-300,-/klik lumayan besarkan, keuntungan kedua, PTC ini merupakan PTC lokal jadi pencairan uangnya tak perlu repot memakai paypal atau sejenisnya cukup menggunakan akun bank lokal seperti BCA dan MANDIRI. Nah, BTW tau PTC yang saya maksud? 

Klik aja deh..



 Yup, Klik Aja deh ! merupakan PTC lokal yang bisa anda ikuti untuk mengisi waktu senggang oline anda..patut di coba ...

Kunjungi web kami lainnya
Informasi Anggrek Indonesia

Baca SelengkapnyaProgram PTC Klik aja deh
mjumani, Updated at: April 07, 2010

Kamis, 01 April 2010

Robert Hooke

 Profil Penemu Paling Berjasa Bagi Umat Manusia
Bulan April
Robert Hooke
Ilmuan yang satu ini di kenal sebagai ilmuan paling luwes di jamannya. Ia di kenang karena jasa-jasanya di bidang fisika, mekanika dan mikroskopik. Tempat kelahirannya adalah di Pulau Weight, ayahnya seorang pendeta.Sebelum sekolah di westminster Ia pernah magang sebagai pelukis. Di Oxford ia bertemu dengan sekelompok ilmuan dan menjadi asisten salah satu ilmuan yaitu Robert Boyle. Di sinilah Dia memperbaiki cara kerja sebuah pompa udara, dan mulai bekerja merancangkan jam yang menggunakan per dan bukannya ayunan. Ini merupakan sebuah langkah besar dalam penemuan kronometer kedepannya. Sebuah jam kasar tetapi selalu tepat dan berguna untuk menentukan kedudukan garis lintang sebuah kapal di laut. Robert Hooke memang berbakat untuk membuat peralatan dan serta melakukan percobaan yang sukses.

Hooke terpilih sebagai kepala bagian percobaan ketika beberapa rekannya di Oxford  membentuk Royal Society  di tahun 1662. Tugasnya adalah mengusulkan beberapa macam percobaan  untuk di ajukan pada pertemuan  mingguan kelompok itu. Pada tahun 1665 Ia menjadi profesor ilmu ukur di Gersham College di London. Di sinilah Hooke tinggal hingga akhir hidupnya.

Penerbitannya yang paling terkenal berjudul Micrographia  pada tahun 1665. Buku ini berisi berbagai pengamatan mikroskopisnya, terkenal karena lukisannya yang indah-indah. Di sinilah rekan ilmuan Hooke bisa melihat untuk pertama kalinya misalnya susunan tubuh seekor lalat hijau atau lalat biasa, atau susunan mata majemuk seekor lalat. Banyak yang tergugah perhatiannya terhadap pemandangan yang baru di dunia ini, tapi lebih banyak lagi yang menuduh Robert Hooke sinting karena mempelajari sesuatu hal yang tidak perlu misalnya mempelajari kutu orang dan kutu anjing.
(Bersambung.....)


Kunjungi web kami lainnya
Informasi Anggrek Indonesia


Baca SelengkapnyaRobert Hooke
mjumani, Updated at: April 01, 2010
 

mjumanion